Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Ekonomi Islam Berdasarkan Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 275–281 M. Rafqi Amin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v4i6.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran para mufasir terhadap QS. Al-Baqarah ayat 275–281, mengidentifikasi nilai-nilai ekonomi Islam yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis bentuk implementasi nilai-nilai tersebut dalam praktik ekonomi kontemporer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik ekonomi berbasis riba di tengah masyarakat modern, sementara Al-Qur'an melalui QS. Al-Baqarah 275–281 telah memberikan kerangka etika ekonomi yang komprehensif, namun kajian yang mengintegrasikan penafsiran keenam ayat tersebut secara utuh dengan analisis implementasinya masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari sumber primer berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah 275–281 memuat enam nilai ekonomi Islam yang saling berkaitan, yaitu keadilan dalam transaksi, orientasi pada keberkahan, konsistensi antara keimanan dan praktik ekonomi, ketegasan meninggalkan riba, kepedulian sosial terhadap pihak yang kesulitan, serta kesadaran akan pertanggungjawaban akhirat. Nilai-nilai tersebut relevan diimplementasikan pada tataran individu, lembaga keuangan syariah, maupun kebijakan ekonomi, meskipun tantangan implementasi tetap ada akibat kompleksitas transaksi keuangan modern yang kerap menyamarkan unsur riba dalam bentuk baru. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian tafsir ekonomi Islam sekaligus menjadi rujukan praktis bagi lembaga keuangan syariah, regulator, dan masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi Islam secara lebih konsisten.
Analisis Hukum Islam terhadap Praktik Gadai Sawah di Jorong Tabek Pala Nagari Talang Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Angel Sophia Intan; Johan Agustian; B.R.E. Yunanda; M. Rafqi Amin; Herianto Hasibuan; Deby Ramadani Putri; Achyar Riyanda Halim
JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Gema Perencana
Publisher : POKJANAS Bekerja Sama Biro Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61860/jigp.v4i2.257

Abstract

In Indonesia, Islamic law contributes significantly to the formation of the national legal system and legislation. However, in Nagari Talang, particularly in Jorong Tabek Pala, the situation shows otherwise. One of the main issues related to Islamic law is the inconsistency between the practice of pawning (gadai) and the provisions of Islamic law. Therefore, the research problems addressed in this study are: (1) How is the practice of rice field pawning conducted in Jorong Tabek Pala, Nagari Talang, Solok Regency? (2) How is the Islamic legal analysis of the implementation of rice field pawning in Jorong Tabek Pala, Nagari Talang, Solok Regency? This research is qualitative and descriptive in nature. The data sources consist of the pawners (rahin) and the recipients (murtahin) of the pawning in Jorong Tabek Pala, Nagari Talang, Gunung Talang District. Data were collected through interviews. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and data verification. The validity of the data was tested using three techniques: source triangulation, time triangulation, and method triangulation. The findings of this study are: (1) The pawning practice carried out by the community in Jorong Tabek Pala is conducted as follows: the party in need of money offers their rice field to someone who has money and is willing to lend it. After finding someone willing to lend money, they make an agreement, either verbally or in writing. (2) From the perspective of Islamic law, the pawning practice in Jorong Tabek Pala falls under the category of riba (usury).