Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ANDALAS KOTA PADANG TAHUN 2019 Suci Nanda Resti Tarigan
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab kematian ibu adalah anemia karena kekurangan zat besi. Menurut World Health Organization kejadian anemia pada kehamilan di Indonesia 70%. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan kota Padang ibu yang mengkomsumsi tablet tambah darah 86,1% sedangkan laporan bulanan Puskesmas Andalas 51,74%. Zat besi sangat dibutuhkan oleh ibu selama hamil, salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada ibu hamil adalah dengan pemberian tablet tambah darah selama kehamilan. Namun pada kenyataannya masih banyak ibu hamil yang tidak mengkomsumsi tablet tambah darah, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingkat pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi tambah darah di Puskesmas Andalas Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan desain cross sectional study dengan sampel 30 orang dan analisa data dengan menggunakan analisa bivariat. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dengan kriteria yang telah ditetapkan, diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ditemukan ibu hamil di Puskesmas Andalas sebagian besar mengkomsumsi tablet tambah darah (90%), pengetahuan ibu hamil tinggi (93,3%), dukungan keluarga ibu hamil tinggi (96,7%) dukungan tenaga kesehatan juga tinggi (80%). Ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah darah, tidak ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan dukungan tenaga Kesehatan dengan konsumsi tablet tambah darah.Dengan demikian diharapkan kepada para petugas kesehatan untuk dapat lebih memotivasi ibu-ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dan menganjurkan kepada ibu untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan, sehingga cakupan konsumsi tablet tambah darah untuk tahun 2020 dapat mencapai 100%.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP NEGERI1 SITOLI ORI KABUPATEN NIAS UTARA Suci Nanda Resti Tarigan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21720

Abstract

Dampak terjadinya menarche dini antara lain terhambatnya pertumbuhan, stress emosional dan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara serta meningkatnya Penyakit Menular Seksual dan kehamilan yang tidak disengaja. Tujuan penelitian ini Penelitian Untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan usia menarhe pada siswi SMP Negeri 1 Sitoli Ori. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas 2 SMP N. 1, dengan sampel 37 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan IMT dengan usia menarche pada responden memiliki nilai p-value sebesar 0,000 dimana nilai tersebut <0,05. Hal ini berarti Indeks Massa Tubuh (IMT) siswi memiliki hubungan yang signifikan dengan usia menarche. Kesimpulan dari penelitian ini, karakteristik responden sebagian besar siswi berumur 12 tahun sebanyak 18 orang (48,6%), Siswi mayoritas mengalami menarche di umur 11 tahun sebesar 14 orang (37,8%), Sebesar 56,8% (21 orang) mengalami menarche dini, Ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Usia Menarche pada siswi SMP Negeri 1. Saran pada penelitian perlu pemberian pendidikan mengenai kesehatan reproduksi oleh tenaga pendidik kepada siswi mengenai pentingnya status gizi normal yang berkoordinasi dengan Puskesmas Awa’ai dan Dinas Pendidikan. Diharapkan sekolah membentuk Unit Kesehatan Sekolah yang dapat memfasilitasi siswi untuk mengungkapkan masalahnya dengan bantuan guru dan tenaga kesehatan. Bagi orangtua agar lebih memperhatikan pola hidup anak seperti pola makan, kebiasaan anak selama di rumah, lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis, fisik serta penyuluhan kepada orangtua tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak perempuan masa pubertas untuk mencapai usia menarche normal.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMBINASI AROMATERAPI PEPPERMINT DAN LEMON UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH YANG BERLEBIHAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB RONNI SIREGAR Tarigan, Suci Nanda Resti; Parapat, Friska Margareth; Simanjuntak, Eva Hotmaria
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i1.5046

Abstract

One of the problems that occur during pregnancy that can increase the degree of pain is the occurrence of gestosis during pregnancy or diseases that typically occur during pregnancy, and one of the gestosis in pregnancy is hyperemesis gravidarum. The impact can occur on the mother and fetus. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the combination of Peppermint and Lemonade Aromatherapy in reducing excessive vomiting nausea in 1st trimester pregnant women. This study uses a type of quantitative research with a Quasi-Experimental design with a Non Randomized Pretest Posttest Design. This research was conducted in December 2023 at the Midwifery Room of Medan Adventist Hospital. The sampling technique in this study was total sampling with a sample of 10 people. The instrument in this study used the observation sheet PUQE-24 Scoryng System. Based on researcher data from 10 respondents before the intervention was given, 6 of them experienced severe vomiting nausea and 4 respondents experienced moderate vomiting nausea and after the intervention there was a decrease in the level of vomiting nausea, namely 6 respondents with moderate vomiting nausea and 4 respondents experienced a decrease in mild vomiting nausea. The statistical test in this study used the Paired Sample T Test. The results of statistical tests with the Paired Sample Test obtained p values of 0.000 < 0.05. The conclusion of the results of this study is that the combination of peppermint and lemonade aromatherapy is effective in reducing excessive vomiting nausea in 1st trimester pregnant women.