Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Literasi Gerak Dasar untuk Siswa Sekolah Dasar Ewendi W. Mangolo; Zainal Widyanto; Noventya Widyanuri; Afika Herma Wardani; Guntur Yusuf Rumpaidus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.8109

Abstract

Keterampilan gerak dasar merupakan fondasi penting dalam perkembangan motorik anak, yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif dalam aktivitas olahraga. Namun, banyak siswa sekolah dasar yang belum menguasai keterampilan ini secara optimal akibat kurangnya pemahaman dan praktik terarah di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Abepura dengan tujuan meningkatkan literasi gerak dasar siswa melalui pendekatan pelatihan yang terstruktur dan menyenangkan. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyusunan modul pelatihan, pemberian materi teoritis singkat, praktik keterampilan motorik (lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif), serta evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan gerak dasar siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kelincahan, koordinasi, dan keterampilan manipulasi bola. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif selama sesi pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan literasi gerak dasar dengan metode interaktif dapat menjadi strategi efektif dalam mengoptimalkan perkembangan fisik siswa sekolah dasar, serta menjadi model kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani yang dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain.
Curriculum Regulation Document Analysis on Strengthening Character Values through Physical Education Ewendi W. Mangolo; Heppy Hein Wainggai; Lestari Wulandari S; Yusinta Fransina Kabagaimu
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i2.28475

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum represents a significant reform in Indonesia’s national education system, aiming to provide greater flexibility and student-centered learning. In the context of Physical Education (PE) at the junior high school level, this curriculum seeks to enhance not only students’ physical abilities but also their character, creativity, and collaboration. This research evaluates the effectiveness of the Merdeka Curriculum in improving the quality of PE learning at State Junior High School  (SJHS) 4 Jayapura. The object of this study is the Physical Education learning process as applied under the Merdeka Curriculum at State Junior High School 4 Jayapura. The main objective is to analyze how well the curriculum promotes engaging, inclusive, and competency-based learning in PE classes. This study used a qualitative descriptive method. Data were gathered through classroom observations, interviews with PE teachers, and questionnaires distributed to students at the school. Findings indicate that the Merdeka Curriculum has a positive influence on the quality of PE learning, particularly in increasing student motivation, active participation, and the integration of character-building elements. Nonetheless, several challenges were identified, such as limited facilities, inconsistent implementation, and the need for continuous teacher training. In conclusion, the Merdeka Curriculum at State Junior High School 4 Jayapura demonstrates promising potential in enhancing PE learning. However, its success is highly dependent on adequate resources and ongoing professional development for educators. 
PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHAP PEMBIASAAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA MURID Hasni Rachman; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Ewendi W. Mangolo; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11666

Abstract

The low reading activity index and the high challenge of equalizing organic literacy culture in urban Papua are the background to this research. This problem triggers the importance of optimizing character development to protect students from exposure to urban digital media distractions. The focus of this research is to analyze the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in the habituation stage in fostering students' reading interest at SD Negeri Inpres Dok IX, Jayapura City. A qualitative, descriptive method approach was applied, where data were collected through participatory observation techniques, in-depth interviews with eleven key informants, and reinforced by documentation studies. Data analysis was conducted interactively using a cycle of reduction, data presentation, and triangulation-based verification. The research findings indicate that the 15-minute reading activity every morning has been effectively institutionalized as a routine to foster students' mental readiness to learn. The transformation of physical space through optimizing classroom reading corners and corridors as text-rich environments has been proven to provide intensive visual stimulation for the school ecosystem. The main conclusion confirms that strengthening sustainable literacy management based on local Papuan sociocultural wisdom has significantly succeeded in increasing students' self-confidence and expanding their vocabulary mastery. School management is recommended to implement a dynamic book rotation system across classes to prevent lifelong reader boredom. ABSTRAK Rendahnya indeks aktivitas membaca serta tingginya tantangan pemerataan budaya literasi organik di wilayah perkotaan Papua melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu pentingnya optimalisasi penumbuhan budi pekerti guna membentengi peserta didik dari paparan distraksi media digital urban. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat membaca murid di SD Negeri Inpres Dok IX Kota Jayapura. Pendekatan kualitatif metode deskriptif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sebelas informan kunci, serta diperkuat studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan siklus reduksi, penyajian data, dan verifikasi berbasis triangulasi. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas membaca 15 menit setiap pagi telah terlembaga secara efektif sebagai rutinitas penumbuh kesiapan mental belajar siswa. Transformasi ruang fisik melalui optimalisasi pojok baca kelas dan koridor sebagai lingkungan kaya teks terbukti memberikan stimulasi visual yang intensif bagi ekosistem sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan manajemen literasi berkelanjutan berbasis kearifan sosiokultural lokal Papua secara signifikan sukses meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas penguasaan kosakata murid. Manajemen sekolah direkomendasikan menerapkan sistem rotasi buku yang dinamis lintas kelas guna mencegah kejenuhan pembaca sepanjang hayat.    
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA MELALUI IMPLEMENTASI P5 TERINTEGRASI DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN Ni Wayan P. Susanti; Happy Lumbantobing; Juliana Waromi; Ewendi W. Mangolo; Mingsep R. Sampebua; Yulius Mataputun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10743

