Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pelatihan Sangkakala di Gereja Higher Than Ever sebagai Media Pendidikan Seni Septian Cipto Nugroho; Wadiyo Wadiyo; Agus Cahyono; Wahyu Lestari
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan musik ibadah di Gereja yang begitu dinamis, terus bergerak, dan menciptakan hal-hal baru menjadikan musik ibadah di Gereja perlu mendapat perhatian. Evaluasi terhadap musik ibadah di Gereja menjadi penting untuk membentuk musik ibadah di Gereja semakin baik. Demikian juga pentingnya evaluasi terhadap pelatihan sangkakala di Gereja Higher Than Ever yang dilaksanakan seminggu sekali, supaya pelatihan sangkakala di Gereja Higher Than Ever terlaksana dengan maksimal dan memperoleh hasil yang maksimal. Teori utama yang digunakan untuk membedah masalah yaitu teori evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya materi yang masih kurang diajarkan dalam pelatihan sangkakala di Gereja Higher Than Ever yaitu materi pernafasan. Begitu pentingnya materi pernafasan dalam instrumen tiup yaitu untuk tetap menjaga kesehatan. Saran yang diberikan peneliti yaitu dengan memberikan materi pernafasan diafragma sebagai pernafasan yang tepat untuk meniup sangkakala. Sehingga akan membantu pemain sangkakala untuk menghasilkan tiupan yang baik, dan menjaga kesehatan peniup sangkakala agar tidak terkena penyakit hernia atau turun berok.
The Symbolic Interaction in Trumpets Playing During Worship Ceremony at Higher Than Ever Church Agus Cahyono; Septian Cipto Nugroho; Wadiyo Wadiyo
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 38 No 3 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v38i3.2334

Abstract

The trumpet is an ancient instrument made of a sheep’s horn that is found in the Bible. In worship at the Higher Than Ever Church, the trumpet instrument is combined with modern musical instruments. Dealing with the background, the main focus of this study is related to symbolic interaction in the playing of Trumpet. The qualitative method using a research approach to the sociology of art approach was used in this research. The data obtained through observation, interviews, and documentation. Checking the validity of the data used source triangulation and data analysis used the contextualization of the synthesis model. The finding indicated that the symbolic interaction of playing the Trumpet started with Bible study activities, then it was conveyed to the congregation through the activity of Family Altar and other congregational activities, then after that the Trumpet instrument was played in the main worship ceremony. The conclusion has showed that symbolic interaction occurs between the Pastoral team and God through Bible study. Further, it is also between the Pastoral team and the leaders of the Family Altar, between the head of the Family Altar and church members, between the Trumpet players. Congregation and God when the worship ceremony is taking place.
Pembelajaran Pianika sebagai Media Pemahaman Pembelajaran Seni Musik untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang Nugroho, Septian Cipto; Rifki, Muhammad
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i1.707

Abstract

Pemahaman siswa tentang notasi musik masih berbeda-beda satu dengan yang lain. Musik sendiri memiliki satuan penyebutan penulisan dan pengucapan notasi yang pakem. Penyampaian materi pendidikan seni musik seharusnya dapat menjadi tempat untuk memberi pemahaman yang tepat kepada siswa. Tujuan penelitian yaitu untuk memberi pemahaman teori musik sesuai pakem melalui instrumen pianika pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang. Sistem Among yaitu asah, asih, dan asuh, menjadi pisau bedah dalam artikel ini. Metode kualitatif dengan pre test, observasi terlibat, wawancara, dokumentasi dan post test di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang dilakukan peneliti untuk penulisan penelitian. Data-data direduksi untuk menyaring penyajian data dalam artikel ini. Hasil penelitian melalui pre test masih banyak siswa yang bingung tentang penyebutan nada dan unsur musik lainnya. Observasi terlibat menunjukkan keinginan siswa untuk dapat memahami teori musik dengan benar untuk bisa berkreativitas musik yang lebih baik lagi. Post test menghasilkan hasil yang baik dengan indicator siswa dapat memahami berbagai macam teori musik yang penulis sampaikan melalui materi. Simpulan dari penelitian ini sumber daya manusia dalam hal ini siswa untuk memahami teori musik menjadi salah satu hal penting untuk meningkatkan kreativitas siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang.
Pembelajaran Pianika sebagai Media Pemahaman Pembelajaran Seni Musik untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang Nugroho, Septian Cipto; Rifki, Muhammad
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i1.707

