Iwan Sanusi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program BINKAR dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa SMP Rizky Amalia; Erhamwilda; Iwan Sanusi
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8487

Abstract

Abstract. The increasingly modern era has had a significant impact on the behavior of adolescents, especially in terms of morality. Many teenagers experience a decline in religious awareness, a lack of respect towards parents and teachers, and are influenced by promiscuous social interactions. This condition has raised concerns and encouraged educational institutions to provide effective solutions. This study aims to examine the implementation of the BINKAR (Character Building) Program in shaping students' noble character (akhlakul karimah) at Al Multazam Integrated Islamic Junior High School (SMPIT) in Kuningan. A qualitative approach was employed using descriptive qualitative methods, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the BINKAR (Character Building) Program has led to positive changes in students' behavior, including improved discipline, honesty, politeness, and concern for others. Students also became more aware of performing religious practices and demonstrated behavior that reflects Islamic values. The attitude changes shown by the students serve as clear evidence that the BINKAR program has had a positive influence on their moral development. These results indicate that the approach used in the program is highly relevant and effective in addressing the challenges of character education in the modern era. Abstrak. Perkembangan zaman yang semakin modern membawa dampak besar terhadap perilaku remaja, terutama dalam hal akhlak . Banyak remaja mengalami penurunan kesadaran dalam beribadah, kurangnya sopan santun terhadap orang tua dan guru, serta terpengaruh oleh pergaulan bebas. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan mendorong lembaga pendidikan untuk menghadirkan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program BINKAR (Bina Karakter) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Multazam Kuningan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah program BINKAR (Bina Karakter) menunjukkan bahwa siswa mengalami perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kejujuran, sopan santun, serta kepedulian terhadap teman. Siswa juga menjadi lebih sadar dalam melaksanakan ibadah dan menunjukkan akhlak yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Perubahan sikap yang ditunjukkan oleh siswa menjadi bukti nyata bahwa program BINKAR memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan moral mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program sangat relevan dan mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.
Implementasi Program Pesantren Sabtu Ahad (PETUAH) dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMAN 1 Bantarujeg Muhammad Ikhsan Rizky Fadilla; Dedih Surana; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 929-936
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25972

Abstract

Abstract. This research is motivated by the challenges of character building in the modern era, marked by declining morals among students. SMAN 1 Bantarujeg responded with the flagship PETUAH program as a systematic effort to shape akhlakul karimah through a pesantren-based approach. Theoretically, PETUAH integrates general education with the pesantren system through intensive weekend activities, this program aiming to instill Islamic values, worship habituation, and noble character awareness. Akhlakul karimah refers to the concept of Ibn Miskawaih and Al-Ghazali as traits embedded in the soul that drive spontaneous actions, encompassing five domains: morals towards Allah, the Prophet, fellow humans (parents, teachers, neighbors, friends), oneself (patience, gratitude, trustworthiness, responsibility, humility), and the environment. The research used a qualitative approach with a descriptive method, while data collection was carried out using in-depth interview techniques, participant observation, and documentation. Informants included the principal, supervising teachers, guidance counselors, students, and pesantren administrators. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, with validity ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that planning was conducted systematically through needs identification, objective formulation, collaboration with two pesantren, appointment of supervising teachers, scheduling, and socialization. Implementation was carried out regularly with a two-day-one-night boarding system, including congregational prayers, Qur'an recitation, Islamic studies, worship habituation, and discipline training. Supporting factors included the principal's commitment, pesantren collaboration, parental and community support, and student enthusiasm. Inhibiting factors included weather, distance, schedule conflicts, and lack of motivation among a small number of students. Evaluation was conducted through Qur'an reading assessment, behavioral observation, and mandatory participation as an academic requirement. The implementation results show that the PETUAH program can shape akhlakul karimah (noble character), reflected in improved worship, Qur'an reading ability, respect for teachers, discipline, responsibility, social concern, independence, and environmental awareness. Keywords: Implementation, Islamic Boarding School, PETUAH, Akhlakul Karimah Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembentukan karakter peserta didik di era modern, ditandai dengan menurunnya moral di kalangan pelajar. SMAN 1 Bantarujeg merespons dengan program unggulan PETUAH (Pesantren Sabtu Ahad) sebagai upaya sistematis membentuk akhlakul karimah melalui pendekatan berbasis pesantren. Secara teoretis, PETUAH mengintegrasikan pendidikan umum dengan sistem pesantren melalui kegiatan akhir pekan yang intensif, program ini bertujuan menanamkan nilai keislaman, pembiasaan ibadah, dan kesadaran akhlak mulia. Akhlakul karimah merujuk pada konsep Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali sebagai sifat tertanam dalam jiwa yang melahirkan perbuatan spontan, mencakup lima ranah: akhlak kepada Allah, Rasul, sesama manusia, diri sendiri, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru pembimbing, guru BK, peserta didik, dan pengurus pesantren mitra. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program dilakukan secara sistematis melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan tujuan, kerja sama dengan dua pondok pesantren, pembentukan guru pembimbing, penyusunan jadwal, dan sosialisasi. Pelaksanaan berlangsung rutin dengan sistem boarding dua hari satu malam, meliputi shalat berjamaah, tilawah, kajian Islam, pembiasaan ibadah, dan pembinaan disiplin. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala sekolah, kerja sama pesantren, dukungan orang tua dan masyarakat, serta antusiasme siswa. Faktor penghambat meliputi cuaca, jarak, benturan jadwal, dan kurangnya motivasi sebagian kecil siswa. Evaluasi dilakukan melalui penilaian baca Al-Qur'an, observasi perilaku, dan kebijakan keikutsertaan sebagai syarat akademik. Hasil implementasi menunjukkan program PETUAH dapat membentuk akhlakul karimah, tercermin dari peningkatan ibadah, kemampuan baca Al-Qur'an, hormat kepada guru, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemandirian, dan kepedulian lingkungan. Kata Kunci: Implementasi, Pesantren, PETUAH, Akhlakul Karimah