Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN SISIK IKAN DAN JERUK KALAMANSI Wica Elvina; Devi Silsia; Yessy Rosalina; Wuri Marsigit; Ulfah Anis
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v23i2.5289

Abstract

This study aimed to determine the effect of adding fish scale-derived chitosan and Calamansi (Citrus microcarpa), a local commodity widely available in Bengkulu Province, on the quality of transparent soap. The parameters analyzed included moisture content, pH, foam stability, and antimicrobial activity. The results showed that the physical characteristics of transparent soap differed mainly in color. Soap containing chitosan from tilapia scales exhibited a clear yellow color, while soap made with snapper scale chitosan showed a darker, orange-yellow hue. Chemically, both formulations met the Indonesian National Standard (SNI 3532:2016), with pH values ranging from 9.84 to 10.45, indicating safe use for the skin. The moisture content ranged from 10.5% to 11.2%, below the maximum SNI limit of 15%, suggesting good stability and a potentially longer shelf life. Foam stability exceeded 90%, demonstrating that fish scale chitosan contributed to the formation of stable foam. Antimicrobial testing revealed that soap containing tilapia scale chitosan exhibited stronger inhibition zones against Staphylococcus aureus (14.1 mm) and Escherichia coli (12.6 mm) compared to soap containing snapper scale chitosan.
Sosialisasi Potensi Kulit Kopi sebagai Pakan Alternatif Bernutrisi Tinggi untuk Ternak Ika Gusriani; Suci Rahmawati; Wica Elvina; Anita Marianata
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3025

Abstract

Produksi kopi yang tinggi di Kabupaten Kepahiang Bengkulu, menyebabkan limbah kulit kopi yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, peternak lokal menghadapi tantangan ketersediaan pakan berkualitas yang terjangkau. Tujuan kegiatan : 1). Mentransfer teknologi fermentasi kulit kopi kepada masyarakat mitra, 2). Menghasilkan pakan ternak fermentasi berbasis limbah kulit kopi yang layak pakai, 3). Meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan peternak terhadap pengelolaan limbah dan pakan alternatif. Teknologi yang digunakan adalah fermentasi anaerob kulit kopi menggunakan mikroba seperti EM4 untuk meningkatkan nilai nutrisi. Proses ini terdiri dari tahap pencacahan, inokulasi, fermentasi tertutup, dan pengeringan. Teknologi ini bersifat sederhana, aplikatif, dan berbasis potensi lokal yang memungkinkan adopsi berkelanjutan oleh masyarakat. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan penyediaan sarana fermentasi sederhana, mitra diharapkan mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri. Program ini juga membuka potensi ekonomi baru dari sektor limbah pertanian yang selama ini terabaikan.