Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

INTEGRASI KONSEP GREEN CONSTRUCTION DENGAN BUDAYA LOKAL MBOJO Israjunna, Israjunna; Setiawan, Wira; Syaputri, Sulis; Setyobudi, Risang
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i2.1939

Abstract

Green construction merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan efisiensi energi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan. Dalam konteks lokal, budaya Mbojo yang berasal dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan hijau. Menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam praktik pembangunan rumah tradisional seperti Uma Lengge, yang telah lama mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan secara alami, seperti penggunaan material lokal, ventilasi silang alami, struktur tahan gempa, serta harmoni sosial dan spiritual dalam proses pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tradisional masyarakat Bima secara tidak langsung telah menerapkan prinsip konstruksi hijau yang selaras dengan pendekatan modern. Dengan memahami nilai-nilai lokal melalui perspektif orang dalam (emik), pendekatan green construction dapat dikembangkan secara lebih kontekstual dan berakar pada budaya setempat. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak hanya penting untuk identitas budaya, tetapi juga relevan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional.
Analysis of Primary Drainage System Capacity in Supporting Urban Flood Resilience for the NUFReP Project Muziburrahman Muziburrahman; Muh. Apriansyah; Sulis Syaputri
RESWARA: Jurnal Riset Ilmu Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): RESWARA: Jurnal Riset Ilmu Teknik, July 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/reswara.v4i3.693

Abstract

Urban flooding in Santi Village, Bima City, remains a problem despite the implementation of the National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). This study aims to analyze the capacity of the primary drainage system to support urban flood resilience. The study employs a mixed-methods approach through hydrological and hydraulic analyses, as well as modeling using the Storm Water Management Model (SWMM). The hydrological analysis yielded a design flood discharge of 14.79 m³/s, while the hydraulic analysis indicated a primary drainage capacity of 45.46 m³/s with a flow velocity of 2.37 m/s. The SWMM simulation results showed that the water level remained below the channel’s peak elevation without any overflow or surcharging, indicating that the channel capacity remains adequate with a utilization rate of approximately 32.53%. The study concluded that the primary drainage capacity is still capable of accommodating the design flood discharge, while the potential for flooding is more significantly influenced by sedimentation, debris blockages, and suboptimal maintenance and connectivity of the drainage network.
Pelatihan SAP2000 dalam Desain Jembatan Truss Baja Syahrul Alamsyah; Wira Setiawan; Sulis Syaputri; Muh Apriansya
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.192

Abstract

Pelatihan perangkat lunak SAP2000 menjadi penting dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik sipil dalam perancangan struktur jembatan, khususnya jembatan truss baja. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan SAP2000 yang difokuskan pada desain jembatan rangka (truss) baja, mencakup pemodelan geometri, pembebanan, analisis struktur, dan interpretasi hasil. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep desain struktur dan penggunaan perangkat lunak berbasis analisis elemen hingga (FEA). Pelatihan ini juga memperkuat keterampilan teknis yang relevan dengan dunia kerja teknik sipil masa kini.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima isra junna; wira Setiawan; Sulis Syaputri; Risang Setyobudi; Saktiadin Idrus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
Studi Perbandingan Penggunaan Batu Kali dan Beton sebagai Konstruksi Saluran Irigasi di Desa Sondo Kecamatan Monta Kabupaten Bima Sulis Syaputri; Ratnasari Ratnasari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan batu kali dan beton sebagai bahan konstruksi saluran irigasi berdasarkan aspek efektivitas aliran air, biaya konstruksi, dan ketahanan struktural. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan kinerja kedua material dalam mendukung fungsi saluran irigasi. Lokasi penelitian berada di Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta analisis terhadap kondisi fisik saluran irigasi yang ada. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membandingkan karakteristik teknis dan ekonomis dari saluran yang menggunakan batu kali dan beton sebagai material konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran irigasi berbahan beton memiliki keunggulan dalam hal efisiensi hidraulik, ketahanan struktur, serta tingkat kebocoran yang lebih rendah sehingga mampu mendistribusikan air secara lebih stabil dan efisien. Di sisi lain, saluran yang menggunakan batu kali memiliki keunggulan pada biaya konstruksi awal yang relatif lebih rendah serta kemudahan dalam proses pembangunan karena memanfaatkan material lokal yang tersedia di sekitar lokasi dan tenaga kerja setempat. Oleh karena itu, pemilihan material saluran irigasi perlu mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, ketersediaan anggaran, serta kebutuhan pemeliharaan dan keberlanjutan sistem irigasi dalam jangka panjang.
Evaluation of Floor Plates in the Bima City Regional General Hospital Building Muhammad Syaiful; Wira Setiawan; Sulis Syaputri
RESWARA: Jurnal Riset Ilmu Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): RESWARA: Jurnal Riset Ilmu Teknik, July 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/reswara.v4i3.739

Abstract

Floor slabs are the main structural elements that withstand the gravitational load of multi-storey buildings. This study aims to evaluate the deflection of the roof floor plate of the Bima City Regional General Hospital (RSUD) building to ensure the safety and adequacy of the structure based on service requirements. The analysis was performed numerically using SAP2000 v22 software with Shell-Thin elements. Structural data includes 8 m × 8 m slabs, 120 mm thick, concrete quality f'c = 25 MPa, fy steel quality = 420 MPa, and two-layer D10-150 reinforcement. Loading refers to SNI 1727:2020 and PPIUG 1983, with a total dead load of 4.16 kN/m² and a live load of 0.96 kN/m². The permissible deflection is calculated based on SNI 2847:2019 as δ_allow = L/240 = 33.33 mm. The results of the SAP2000 analysis showed a maximum deflection of 3.08 mm, which was far below the permissible limit, so that the roof floor plate of the Bima City Hospital was declared safe and met the requirements of the service limit country.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima isra junna; wira Setiawan; Sulis Syaputri; Risang Setyobudi; Saktiadin Idrus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
Development of a Drainage System to Enhance Flood Resilience in Santi Urban Village, Bima City Sulis Syaputri
Local Engineering Vol. 4 No. 2 (2026): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i2.256

Abstract

Flooding is a recurrent urban problem driven by increased surface runoff and inadequate drainage performance. Santi Urban Village in Bima City frequently experiences inundation during heavy rainfall because of insufficient channel capacity, sediment accumulation, and solid-waste blockage. This study evaluates the existing drainage system, estimates the design flood discharge, and develops an improved primary-channel design. Hydrological and hydraulic analyses were performed using rainfall records, channel dimensions, and field-condition data. The design flood discharge was estimated using the Rational Method, while channel conveyance capacity was calculated using Manning's equation. The results show that the design flood discharge is 4.25 m³/s, whereas the existing channel capacity is only 1.15 m³/s, equivalent to approximately 27% of the required capacity. A redesigned rectangular channel with a width of 2.0 m and a depth of 1.5 m provides a calculated capacity of 5.2 m³/s and a safety factor of 1.22. The proposed design can therefore accommodate the design discharge. Nevertheless, sustainable flood resilience also requires regular sediment removal, effective solid-waste management, infiltration measures, and community participation.