Pendahuluan: Tersedak merupakan kegawatdaruratan pernapasan yang mengancam jiwa, yang jika dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan hipoksia dan kematian. Kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama pada tersedak. Namun, pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pertolongan pertama pada penderita tersedak saat ini masih terbatas. Berbagai model pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan kader. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended learning terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak pada kader. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Tambun, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah kader Posyandu di Tambun. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan checklist. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan tersedak pada kader dengan nilai p <0,001. Rata-rata skor pascates menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibandingkan dengan rata-rata skor prates. Kesimpulan: Metode pembelajaran campuran secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak pada kader.