Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KEMITRAAN ORANG TUA DAN SATUAN PAUD DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK INDONESIA MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi; Aini Nurfadillah; Dera Prasasti; Farrah Sabrina; Nani Rahmayani; Noviyana; Pupung Maspupah; Rasmiyati; Sayidah Nafisah Azzahra; Siti Karmila; Shinta Fatma Dewanty; Sumaryanti
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sebuah proses dalam pembentukan anak untuk memiliki pribadi yang baik, memiliki jiwa yang bijaksana dan bertanggung jawab yang dihasilkan dari pembiasaan-pembiasaan pikiran,hati, dan perbuatan yang dilakukan secara berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan sekolah. Kemitraan dapat dinilai strategis untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi dan merumuskan model kerjasama yang harmonis dan strategik diantara para pelaku program pendidikan anak usia dini. Generasi Emas ialah masa anak usia dini untuk mengeksplorasi hal hal yang ingin mereka lakukan, masa golden age merupakan masa yang paling penting untuk membentuk karaktek anak. Metode pelaksanaan ini menggunakan ini dibagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi kegiatan dan tahapan pelaporan. Hasil pelaksanaan webinar menunjukan bahwa kemitraan orang tua dan satuan paud memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak sebagai generasi emas. Materi yang disampaikan menekankan bahwa pembentukan karakter anak usia dini tidak dapat dilakukkan secara terpisah, melainkan memerlukan Kerjasama yang berkelanjutan antara lingkungan keluarga dan satuan Pendidikan. Character education is a process of developing children into good individuals, possessing a wise and responsible soul, resulting from the continuous development of habits of thought, heart, and action in daily life and within the school environment. Partnerships can be considered strategic for identifying emerging issues and formulating harmonious and strategic collaboration models among early childhood education program stakeholders. The Golden Generation is a period during which early childhood explores their passions. This golden age is the most crucial period for character development. This implementation method is divided into four stages: preparation, implementation, activity evaluation, and reporting. The results of the webinar demonstrated that partnerships between parents and early childhood education units play a crucial role in shaping the character of children as part of the golden generation. The material presented emphasized that character development in early childhood cannot be achieved in isolation but requires ongoing collaboration between the family environment and the educational unit.
Inovasi Kreatif Lingkungan: Edukasi Tutorial Pemanfaatan Galon Bekas Menjadi Tempat Sampah Pilah Di Sekolah Dasar Mohamad Zulman Hakim; Achmad Fauzi; Ikhfi Imaniah; Siti Amelia Putri; Nazimuddin Achmad; Pupung Maspupah; Sayidah Nafisah Azzahra
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.5944

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di lingkungan sekolah dasar yang dipicu oleh kurangnya kesadaran serta terbatasnya fasilitas tempat sampah pilah. Di sisi lain, limbah plastik seperti galon air mineral bekas sering kali dibuang tanpa pemanfaatan kembali. Berdasarkan kondisi tersebut, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Tangerang melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi dan tutorial pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah pilah di SDN 4 Rancabango. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pemilahan sampah organik dan anorganik serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan utama: observasi, perencanaan, pembuatan tempat sampah pilah dari galon bekas dan bambu, edukasi interaktif, serta evaluasi program. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan partisipasi aktif siswa dalam membuang sampah pada tempatnya, tersedianya fasilitas tempat sampah pilah yang ramah lingkungan dan estetis, serta terbentuknya budaya peduli lingkungan di sekolah secara berkelanjutan.