Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Pemetaan Timbulan dan Partisipasi Masyarakat melalui Aksi Bersih Pesisir serta Pelatihan Paving Block di Desa Gunung Sari, Kabupaten Sikka Jonas K.G.D Gobang; Christofel Oktavianus Nobel Pale; Angelinus Vincentius; Barnabas P.P.W Bhokaleba; Guido Roberto Gerun Parera; Maria Imaculata Rume; Erfin Erfin
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3663

Abstract

Permasalahan sampah plastik di wilayah pesisir memerlukan intervensi yang disusun berdasarkan kondisi lokal dan partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan timbulan, komposisi, perilaku penanganan, ketersediaan sarana, hambatan, kebutuhan program, serta kesiapan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, sekaligus melaksanakan aksi bersih pesisir dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block. Pendekatan yang digunakan adalah pengabdian berbasis pemetaan partisipatif, pengukuran sampah selama tujuh hari, identifikasi jenis plastik berdasarkan kode resin, observasi lapangan, edukasi, kerja bakti, pemilahan, dan demonstrasi pembuatan paving block. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan skor rata-rata skala 1-5. Hasil menunjukkan bahwa kawasan pesisir dipandang sebagai lokasi rawan sampah oleh 78 responden (82,98%). Estimasi sampah plastik harian mencapai 7.542,5 gram dengan rata-rata 81,10 gram per formulir, sedangkan pengukuran berulang tujuh hari mencatat 25.607 gram. HDPE merupakan jenis dominan berdasarkan berat, yaitu 8.505 gram (44,30%). Penggunaan kemasan sachet (skor 3,90) dan kantong plastik belanja (3,70) relatif tinggi, sementara pemisahan plastik dari sampah organik masih rendah (2,24). Pembakaran dilaporkan oleh 78 responden (82,98%); tempat sampah terpilah hanya tersedia bagi 8 responden (8,51%) dan bank sampah bagi 2 responden (2,13%). Meskipun demikian, 80 responden (85,11%) bersedia mengikuti pelatihan daur ulang/paving block dan 81 responden (86,17%) bersedia mengikuti kegiatan bersih lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi keberlanjutannya memerlukan penguatan pemilahan dari sumber, sarana terpilah, bank sampah, pengangkutan rutin, prosedur keselamatan, dan pengujian mutu paving block.
PENDUGAAN POTENTIAL FISHING GROUND IKAN MADIDIHANG DI PERAIRAN SELATAN SIKKA MENGGUNAKAN MODEL GAM BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH Sukardi Sukardi; Christofel Oktavianus Nobel Pale
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 22, No 1 (2026): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.22.1.19-27

Abstract

Ikan madidihang (Thunnus albacares) merupakan komoditas penting dalam sektor perikanan tangkap di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur, yang memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Kelimpahan ikan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan laut, seperti suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a (CHL). Kondisi oseanografi ini berhubungan langsung dengan produktivitas primer dan distribusi ikan, yang penting untuk pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter oseanografi (SPL dan CHL) dengan kelimpahan ikan madidihang di perairan selatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan pada April–Juli 2025, dengan menggunakan data penginderaan jauh berbasis satelit yang digabungkan dengan data observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan Model Generalized Additive Model (GAM) dengan formula GAM ~ s(SPL) + s(CHL) untuk menguji pengaruh non-linear antara variabel oseanografi dan kelimpahan ikan. Hasil menunjukkan bahwa SPL dan CHL berpengaruh signifikan dengan p = 0,01685 (SPL) dan p = 0,00413 (CHL). Nilai edf = 1,000 untuk SPL menunjukkan hubungan hampir linear, sedangkan edf = 1,812 untuk CHL menunjukkan hubungan non-linear. Model ini menghasilkan AIC = 1243,599, R² (adj) = 0,0604, dan Deviance Explained = 7,61%, menunjukkan kecocokan model yang baik. Pemetaan spasial menunjukkan zona potensial penangkapan ikan tertinggi terjadi pada Juni–Juli, dipengaruhi oleh aktivitas upwelling. Kondisi optimal penangkapan ditemukan pada SPL 27,5–28,5°C dan CHL 0,1–0,5 mg/m³.