Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi budaya literasi mempersiapkan studi lanjut ke SMA pada SMP Negeri 2 Tiom. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan sebanyak 8 orang terdiri dari kepala Sekolah, 4 orang guru dan 3 orang eksternal dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran, pegiat literasi dna tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi melalui keabsahandata. Teknik analisis data menggunakan teori interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 2 Tiom dalam strategi membangun budaya literasi melalui tahapan pembiasaan yaitu sekolah telah menerapkan kegiatan rutin membaca 15 menit sebelum pembelajaran sebagai bentuk pembiasaan literasi. Pembiasaan ini berhasil menumbuhkan minat membaca siswa, meningkatkan pemahaman awal terhadap teks, dan mempersiapkan siswa untuk kegiatan literasi lebih lanjut. Namun, konsistensi pelaksanaan dan pemanfaatan pojok baca di tiap kelas masih bervariasi, sehingga dampak pembiasaan belum merata di seluruh siswa. Kegiatan pengembangan literasi dilakukan melalui tindak lanjut setelah membaca, seperti meringkas, menulis tanggapan, dan diskusi buku. Strategi ini mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman isi buku, serta keberanian siswa dalam mengekspresikan ide secara lisan dan tulisan. Tantangan utama terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana, variasi bahan bacaan, serta pengembangan kreativitas menulis siswa yang masih perlu perhatian lebih. Tahap pembelajaran dengan mengntegrasikan literasi ke dalam pembelajaran di semua mata pelajaran dilakukan melalui penggunaan strategi sebelum, selama, dan setelah membaca, serta melalui pemberian tugas menulis dan penggunaan berbagai genre teks. Pelatihan literasi menulis bagi guru dan kolaborasi antar guru memperkuat implementasi strategi ini, sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan siswa lebih kreatif dalam menulis. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana/prasarana, manajemen waktu pembelajaran, serta variasi materi bacaan yang belum optimal.