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR DI TITIK P-6 TERHADAP KEJADIAN MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI KLINIK PRATAMA SARI MUTIARA TANDEM Putria, Elza; Hulu, Linca Vinci Marsyana; Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.5273

Abstract

Mual dan muntah ini merupakan hal yang fisiologis. Kondisi fisiologis ini akan berubah menjadi patologi apabila tidak dilakukan perawatan dengan baik. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi mual dan muntah yaitu dengan Akupresur pada titik perikardium 6 (P-6) selama 30 detik sampai 2 menit. Berdasarkan tingkatan secara general, stimulasi pada titik P-6 dapat mengaktifkan sistem modulasi pada sistem opioid, sistem non opioid dan inhibisi pada syaraf simpatik yang diharapkan akan terjadi penurunan frekuensi mual muntah. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi komplementer Akupresur pada titik P-6 terhadap penurunan mual dan muntah ibu hamil trimester 1 di Klinik Pratama Sari Mutiara Tandem. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner skor PUQE-24. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Only Design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang yaitu 15 orang diberi intervensi dan 15 orang sebagai kontrol dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian Uji independent T-test ρ=0,007< α=0,05, yaitu pada kelompok intervensi sebelum dilakukan akupresur rata-rata yaitu 8,20 dan pada kelompok kontrol yaitu 8,53. Setelah dilakukan akupresur, kelompok intervensi rata-rata derajat mual dan muntah yaitu 5,60 dan pada kelompok kontrol yaitu 7,53. Tenaga Kesehatan diharapkan dapat menerapkan intervensi akupresur P6 pada ibu hamil sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengurangi mual muntah yang dialaminya dan melakukan pendidikan kesehatan ataupun promosi kesehatan yang dapat diberikan kepada ibu hamil dalam mengurangi keluh
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI AULA KANTOR DESA KOLAM Resti Tarigan, Suci Nanda; Simanjuntak, Netti Meilani; Parapat, Friska Margareth
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah suatu hal yang penting bagi manusia, tanpa Kesehatan manusia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-harinya. Keadaan sehat menurut WHO merupakan suatu keadaan sejahtera meliputi fisik, mental dan social yang bebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan merupakan factor yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia secara social dan ekonomi. Jumlah penduduk yang sangat besar harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas hidup penduduk. Salah satu yang menjadi perhatian dalam masyarakat adalah Kesehatan reproduksi (Kespro). Banyak permasalahan yang menyangkut tentang Kesehatan reproduksi, salah satunya adalah kanker serviks yang merupakan jenis kanker pembunuh nomor dua (2) setelah kanker payudara pada wanita. Menurut WHO dalam Departemen Kesehatan Republik Indonesia ada sekitar 490.000 wanita diseluruh dunia didiagnosa menderita kanker serviks dan 240.000 kasus kematian wanita akibat kanker serviks dan 80% kasus terjadi di negara berkembang. Salah satu factor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks pada wanita akibat rendahnya cakupan deteksi dini akibat kurangnya informasi pada masyarakat. Deteksi dini pada kanker serviks ini merupakan sebuah terobosan yang inovatif dalam Kesehatan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat kanker tersebut. Sebagian besar wanita yang didiagnosis kanker leher Rahim tidak melakukan skrinning test atau menindaklanjuti setelah ditemukan hasil yang abnormal, selain itu biaya untuk pemeriksaan dini kanker serviks tersebut tidak murah, sehingga keterlambatan pemeriksaan pun terjadi akibat kurangnya pengetahuan pada masyarakat tentang kanker serviks, sehingga kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks tidak dilaksanakan. Test IVA merupakan salah satu Tindakan pencegahan kanker serviks metode IVA ini merupakan sebuah metode skrinning yang praktis dan murah, sehingga diharapkan temuan kanekr servisk dapat diketahui secara dini. Penyebab yang menjadi kendala pada wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks adalah keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurang pengetahuan dan takut akan rasa sakit serta keengganann karena malu saat dilakukannya pemeriksaan. Kesadaran yang rendah pada masyarakat tersebut menjadi salah satu factor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian kanker leher Rahim di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kolam.