Abstract

This research aims to analyze the school principal's leadership in developing students' life skills through the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), integrated with the eight dimensions of the graduate profile at SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. These eight dimensions include Faith and Piety, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Independence, Health, and Communication, in accordance with the Permendikdasmen Regulation Number 10 of 2025. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, school committee, and students, as well as documentation studies. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully functioned as a driving force through a participative and innovative leadership style by contextualizing P5 themes based on Papuan local wisdom, such as catfish aquaculture and medicinal gardens. The scaffolding leadership strategy proved effective in fostering the independence of both teachers and students despite limited digital infrastructure and extreme weather challenges in the 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) region. The study concludes that the principal's role modeling, two-way communication, and transparent accountability are the primary keys to realizing students' resilient life skills (personal, social, and vocational) towards the Golden Generation 2045 vision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan di SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. Delapan dimensi tersebut meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi sesuai dengan regulasi Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan peran sebagai penggerak melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan inovatif dengan mengontekstualisasikan tema P5 berbasis kearifan lokal Papua, seperti budidaya lele dan apotek hidup. Strategi scaffolding leadership terbukti efektif menumbuhkan kemandirian guru dan siswa di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan cuaca ekstrem di wilayah 3T. Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan, komunikasi dua arah, dan akuntabilitas transparan pimpinan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kecakapan hidup (personal, sosial, dan vokasional) siswa yang tangguh menuju visi Generasi Emas 2045.  
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Eita Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Mingsep Rante Sampebua; Albaiti Albaiti; Monika Gultom; Ida M. Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Denius Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Juliana Waromi; C. Tanta; Monika Gultom; Diki Kurniawan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Strategi Budaya Literasi Mempersiapkan Studi Lanjut Ke SMA Pada SMP Negeri 2 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Mendien Kogoya; Robert Masreng; Monika Gultom; C. Tanta; Ewendi W. Mangolo; Ida M. Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi budaya literasi mempersiapkan studi lanjut ke SMA pada SMP Negeri 2 Tiom. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan sebanyak 8 orang terdiri dari kepala Sekolah, 4 orang guru dan 3 orang eksternal dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran, pegiat literasi dna tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi melalui keabsahandata. Teknik analisis data menggunakan teori interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 2 Tiom dalam strategi membangun budaya literasi melalui tahapan pembiasaan yaitu sekolah telah menerapkan kegiatan rutin membaca 15 menit sebelum pembelajaran sebagai bentuk pembiasaan literasi. Pembiasaan ini berhasil menumbuhkan minat membaca siswa, meningkatkan pemahaman awal terhadap teks, dan mempersiapkan siswa untuk kegiatan literasi lebih lanjut. Namun, konsistensi pelaksanaan dan pemanfaatan pojok baca di tiap kelas masih bervariasi, sehingga dampak pembiasaan belum merata di seluruh siswa. Kegiatan pengembangan literasi dilakukan melalui tindak lanjut setelah membaca, seperti meringkas, menulis tanggapan, dan diskusi buku. Strategi ini mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman isi buku, serta keberanian siswa dalam mengekspresikan ide secara lisan dan tulisan. Tantangan utama terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana, variasi bahan bacaan, serta pengembangan kreativitas menulis siswa yang masih perlu perhatian lebih. Tahap pembelajaran dengan mengntegrasikan literasi ke dalam pembelajaran di semua mata pelajaran dilakukan melalui penggunaan strategi sebelum, selama, dan setelah membaca, serta melalui pemberian tugas menulis dan penggunaan berbagai genre teks. Pelatihan literasi menulis bagi guru dan kolaborasi antar guru memperkuat implementasi strategi ini, sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan siswa lebih kreatif dalam menulis. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana/prasarana, manajemen waktu pembelajaran, serta variasi materi bacaan yang belum optimal.
KERJASAMA SEKOLAH DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Tiwena Wenda; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Robert Masreng; Monika Gultom; Ewendi W. Mangolo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10499

Abstract

The implementation of education policies in underdeveloped regions of Papua faces geographical barriers, digital limitations, and highly complex sociocultural dynamics. This study aims to analyze in-depth the collaboration mechanisms between schools and parents at SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, to improve student achievement. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected from eleven key informants through purposive sampling and validated using a triangulation strategy and sources. The research steps included participant observation at committee meetings, in-depth interviews regarding parenting patterns, and an analysis of the achievement information system. The research findings revealed that integrating WhatsApp communication with traditional methods such as home visits and contact books was highly effective in breaking down distance barriers and strengthening student discipline. Furthermore, family education through religious forums was proven to increase parents' understanding of the importance of daily learning support. The implementation of an informal talent mapping strategy also stimulated the intrinsic motivation of indigenous Papuan students. Quantitative results showed a tangible impact in the form of an increase in students' average academic scores from 70 to 78 and a significant decrease in absenteeism. The main conclusion confirms that a flexible, transparent partnership model based on the local wisdom of the Lani community is a strategic key in maintaining the sustainability of education services while breaking the chain of poverty in the interior of the Papua Highlands. ABSTRAK Penerapan kebijakan pendidikan di wilayah tertinggal Papua menghadapi hambatan geografis, keterbatasan digital, serta dinamika sosiokultural yang sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam mekanisme kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua di SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun dari sebelas informan kunci melalui teknik purposive sampling dan divalidasi menggunakan strategi triangulasi teknik serta sumber. Langkah penelitian mencakup observasi partisipatif pada rapat komite, wawancara mendalam terkait pola asuh, dan analisis sistem informasi prestasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi komunikasi media WhatsApp dengan metode tradisional seperti kunjungan rumah dan buku penghubung sangat efektif meruntuhkan kendala jarak serta memperkuat disiplin siswa. Selain itu, edukasi keluarga melalui forum keagamaan terbukti meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya pendampingan belajar harian. Penerapan strategi pemetaan bakat secara informal juga mampu membangkitkan motivasi intrinsik siswa asli Papua. Hasil kuantitatif menunjukkan dampak nyata berupa kenaikan rata-rata nilai akademik siswa dari skor 70 menjadi 78 serta penurunan angka absensi secara signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa model kemitraan yang fleksibel, transparan, dan berbasis kearifan lokal masyarakat Lani merupakan kunci strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di pedalaman Papua Pegunungan.