Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan dalam Perspektif Islam: Telaah Konseptual Musyawarah, Khilafah, dan Kepemimpinan Non-Muslim Abul A’la Al Maududi; Nisrina Alifah; Adinda Haifa; Annisa Rizki Fitriani
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/19kf5g47

Abstract

Masalah merupakan dinamika yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sehingga diperlukan mekanisme efektif untuk menyelesaikannya. Dalam perspektif Islam, musyawarah merupakan fondasi ajaran yang dipraktikkan secara konsisten oleh Rasulullah SAW sebagai sarana mencapai kemaslahatan umat, bahkan melibatkan non-Muslim. Artikel ini membahas perbandingan antara konsep musyawarah dan demokrasi. Secara etimologis dan konseptual, musyawarah berarti mengeluarkan pendapat yang bermanfaat, sedangkan demokrasi menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Selain itu, tulisan ini mengkaji konsep khilafah sebagai sistem kepemimpinan Islam yang bertujuan mengatur urusan dunia dan akhirat, serta meninjau fase-fase sejarahnya. Tujuan kepemimpinan Islam adalah meneruskan misi kenabian dan menegakkan keadilan, dengan pemimpin ideal memiliki karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah. Analisis terhadap Perjanjian Hudaibiyah juga disertakan sebagai contoh konkret keteladanan kepemimpinan Nabi yang mengedepankan diplomasi dan visi jangka panjang dibandingkan keuntungan sesaat.
Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam: Kajian Maqashid Syariah dan Solusi terhadap Permasalahan Reproduksi Abul A’la Al Maududi; Adisty Puspitasari; Annisa Rizki Fitriani; Muhammad Rizky Al Fauzan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/za5zeg71

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dalam perspektif Islam, kesehatan reproduksi tidak hanya dipahami dari aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral dan spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam, menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta mengkaji solusi Islam terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan reproduksi sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl). Prinsip menjaga kebersihan, kehormatan diri, pengaturan pergaulan, serta pernikahan yang sah menjadi bentuk upaya preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Selain itu, permasalahan seperti pernikahan usia dini, penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan kurangnya edukasi reproduksi dapat diatasi melalui pendidikan agama, edukasi kesehatan reproduksi berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Dengan demikian, nilai-nilai Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kesehatan reproduksi di era modern.