Penyuluhan dan Pelaksanaan Pemberian Kompres Hangat Dengan Pengurangan Nyeri Dismenorhoe Primer Pada Remaja Putri Di SMP Usia Tama Tarigan, Suci Nanda Resti; Simanjuntak, Netti Meilani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan suatu periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa, biasanya mulai usia 10-19 tahun. Remaja tersebut mengalami perubahan tiga aspek yaitu perkembangan psikososial yang menyatakan bahwa remaja berusaha untuk mencari jati diri, perkembangan kognitif yang merupakan kemampuan berfikir dan perubahan fisik. Perubahan fisik pada remaja merupakan tanda-tanda pubertas yang terjadi karena perubahan hormonal, sehingga dapatm engakibatkan terjadinya perubahan penampilan pada remaja. Disemnorea dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktifitas para Wanita khsusunya remaja. Jika seorang siswi mengalami dismenorea, aktifitas belajar mereka disekolah terganggu dan tidak masuk sekolah. Angka kejadiannyeri menstruasi (dismenorea) di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuandi setiap Negara mengalami nyeri menstruasi (dismenorea). Di Amerika angka persentasenya sekitar 60% dan di Swedia sekitar 72%. Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi. Angka kejadian (Prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45-95% di kalangan Wanita usia reproduktif. Angka kejadian dismenorea tipe primer di Indonesia adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya adalah penderita dengan tipe sekunder. Walaupun tidak berbahaya namun sering kali dirasa menganggu bagi Wanita yang mengalaminya. Pemberian kompres hangat merupakan salah satu tindakan mandiri. Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah ke jaringan penyaluran zat asam dan makanan ke sel-sel di perbesar dan pembuangan dari zaat-zat di perbaiki yang dapat mengurangi rasa nyeri haid primer yang di sebabkan suplai darah ke endometrium kurang, Pemberian kompres hangat memakai prinsip pengantaran panas melalui cara konduksi yaitu dengan menempelkan botol yang berisi air hangat pada perut sehingga akan terjadi perpindahan panas dari botol tersebut kedalam perut, sehingga akan menurunkan nyeri pada wanita dengan dismenore primer, karena pada wanita dengan dismenore ini mengalami kontraksiuterus dan kontraksi otot polos. Kompres air hangat ini sangat efektif dalam menurunkan nyeri menstruasi (dismenore). Pemberian Peningkatan suhu dapat melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah lokal. Oleh karena itu, peningkatan suhu yang disalurkan melalui kompres hangat dapat meredakan nyeri menstruasi (dismenore)dengan menyingkirkan produk-produk inflamasi, seperti bradikinin, histamin dan prostaglandin yang akan menimbulkan rasa nyeri lokal.
Penyuluhan Imunisasi Pada Bayi Usia 0-9 Bulan Di Klinik Mariana Kecamatan Medan Sunggal Simanjuntak, Netti Meilani; Simanjuntak, Eva Hotmaria; Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit adalah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi merupakan hal yang wajib diberikan pada bayi usia 0-9 bulan.usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh bertujuan untuk merangsang pembuatan antibody terhadap penyakit tertentu. Imunisasi yang telah diwajibkan oleh pemerintah sebagaimana juga yang telah diwajibkan WHO antara lain : imunisasi BCG, DPT, Hepatitis, Campak dan Polio.pelayanan imunisasi dapat diperoleh di unit pelayanan Kesehatan milik pemerintah, seperti rumah sakit, puskesmas bahkan posyandu yang tersebar diseluruh tanah air. Imunsasi DPT merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi,imunisasi bermanfaat mencehaj infeksi penyakit difteri dan pertusis atau batuk 100 hari. Posyandu berperan penting untuk membantu menurunkan permasalahan pada ibu dan bayi. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat, sehingga masyarakat sendiri yang aktif membentuk, menyelenggarakan dan memanfaatkan posyandu. Keterlibatan dalam kegiatan posyandu yang tinggi jarang dijumpai di semua tempat. Karena partisipasi masyarakat sangat dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan dan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, Sebagian besar masyarakat bekerja di sector informal dan memiliki tingkat Pendidikan yang rendah. Diharapkan dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang imunisasi dan pemeriksaan rutin, maka dapat meningkatkan Kesehatan bayi baik kekebalan tubuh bayi lewat pemberian vaksinasi.
