Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Improvement of IoT Security with a Machine Learning-Based Intrusion Detection System Approach Nur Halizzah; Aisyah Chayani; Atman Lucky Fernandes; David Saro; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Jurnal Responsive Teknik Informatika Vol 8 No 02 (2024): JR : Jurnal Responsive Teknik Informatika
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jr.v8i02.1434

Abstract

The development of the Internet of Things (IoT) has brought convenience to various aspects of life, but it also presents significant challenges regarding cybersecurity. One solution to address this issue is the development of an Intrusion Detection System (IDS) based on machine learning. This study aims to design an efficient and adaptive IDS for IoT environments using machine learning algorithms such as Random Forest and Support Vector Machine (SVM). The methodology includes system design, data collection, algorithm selection, model training, and system performance evaluation. The results show that Random Forest and SVM algorithms are effective in detecting attacks such as Distributed Denial of Service (DDoS) and malware, with a relatively high accuracy rate. However, the main challenges faced are the need for representative datasets and computational efficiency issues on resource-constrained IoT devices. This study concludes that machine learning-based intrusion detection systems can improve IoT security by accurately detecting cyber-attacks. Further development is expected to address efficiency constraints and enhance the system's reliability in facing increasingly complex threats.
Improvement of IoT Security with a Machine Learning-Based Intrusion Detection System Approach Nur Halizzah; Aisyah Chayani; Atman Lucky Fernandes; David Saro; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Jurnal Responsive Teknik Informatika Vol 8 No 02 (2024): JR : Jurnal Responsive Teknik Informatika
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jr.v8i02.1434

Abstract

The development of the Internet of Things (IoT) has brought convenience to various aspects of life, but it also presents significant challenges regarding cybersecurity. One solution to address this issue is the development of an Intrusion Detection System (IDS) based on machine learning. This study aims to design an efficient and adaptive IDS for IoT environments using machine learning algorithms such as Random Forest and Support Vector Machine (SVM). The methodology includes system design, data collection, algorithm selection, model training, and system performance evaluation. The results show that Random Forest and SVM algorithms are effective in detecting attacks such as Distributed Denial of Service (DDoS) and malware, with a relatively high accuracy rate. However, the main challenges faced are the need for representative datasets and computational efficiency issues on resource-constrained IoT devices. This study concludes that machine learning-based intrusion detection systems can improve IoT security by accurately detecting cyber-attacks. Further development is expected to address efficiency constraints and enhance the system's reliability in facing increasingly complex threats.
Optimasi Rute Pelayaran Kapal Untuk Mengurangi Biaya Operasional Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1256

Abstract

Biaya operasional pelayaran, khususnya biaya bahan bakar dan biaya pelabuhan, merupakan beban terbesar yang dihadapi perusahaan pelayaran dan berkontribusi 50–70% dari total biaya voyage. Optimasi rute pelayaran merupakan strategi efektif untuk menekan biaya tersebut namun implementasinya di Indonesia masih didominasi pendekatan konvensional berbasis pengalaman nakhoda. Penelitian ini mengembangkan model optimasi rute pelayaran berbasis Ant Colony Optimization (ACO) yang mengintegrasikan minimisasi biaya bahan bakar, biaya pelabuhan, biaya keterlambatan, dan pengaruh kondisi cuaca secara simultan. Model diimplementasikan pada jaringan delapan pelabuhan domestik utama Indonesia dengan empat kapal kontainer feeder sebagai studi kasus. Fungsi objektif model mempertimbangkan enam komponen biaya operasional dengan pembobotan multi-kriteria antara minimisasi biaya total (bobot 65%) dan minimisasi waktu tempuh (bobot 35%). Algoritma ACO dijalankan dengan 100 agen semut, 500 iterasi maksimum, dan divalidasi menggunakan simulasi Monte Carlo 1.000 skenario. Hasil optimasi menunjukkan penghematan biaya rata-rata 25,2% per voyage (setara Rp 29,5 juta/voyage/kapal) dibandingkan rute existing, dengan penghematan terbesar pada komponen biaya keterlambatan (34,5%) dan biaya bahan bakar (23,8%). Secara agregat, implementasi pada armada empat kapal menghasilkan penghematan Rp 2.832 juta per tahun dengan payback period hanya 2,1 bulan dan ROI tahun pertama 495,2%. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi bahwa harga bahan bakar dan tingkat muatan kapal merupakan faktor paling berpengaruh terhadap besaran penghematan.
Analisis Performa Mesin Kapal Terhadap Variasi Beban Operasional Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1257