Abstract

Pemahaman siswa tentang notasi musik masih berbeda-beda satu dengan yang lain. Musik sendiri memiliki satuan penyebutan penulisan dan pengucapan notasi yang pakem. Penyampaian materi pendidikan seni musik seharusnya dapat menjadi tempat untuk memberi pemahaman yang tepat kepada siswa. Tujuan penelitian yaitu untuk memberi pemahaman teori musik sesuai pakem melalui instrumen pianika pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang. Sistem Among yaitu asah, asih, dan asuh, menjadi pisau bedah dalam artikel ini. Metode kualitatif dengan pre test, observasi terlibat, wawancara, dokumentasi dan post test di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang dilakukan peneliti untuk penulisan penelitian. Data-data direduksi untuk menyaring penyajian data dalam artikel ini. Hasil penelitian melalui pre test masih banyak siswa yang bingung tentang penyebutan nada dan unsur musik lainnya. Observasi terlibat menunjukkan keinginan siswa untuk dapat memahami teori musik dengan benar untuk bisa berkreativitas musik yang lebih baik lagi. Post test menghasilkan hasil yang baik dengan indicator siswa dapat memahami berbagai macam teori musik yang penulis sampaikan melalui materi. Simpulan dari penelitian ini sumber daya manusia dalam hal ini siswa untuk memahami teori musik menjadi salah satu hal penting untuk meningkatkan kreativitas siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Semarang.
PERAN MEDIA REKAM DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI KREATIF MAHASISWA: STUDI PADA PEMBELAJARAN MUSIK DIGITAL DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Septian Cipto Nugroho; Feritrio Harmony
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.167

Abstract

Pendidikan seni adalah sektor pendidikan yang sangat erat dengan kreativitas. Kreativitas dalam pendidikan seni tentunya akan membentuk sumber daya manusia yang kreatif. Dari sinilah kemudian banyak muncul industri kreatif di bidang seni musik, salah satunya pada perusahaan rekaman. Di era digital ini rekaman musik digital sudah banyak dikembangkan dalam industri musik yang sering disebut home recording. Hal ini tidak lepas dari kontribusi pendidikan seni musik, khususnya di Pendidikan Seni Musik, Universitas Negeri Semarang, dalam mendidik mahasiswa jurusan seni musik melalui pembelajaran media rekam. Pengetahuan mengenai peralatan inti yang digunakan untuk rekaman musik (recording), pemahaman konsep rekaman audio atau musik beserta teknik-teknik perekaman, serta publikasi musik digital menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun industri kreatif di bidang musik.
The Performance of the Shofar: Musical Liturgical Practice in Contemporary Christian Worship Septian Cipto Nugroho; Wadiyo Wadiyo; Syahrul Syah Sinaga; Maria Angelita Widna
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v26i3.15449

Abstract

This study addresses the need to enhance theological and musical literacy in contemporary Christian worship, where the Shofar is often used without a clear understanding of its sacred sound structure. The Shofar, rooted in Torah and Talmudic traditions, embodies symbolic and acoustic meanings that have been reinterpreted in Christian liturgical contexts. By examining this conceptual gap, the research positions the Shofar as a symbol of resurgent church music whose theological and musical depth has frequently been overlooked. Using a liturgical studies framework that integrates theology and musicology, this qualitative case study was conducted among pastors, worship leaders, musicians, and Shofar players across five charismatic and Pentecostal churches in Java, Indonesia. Data were collected through interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed using content analysis and the Miles, Huberman, and Saldana interactive model. Findings indicate that most practitioners emphasize the Shofar’s symbolic and emotional appeal while neglecting its tonal codes: Tekiah, Shevarim, Teru’ah, and Tekiah Gedolah. The study concludes by emphasizing the importance of restoring interpretive depth and theological discernment through structured liturgical understanding, ensuring that sacred sound continues to serve as a coherent medium of worship, theology, and musical formation.