Pelaksanaan Penyuluhan Tentang Hipertensi dan Indeks Massa Tubuh Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Hutapaung Simanjuntak, Netti Meilani; Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses kehamilan merupakan hal yang fisiologis sepanjang daur kehidupan wanita. Sebagian besar kehamilan berlangsung dengan aman akan tetapi terdapat 15% ibu hamil mengalami komplikasi. Salah satu komplikasi yang dialami pada kehamilan adalah peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah selama kehamilan merupakan penyebab kesakitan dan kematian ibu di negara berkembang. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya hipertensi dalam kehamilan adalah berat badan. Selain masalah gizi berlebih atau obesitas juga ditemukan adanya keterkaitan antara kejadian pre eklamsia dengan gizi buruk. Prevalensi kegemukan meningkat pada negara yang berpenghasilan tinggi maupun rendah. Sekitar 20 – 25 % perempuan menderita hipertensi kronik akan mengalami pre eklamsia pada saat hamil. Tingginya kasus kematian ibu akibat pre eklamsia mencapai 2,3 – 3 %. Pada penduduk usia ≥15 tahun yang obesitas, prevalensi lebih tinggi pada perempuan (29,3%) dibandingkan pada laki- laki (14,5%). Prevelansi lebih tinggi di perkotaan (25,1%) daripada perdesaan (17,8%). Sedangkan menurut kelompok umur, obesitas tertinggi pada kelompok umur 40-44 tahun (29,6%). Ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan saat kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama hamil dan saat persalinan, seperti hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi saat hamil). Demikian eratnya kaitan antara IMT dan kejadian preeklampsia, sehingga pemeriksaan IMT secara rutin mutlak diperlukan. Pemeriksaan secara rutin dan berkala diharapkan dapat digunakan sebagai sumber data dalam mengetahui kondisi ibu hamil dari waktu ke waktu.
Edukasi Pemberian Aromaterapi Lemon (Citrus Limon) Terhadap Dismenore Pada Remaja Putri Di Puskesmas Gebang Tarigan, Suci Nanda Resti; Juneris Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi dismenore menurut data World Health Organization (WHO) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 (90%) menderita Dismenore dan 10-15% orang mengalami dismenore berat. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi, secara nonfarmakologi salah satunya dengan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon (Citrus limon) terhadap Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP Tri Jaya Medan Denai. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pre and post tes with contol group. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII yang mengalami Dismenore berjumlah 14 orang dengan (7 kelompok intervensi dan 7 kelompok control) yang akan diteliti, teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Face Pain Scale Revised (FPS-R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dapat menurunkan tingkat nyeri Dismenore dengan hasil uji Mann Withney sebesar 0.001 artinya terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lemon. Diharapkan remaja putri di SMP Tri Jaya yang mengalami Dismenore dapat menggunakan aromaterapI lemon untuk mengurangi tingkat nyeri Dismenore.
Edukasi Pemberian Kombinasi Aromaterapi Peppermint dan Lemon Dalam Mengurangi Mual dan Muntah Yang Berlebihan Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Besitang Tarigan, Suci Nanda Resti; Juneris Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi pada masa kehamilan yang bisa meningkatkan derajat kesakitan adalah terjadinya gestosis pada masa kehamilan atau penyakit yang khas terjadi pada masa kehamilan dan salah satu gestosis dalam kehamilan adlaah hyperemesis gravidarum. Dampak yang ditimbulkan dapat terjadi pada ibu dan janin. Emesis terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Serratus dari seribu kehamilan, gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HcG dalam serum. Pengaruh fisiologi kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena system saraf atau pengosongan lambung yang berkurang sehingga menyebabkan mual muntah pada ibu hamil. Sebagian besar kejadian emesis dan hyperemesis mulai terjadi pada usia kehamilan 4 sampai 10 minggu dan umumnya mulai membaik pada usia kehamilan 20 minggu. Sebagian kecil dapat berlanjut sampai usia kehamilan 20-24 minggu. Dampak yang ditimbulkan dari mual muntah yang berlebihan adalah ibu akan kekurangan nutrisi dan cairan sehingga keadaan fisik ibu menjadi lemah dan Lelah. Sedangkan dampak pada bayinya adalah bayi bisa mengalami BBLR, IUGR, premature hingga terjadi abortus. Rasa mual dan muntah dapat dicegah dengan menggunakan pengobatan farmakologis dan non farmakologis.metode farmakologis dapat diberikan cairan pengganti seperti glukosa 5% sampai 10%, vit C dan vit B serta anti mual muntah. Sedangkan terapi non farmakologis dapat dilakukan dengan akupuntur, diet dan aromaterapi. Namun penggunaan obat-obatan farmakologi dapat menyebabkan efek samping pada ibu dan bayi, untuk itu pengobatan non farmakologi menjadi salahs atu alternatif untuk mengurangi mual dan muntah. Selain itu bisa juga terapi perpaduan kombinasi aromaterapi peppermint dan lemon yang dapat mengurangi mual dan muntah Dimana lemon mengandung limonene citral, linalyl, linalool, terpineol yang dapat memberikan perasaans enang, meningkatkan nafsu makan, melancarkan peredaran darah dans ebagai sedative. Dan peppermint mengandung minyak adsiri berupa menthol. Aromaterapi ini mampu mempengaruhi saraf pada hypothalamus sehingga dapat meminimalisir rasa mual dan muntah. Campuran minyak aromaterapi ini disebut sinergi, Dimana sinergi ini lebih efektif dari pada satu jenis minyak esensial.