Abstract

Performa mesin induk kapal sangat dipengaruhi oleh variasi beban operasional yang dinamis, namun karakteristik performa secara menyeluruh pada berbagai tingkat beban belum banyak dikaji pada mesin kapal jenis medium-speed diesel yang banyak dioperasikan di Indonesia. Penelitian ini menganalisis secara eksperimental performa mesin kapal tipe MAN B&W 6L32/40 berkapasitas 6.600 kW pada delapan titik variasi beban operasional (25%, 35%, 50%, 65%, 75%, 85%, 90%, dan 100% MCR). Parameter performa yang diukur meliputi daya efektif (Ne), torsi (T), Specific Fuel Oil Consumption (SFOC), efisiensi termal indikatif (η_th), Brake Mean Effective Pressure (BMEP), suhu gas buang (T_exh), tekanan turbocharger (P_turbo), dan rasio udara-bahan bakar (AFR). Pengujian dilaksanakan di fasilitas test bed galangan kapal menggunakan dinamometer hidrolik dan instrumen ukur berstandar ISO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa mesin optimal dicapai pada rentang beban 75–88% MCR, di mana SFOC minimum sebesar 179,4 g/kWh dan efisiensi termal tertinggi 47,1% terjadi pada beban 85% MCR. Analisis regresi menghasilkan persamaan karakteristik untuk setiap parameter performa dengan koefisien determinasi R² ≥ 0,990, mengkonfirmasi keandalan model. Zona operasi optimal yang teridentifikasi memberikan panduan praktis bagi operator kapal untuk memaksimalkan efisiensi energi dan meminimalkan emisi gas buang.
Analisis Kinerja Hidrodinamika Lambung Kapal Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics pada Variasi Kecepatan Operasi: Pendekatan RANS-VOF dengan Validasi Eksperimental Miko Samsah; Muh Iksan Fadhi; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1275

Abstract

Prediksi hambatan kapal yang akurat merupakan prasyarat fundamental dalam desain lambung yang efisien. Penelitian ini menyajikan analisis kinerja hidrodinamika lambung kapal tipe mono-hull menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS) dengan model turbulensi k-ε realizable dan pemodelan antarmuka bebas menggunakan Volume of Fluid (VOF). Kebaruan penelitian ini terletak pada: (1) kuantifikasi sistematis kontribusi komponen hambatan individual (hambatan gesek, hambatan bentuk, hambatan gelombang) pada rentang bilangan Froude 0,15–0,35 yang representatif untuk kapal feri penumpang; (2) analisis Grid Convergence Index (GCI) berbasis ekstrapolasi Richardson untuk kuantifikasi ketidakpastian diskretisasi; dan (3) korelasi distribusi tekanan permukaan dengan komponen hambatan viskos. Domain komputasi 1,2 juta sel dengan lapisan prismatik 12 lapis (y+ = 15–30) divalidasi terhadap data towing tank menghasilkan deviasi rata-rata 3,7% (ITTC < 5%). Hambatan gelombang menjadi komponen dominan (>50%) pada Fr ≥ 0,35 dengan transisi kritis Fr = 0,25. Koefisien hambatan total minimum CT = 5,38×10⁻³ dicapai pada Fr = 0,20. Hasil penelitian memberikan basis kuantitatif untuk optimasi desain lambung dan pemilihan kecepatan operasi ekonomis.
Evaluasi Kinerja Material Pelapis Lambung Kapal dalam Mengurangi Korosi di Lingkungan Laut: Studi Komparatif Epoxy, Zinc-Rich, Polysiloxane, dan Nano-TiO2/Epoxy Berbasis Karakterisasi Elektrokimia dan Analisis Life Cycle Cost Nur Amalia Kayra Zakila; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1280

Abstract

Korosi lambung kapal di lingkungan laut menyebabkan kerugian ekonomi global diestimasi USD 2,5 triliun per tahun, dengan biaya perawatan dan penggantian material kapal mencapai 15–25% total biaya operasional. Penelitian ini menyajikan evaluasi kinerja komparatif empat sistem material pelapis lambung kapal — (C1) epoxy konvensional, (C2) epoxy zinc-rich, (C3) polysiloxane, dan (C4) nano-TiO2/epoxy — terhadap kondisi lingkungan laut tropis Indonesia (Cl⁻ = 19.500 mg/L, T = 28°C, pH = 8,1) selama 36 bulan paparan. Kebaruan penelitian mencakup: (1) karakterisasi elektrokimia lengkap melalui Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS — Nyquist plot), kurva polarisasi Tafel, dan evolusi Open Circuit Potential (OCP) secara simultan untuk empat coating; (2) analisis pengaruh tiga parameter lingkungan (Cl⁻, suhu, pH) terhadap laju korosi menggunakan model kinetika Arrhenius; (3) karakterisasi produk korosi menggunakan analisis XRD (simulasi) dan profilometri kekasaran permukaan; dan (4) analisis life cycle cost (LCC) 15 tahun mengintegrasikan biaya awal, pemeliharaan, dan perbaikan. Hasil menunjukkan C4 (nano-TiO2/epoxy) memberikan efisiensi proteksi terbaik: PE = 91,2% pada 36 bulan, Rct EIS = 65.000 Ω·cm², laju korosi = 0,028 mm/tahun, dan kekuatan adhesi residual 7,9 MPa. Analisis ANOVA satu arah (F = 147,3, p < 0,001) mengkonfirmasi perbedaan signifikan antar coating. LCC 15 tahun C4 = USD 198/m² — lebih hemat 22% dibandingkan C1 (USD 254/m²) meskipun biaya awal lebih tinggi.
Studi Perbandingan Performa Kapal Konvensional dan Kapal dengan Modifikasi Desain Lambung: Analisis Hambatan, Seakeeping, Distribusi Tekanan CFD, dan Evaluasi Multi-Kriteria Anugrah Kinan Hermawan; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1282

