Robert Masreng
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kinerja Guru Dalam Mendukung Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Turina Wenda; Robert Masreng; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Ida Mariati Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2478

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah informan sebanyak 4 orang terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran, 1 orang guru bimbingan konseling dan 1 orang siswa. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh kinerja guru 1) Perencanaan pembelajaran atau pembimbingan berpedoman pada kurikulum merdeka dalam menyusun RPP atau modul ajar berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi nyata lingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik dan selaras dengan perencanaan pembelajaran sistematis, menggunakan metode yang bervariasi, mengelola kelas secara kondusif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia. 3) Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan secara berkelanjutan, objektif, dan mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4) Pembimbingan dan pelatihan siswa telah dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. 5) Pelaksanaan tugas tambahan guru dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah yang mengacu pada peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan kompetensi serta beban kerja guru. 6) Faktor pendukung kinerja guru meliputi kebijakan perencanaan pembelajaran yang sistematis, supervisi akademik, variasi metode dan media pembelajaran, pemberian umpan balik serta remedial dan pengayaan, koordinasi antar guru, serta pelaksanaan tugas tambahan guru yang mendukung pembinaan siswa. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa, keterbatasan waktu guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi geografis sekolah yang menantang.
Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Toni Pagawak; Diki Kurniawan; Indah S. Budiarti; Urip Wahyudin; Robert Masreng
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2479

Abstract

Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tesis. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual yaitu sebagai pemilih, penghubung, pemecah masalah, evaluator, negosiator, penyembuh, pelindung dan sinergi serta faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah desriptif kualitatif. Informan yaitu kepala sekolah, guru, operator/tata usaha dan komite sekolah sebanyak 8 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data melalui kecermatan dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis kecerdasan intelektual yaitu 1) memilih mengambil keputusan secara musyawarah dengan guru, staf, dan komite sekolah, sehingga kebijakan yang dihasilkan relevan, realistis, dan adaptif terhadap konteks lokal, 2) penghubung utama antara guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat dengan komunikasi yang berjenjang, terbuka, dan terstruktur memungkinkan seluruh warga sekolah memahami program yang dijalankan, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. 3) Pemecah masalah secara rasional dan sistematis, dengan mengutamakan pengumpulan data, analisis, dan musyawarah. 4) Evaluator kinerja guru dan program sekolah secara rutin, sistematis, dan partisipatif. 5) Negosiator menyampaikan argumentasi logis, menyediakan alternatif solusi, dan memfasilitasi dialog antar pihak agar tercapai kesepakatan yang adil dan kondusif. 6) Penyembuh dengan pendekatan empatik, mendengarkan permasalahan guru, staf, dan siswa, serta memberi pendampingan dan dukungan moral. 7) Pelindung melindungi guru, staf, dan siswa dari tekanan. 8) Sinergi: Kepala sekolah mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah. 9) Faktor pendukung meliputi kerja sama guru dan staf, komunikasi terbuka, partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, dan penggunaan data berbasis bukti. Faktor penghambat meliputi jumlah guru terbatas, kondisi siswa yang beragam, keterbatasan akses pelatihan, sarana TIK dan administrasi yang terbatas, serta kondisi ekonomi orang tua yang beragam.