Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN SERVANT LEADERSHIP DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH Novia Ananda; Abdul Fattah Nasution; Indah Permata Sari Sitorus; Muhammad Ilham; Erwinda Rahim Tanjung
Cemara Education and Science Vol. 4 No. 1 (2026): Vol IV. Edisi I. Tahun 2026
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya positif di sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mendukung pengembangan karakter peserta didik. Pembentukan budaya tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai pengarah nilai, norma, dan praktik yang berkembang di lingkungan sekolah. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang relevan dalam konteks pendidikan adalah servant leadership, yang menempatkan pelayanan, keteladanan, dan pemberdayaan sebagai inti praktik kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan servant leadership dalam membangun budaya positif di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan dan analisis berbagai sumber literatur berupa buku ilmiah, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan kepemimpinan pendidikan, servant leadership, dan budaya sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa servant leadership berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya budaya positif di sekolah melalui penguatan kepercayaan, peningkatan kualitas relasi antar warga sekolah, pengembangan kolaborasi, serta pembentukan disiplin dan karakter berbasis kesadaran. Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan tidak hanya berdampak pada efektivitas manajerial, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, servant leadership dapat dipandang sebagai pendekatan kepemimpinan yang efektif dalam mendukung penguatan budaya positif di sekolah.
Strategi Guru Generasi Z dalam Menanamkan Nilai Adab kepada Siswa Generasi Alpha di SMP IRA Medan Erwinda Rahim Tanjung; Khairuddin Khairuddin
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.984

Abstract

Tantangan perkembangan moral di era digital, di mana siswa Generasi Alpha sangat dipengaruhi oleh teknologi dan media sosial, sehingga peran guru Generasi Z yang memahami perkembangan teknologi menjadi penting dalam membentuk karakter dan adab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Generasi Z dalam menanamkan nilai adab kepada siswa Generasi Alpha di SMP IRA Medan, mengetahui efektivitasnya, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP IRA Medan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh hasil yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Generasi Z dalam menanamkan nilai adab dilakukan melalui pendekatan pembiasaan dan keteladanan terstruktur, terutama melalui program muhasabah rutin setiap tiga bulan yang diintegrasikan dengan kegiatan tahajud berjama’ah, serta metode storytelling dalam pembelajaran. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian siswa terhadap sesama. Faktor pendukung utama meliputi penggunaan media digital yang variatif (video dan PowerPoint) serta fasilitas sekolah yang memadai, sementara faktor penghambat utamanya berasal dari pengaruh lingkungan pergaulan siswa di luar sekolah.