Muhyar Fanani
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Bullion Bank Syariah Terhadap Transformasi Keuangan Syariah dan Ketahanan Ekonomi Nasional Cinanthya Yuwono; Rohmadi; Nasihun Amin; Muhammad Sulton; Muhyar Fanani; Dwi Kuswianto
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 13 No. 1 (2026): Vol. 13, No. 1, April 2026
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v13i1.29448

Abstract

Bullion Bank Syariah berperan strategis sebagai instrumen intermediasi keuangan berbasis emas yang mengintegrasikan sektor riil dan sektor keuangan syariah, sehingga mampu mendorong transformasi sistem keuangan syariah melalui inovasi layanan investasi, peningkatan inklusi keuangan, dan digitalisasi transaksi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan menyediakan stabilitas likuiditas, diversifikasi aset, serta pengurangan kerentanan terhadap tekanan eksternal dan ketidakpastian ekonomi global. Penelitian ini bertujuan menganalisis Bullion Bank Syariah berperan terhadap transformasi skeuangan syariah dan ketahanan ekonomi nasional. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dengan mengolah data hasil kusioner 59 nasabah billion bank syariah berbasis PLS-SEM melalui SmartPLS 4 dan statistik deskriptif untuk menguji hubungan klausal antara Bullion Bank Syariah, Transformasi Keuangan Syariah, dan Ketahanan Ekonomi Nasional, serta pendekatan kualitatif untuk memahami konteks kebijakan, implementasi, dan dinamika kelembagaan secara mendalam. Hasil Hasil utama penelitian ini menunjukkan bahwa Bullion Bank Syariah berpengaruh signifikan namun belum kuat dan tidak konsisten terhadap Transformasi Keuangan Syariah serta memiliki pengaruh positif yang sangat lemah terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional. Kesimpulannya, Bullion Bank Syariah belum berfungsi sebagai instrumen strategis yang efektif dalam mendorong transformasi sistem keuangan syariah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena dampaknya masih terbatas dan sangat bergantung pada dukungan ekosistem kebijakan, literasi, serta integrasi sistem keuangan yang lebih matang.
Peran Bullion Bank Syariah Terhadap Transformasi Keuangan Syariah dan Ketahanan Ekonomi Nasional Cinanthya Yuwono; Rohmadi; Nasihun Amin; Muhammad Sulton; Muhyar Fanani; Dwi Kuswianto
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 13 No. 1 (2026): Vol. 13, No. 1, April 2026
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v13i1.29448

Abstract

Bullion Bank Syariah berperan strategis sebagai instrumen intermediasi keuangan berbasis emas yang mengintegrasikan sektor riil dan sektor keuangan syariah, sehingga mampu mendorong transformasi sistem keuangan syariah melalui inovasi layanan investasi, peningkatan inklusi keuangan, dan digitalisasi transaksi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan menyediakan stabilitas likuiditas, diversifikasi aset, serta pengurangan kerentanan terhadap tekanan eksternal dan ketidakpastian ekonomi global. Penelitian ini bertujuan menganalisis Bullion Bank Syariah berperan terhadap transformasi skeuangan syariah dan ketahanan ekonomi nasional. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dengan mengolah data hasil kusioner 59 nasabah billion bank syariah berbasis PLS-SEM melalui SmartPLS 4 dan statistik deskriptif untuk menguji hubungan klausal antara Bullion Bank Syariah, Transformasi Keuangan Syariah, dan Ketahanan Ekonomi Nasional, serta pendekatan kualitatif untuk memahami konteks kebijakan, implementasi, dan dinamika kelembagaan secara mendalam. Hasil Hasil utama penelitian ini menunjukkan bahwa Bullion Bank Syariah berpengaruh signifikan namun belum kuat dan tidak konsisten terhadap Transformasi Keuangan Syariah serta memiliki pengaruh positif yang sangat lemah terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional. Kesimpulannya, Bullion Bank Syariah belum berfungsi sebagai instrumen strategis yang efektif dalam mendorong transformasi sistem keuangan syariah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena dampaknya masih terbatas dan sangat bergantung pada dukungan ekosistem kebijakan, literasi, serta integrasi sistem keuangan yang lebih matang.
From Doctrine to Domestic Resilience: The Lived Meaning of Mīṡāqan Ghalīẓan among Salafi Families Tri Wahyu Hidayati; Siti Robikah; Muhyar Fanani; Ahmad Baha
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v20i1.15475

Abstract

This article examines the lived meaning of mīṡāqan ghalīẓan, the solemn marital covenant articulated in Q.S. al-Nisāʾ [4]:21, among Salafi families in Semarang Regency, Indonesia. Focusing on how these families respond to domestic tensions and economic pressures, the study situates mīṡāqan ghalīẓan at the intersection of Qur’anic exegesis, maqāṣid al-sharīʿah, and everyday marital practice. Based on qualitative fieldwork involving in-depth interviews and participant observation, the article shows that mīṡāqan ghalīẓan is not understood merely as a juridical formula within marriage, but as a moral-spiritual covenant that shapes spousal relations, conflict resolution, and household economic decision-making. The findings reveal that marital disagreements are commonly managed through musyāwarah, ethical self-restraint, and mutual accountability, while economic hardship is interpreted as a spiritual trial requiring patience, cooperation, and shared responsibility. These practices challenge the common assumption that Salafi marital life is inherently rigid, patriarchal, or authoritarian. Instead, they reveal a relational ethic rooted in religious discipline, negotiated responsibility, and moral accountability. Seen from the maqāṣid al-sharīʿah, these practices help protect five essential values in Islam: religion, life, intellect, family lineage, and property. By connecting Qur’anic interpretation with lived marital experience, this study contributes to contemporary debates on Islamic family ethics, Salafi social practice, and Muslim family resilience. It argues that mīṡāqan ghalīẓan operates not only as a theological and legal concept, but also as a dynamic ethical framework for sustaining family resilience in contemporary Muslim societies.