Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Islam terhadap Stres dan Depresi di Era Modern: Scoping review Abul A’la Al Maududi; Muhammad Miftah Farid; Naura Shafarina Nasution; Adisty Puspitasari
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nant0g22

Abstract

Stres dan depresi mengalami peningkatan di era modern akibat tekanan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan ekonomi, sementara intervensi kesehatan mental masih didominasi oleh pendekatan biomedis yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual. Dalam perspektif Islam, kesehatan dipahami secara holistik yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga relevan untuk memperkaya strategi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah mengenai strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam terhadap stres dan depresi di era modern melalui pendekatan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, relevan dengan topik, dan tersedia teks lengkap. Dari 15 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam menekankan pendekatan holistik dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan edukatif, di mana nilai-nilai Islam seperti iman, sabar, tawakkal, syukur, dan dzikir berperan sebagai mekanisme koping adaptif dalam menurunkan tingkat stres dan depresi. Beberapa studi juga menunjukkan efektivitas integrasi teknik psikologi modern, seperti konseling kognitif dan mindfulness, dengan prinsip-prinsip Islam. Selain itu, institusi keagamaan seperti masjid dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam promosi kesehatan mental, penguatan dukungan sosial, serta pengurangan stigma. Kesimpulannya, strategi kesehatan masyarakat berbasis perspektif Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan kontekstual dalam menghadapi stres dan depresi serta berpotensi melengkapi model kesehatan mental konvensional, sehingga integrasi nilai spiritual Islam dan penguatan peran komunitas keagamaan menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan intervensi kesehatan mental di masa depan.
Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam: Kajian Maqashid Syariah dan Solusi terhadap Permasalahan Reproduksi Abul A’la Al Maududi; Adisty Puspitasari; Annisa Rizki Fitriani; Muhammad Rizky Al Fauzan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/za5zeg71

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dalam perspektif Islam, kesehatan reproduksi tidak hanya dipahami dari aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral dan spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam, menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta mengkaji solusi Islam terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan reproduksi sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl). Prinsip menjaga kebersihan, kehormatan diri, pengaturan pergaulan, serta pernikahan yang sah menjadi bentuk upaya preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Selain itu, permasalahan seperti pernikahan usia dini, penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan kurangnya edukasi reproduksi dapat diatasi melalui pendidikan agama, edukasi kesehatan reproduksi berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Dengan demikian, nilai-nilai Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kesehatan reproduksi di era modern.
Analysis Of Factors Associated With The Treatment Success Of Tuberculosis Patients Based On Tuberculosis Register Data At Mabuun Community Health Center, Tabalong Regency, From January To July 2026 Adisty Puspitasari; Dewi Purnamawati
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 3 (2026): Vol. 5 No. 3 SEPTEMBER 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i3.1135

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a communicable infectious disease and continues to pose a significant challenge to infectious disease control. Successful TB treatment is an essential component of disease control, as treatment failure may increase the risk of relapse, transmission, and drug resistance. This study aimed to analyze the factors associated with successful treatment among tuberculosis patients based on TB Register data from Mabuun Community Health Center, Tabalong Regency, for the period January–July 2026. This study employed a quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional approach. The study sample consisted of 38 TB patients selected using a total sampling technique. The independent variables included age, sex, employment status, case type, and patient category, while the dependent variable was treatment success. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Pearson Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that 13 patients (34.2%) achieved successful treatment, while 25 patients (65.8%) did not. There were significant associations between employment status and treatment success (p = 0.035) and between case type and treatment success (p = 0.034). The proportion of treatment success among employed patients was 57.1%, compared with 20.8% among unemployed patients. Based on case type, the treatment success rate among patients with pulmonary TB was 43.3%, whereas it was 0.0% among patients with extrapulmonary TB. Meanwhile, age (p = 0.051), sex (p = 0.307), and patient category (p = 1.000) were not significantly associated with treatment success. It was concluded that the TB treatment success rate at Mabuun Community Health Center remains low, with employment status and case type being significantly associated factors. Strengthening monitoring and patient support should be prioritized for unemployed patients and those with extrapulmonary TB to improve TB treatment success at the primary healthcare level.