Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Instrumen Ekonomi Islam dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Pendekatan Maqashid Syariah terhadap Pengentasan Kemiskinan Idzan Ihdil Mar'i; Hagi Andhika; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani
Mumtaz: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/mumtaz.v5i2.1777

Abstract

  Penelitian ini menganalisis peran instrumen ekonomi Islam, khususnya zakat dan wakaf, dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendekatan maqashid syariah. Studi ini didorong oleh kesenjangan penelitian terdahulu yang belum memetakan secara eksplisit hubungan antara instrumen ekonomi Islam, dimensi maqashid syariah, dan target SDGs, serta belum tersedianya model konseptual integratif yang menjelaskan hubungan tersebut. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur sistematis berbasis PRISMA, dengan pencarian pada basis data Google Scholar (2022–2026) yang menghasilkan 12 artikel terpilih dari 760 artikel yang teridentifikasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa zakat berkontribusi kuat terhadap dimensi hifz al-nafs dan hifz al-mal yang bermuara pada SDG 1 dan SDG 10, sedangkan wakaf berkontribusi kuat terhadap hifz al-mal dan hifz al-aql yang bermuara pada SDG 4 dan SDG 8. Penelitian ini menghasilkan model konseptual integratif yang menghubungkan instrumen ekonomi Islam, maqashid syariah, dan SDGs sebagai kontribusi utama, sekaligus menekankan perlunya penguatan tata kelola kelembagaan agar peran ekonomi Islam dalam pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan secara optimal
Analysis of the Resilience of the Merah Putih Village Cooperative from the Perspective of Maqashid al-Sharia Amid Global Economic Dynamics Sri Rahayu; R. Ilfan Muhammad; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL ECONOMINA, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i4.1964

Abstract

The Village Merah Putih Cooperative is a flagship program of the Indonesian government launched through Presidential Instruction Number 9 of 2025 to strengthen economic resilience at the village level. This study analyzes the resilience of the cooperative from the perspective of Maqashid Syariah amid global economic dynamics characterized by commodity price fluctuations, geopolitical tensions, and recession threats. Using a qualitative descriptive approach and literature study, this research finds that the five elements of Maqashid Syariah preservation of religion (hifz al-din), life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-aql), lineage (hifz al-nasl), and property (hifz al-mal) provide a robust conceptual framework for the cooperative’s sustainability. The results indicate significant potential for improving financial inclusion and food security, although governance and digital adaptation challenges remain. This study recommends strengthening Sharia principles in cooperative operations to serve as a resilient model of people’s economy.
Rekonstruksi Kelembagaan Ekonomi Dan Keuangan Syariah Dalam Menghadapi Isu Kontemporer Dan Tantangan Global Erin Rismaya; Layaman; Aan Jaelani
Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/ecopreneur.v7i1.4134

Abstract

The institutional reconstruction of Islamic economics and finance represents an urgent necessity amid continuously evolving global dynamics. This article aims to comprehensively analyze the institutional conditions of Islamic economics and finance, identify structural gaps impeding its growth, and formulate an institutional reconstruction model grounded in maqasid al-shariah that is relevant to contemporary challenges. This research employs a qualitative approach through systematic literature review and normative-philosophical analysis based on maqasid al-shariah. Data were gathered through a systematic review of internationally reputable journals, reports from international financial institutions, and current regulations within the global Islamic finance ecosystem. The findings reveal that Islamic financial institutions face five primary challenges: (1) regulatory fragmentation across jurisdictions, (2) gaps in Islamic financial literacy and inclusion, (3) weak technological infrastructure and digital finance adoption, (4) governance and Shariah accountability crises, and (5) insufficient integration of Islamic financial instruments into the global financial architecture. As a novelty contribution, this study proposes the Integrative Islamic Institutional Reconstruction Model (IIIRM), grounded in five pillars: regulatory harmonization, literacy strengthening, digital transformation, governance reform, and global integration. This model offers a holistic framework bridging normative Shariah perspectives with the realities of the contemporary global financial system.
Strategi Pengembangan Industri Halal di Indonesia: Berdasarkan Nilai-Nilai Maqasid Syariah dengan Analisis 4C Diamond pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Shofiyullah Romdoni; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani; Muhammad Khoirul Umam
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan industri halal Indonesia berdasarkan perspektif maqasid syariah, mengevaluasi efektivitas peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mendukung pengembangan industri halal, serta merumuskan strategi pengembangannya menggunakan pendekatan 4C Diamond. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi industri halal Indonesia yang belum diikuti oleh optimalnya daya saing global dan kesiapan ekosistem halal nasional dalam menghadapi implementasi wajib sertifikasi halal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan yang berasal dari BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan pelaku UMKM halal. Analisis data dilakukan menggunakan analisis 4C Diamond, STEEPLE, TOWS Matrix, serta validasi maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri halal Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek tata kelola kelembagaan, akses sertifikasi halal bagi UMKM, transformasi digital layanan, dan harmonisasi standar halal global. Penelitian menghasilkan empat strategi utama, yaitu: (1) akselerasi daya saing global melalui penguatan keunggulan fiqh Indonesia; (2) transformasi digital layanan sertifikasi halal untuk memperluas akses UMKM; (3) penguatan integritas sistem sertifikasi dalam menghadapi tekanan standar global; dan (4) penguatan tata kelola serta akuntabilitas kelembagaan BPJPH. Seluruh strategi tersebut selaras dengan lima dimensi maqasid syariah dan menghasilkan model Strategic Halal Governance sebagai kerangka pengembangan industri halal yang berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur melalui integrasi pendekatan 4C Diamond dan maqasid syariah dalam perumusan strategi pengembangan industri halal, serta memberikan rekomendasi bagi penguatan ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.