Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN MELALUI BUDIDAYA HORTIKULTURA BERBASIS PERTANIAN ORGANIK Al Asri Abubakar; Hamdani Hamdani; Ibnu Yasier
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan. Namun, masyarakat Desa Capa Paloh, Kecamatan Padang Tiji, masih menghadapi berbagai kendala dalam mengoptimalkan lahan pekarangan, seperti rendahnya pengetahuan mengenai budidaya hortikultura, ketergantungan pada pupuk kimia, serta terbatasnya keterampilan dalam menerapkan teknik pertanian organik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan melalui budidaya hortikultura berbasis pertanian organik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif melalui tahapan identifikasi masalah, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 30 peserta yang terdiri atas kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), kader PKK, dan masyarakat yang memiliki lahan pekarangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 43,47% menjadi 90,73%, sedangkan keterampilan dalam budidaya hortikultura organik, pembuatan pupuk organik, dan pestisida nabati mengalami peningkatan yang signifikan. Sebanyak 93,33% peserta berhasil memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya berbagai komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, sawi, dan terong. Program ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pertanian organik, mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga dan peluang penambahan pendapatan keluarga. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan secara produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan serta berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Hilirisasi Produk Perikanan dan Penguatan Usaha Agribisnis di Gampong Punge Jurong Nuzulul Fahmi; Julia; Hamdani; Ibnu Yassier; Al Asri Abubakar; Budi Alhadi; Safrika
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v5i1.176

Abstract

This Community Service initiative aims to enhance the capacity of the coastal community in Gampong Punge Jurong through the downstream processing of fishery products and strengthening of agribusiness ventures. The challenges addressed include low value-added in fishery products, limited processing skills, weak business management, and suboptimal digital marketing. The program was implemented using a participatory approach involving outreach, training, demonstrations, and community mentoring. Activities focused on processing fishery products into value-added items—such as kemamah (traditional dried tuna) and fish meal—as well as training in packaging, business management, and digital marketing. The results indicate an improvement in the community's knowledge, skills, and motivation to develop fishery-based businesses. Collaboration between the Agribusiness Study Program at Jabal Ghafur University and the Agricultural Engineering Study Program at Syiah Kuala University facilitated technology transfer and community capacity building. The program fosters product diversification, increases the value-added of fishery products, and creates opportunities for income growth. Sustaining the program requires continued mentoring, institutional strengthening, product quality improvement, and the expansion of marketing networks.