Abstract

Modifikasi desain lambung kapal merupakan strategi utama untuk meningkatkan efisiensi hidrodinamika, performa seakeeping, dan kepatuhan regulasi emisi IMO MARPOL Annex VI tanpa penggantian sistem propulsi. Penelitian ini menyajikan studi perbandingan komprehensif performa empat varian desain lambung — (HV-1) konvensional U-frame, (HV-2) bulbous bow, (HV-3) katamaran, dan (HV-4) raked stem — untuk kapal feri penumpang 4.200 GT menggunakan pendekatan analitik (Holtrop-Mennen), simulasi CFD berbasis RANS, dan analisis seakeeping berbasis fungsi respons amplitudo (RAO). Kebaruan penelitian mencakup: (1) perbandingan hambatan total pada rentang Fr = 0,18–0,45 mengidentifikasi zona keunggulan setiap varian secara kuantitatif; (2) analisis respons seakeeping heave dan roll pada spektrum gelombang JONSWAP (Hs = 2 m, Tp = 8 s) untuk empat heading; (3) distribusi koefisien tekanan Cp berbasis CFD RANS k-ε untuk pemetaan zona kavitasi potensial; dan (4) evaluasi matriks keputusan multi-kriteria (MCDM) mengintegrasikan delapan kriteria teknis, ekonomi, dan lingkungan. Hasil menunjukkan: HV-2 (bulbous bow) mengurangi hambatan total 8,4% pada kecepatan desain (14 knot) dibandingkan HV-1; HV-3 (katamaran) memberikan heave RAO 25% lebih rendah dan roll RAO 40% lebih rendah; HV-4 (raked stem) memberikan keseimbangan terbaik antara pengurangan hambatan (+6,2%) dan biaya konstruksi. Skor MCDM tertinggi diraih HV-2 untuk kriteria teknis-ekonomi dan HV-3 untuk kriteria seakeeping-lingkungan. Validasi model terhadap data towing tank menunjukkan deviasi rata-rata 2,1% (ITTC < 5%).
Studi Numerik Distribusi Tegangan Struktur Kapal Menggunakan Metode Elemen Hingga: Analisis Lima Kondisi Beban Operasional dengan Validasi Teori Balok Pricillia Magdalena Tampubolon; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1283

Abstract

Integritas struktural lambung kapal merupakan aspek kritis dalam keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi klasifikasi. Penelitian ini menyajikan studi numerik distribusi tegangan struktur kapal feri penumpang 4.200 GT menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH/FEA) dengan perangkat lunak berbasis Finite Volume Method. Kebaruan penelitian mencakup: (1) analisis sistematik lima kondisi beban kritis — sagging, hogging, beban kombinasi, impak gelombang, dan beban termal — menggunakan satu model elemen hingga yang terunifikasi; (2) validasi ganda terhadap solusi analitik teori balok Euler-Bernoulli dan data eksperimental dari literatur terbuka; dan (3) pemetaan zona kritis berdasarkan rasio tegangan Von Mises terhadap tegangan luluh dengan safety factor sesuai persyaratan BKI. Model terdiri dari 62.400 elemen shell (S4R) dengan refinement di zona kritis (ukuran elemen 200 mm, y+ analog δ = 50 mm). Hasil menunjukkan tegangan Von Mises maksimum 264,2 MPa pada midship zona C untuk kondisi beban kombinasi (LC-3), melebihi 235 MPa (σy Baja A36) dan membutuhkan perhatian desain khusus. Safety factor minimum 0,89 di zona midship mengindikasikan perlunya reinforcement lokal. Deviasi rata-rata terhadap solusi analitik 4,3%, memenuhi kriteria validasi ISSC (< 5%).
Analisis Pengaruh Fouling Lambung terhadap Hambatan Kapal pada Kondisi Operasional Tertentu: Pendekatan Model Kekasaran Permukaan Berbasis Metode Granville–Demirel dengan Validasi Data Operasional Syarifah Ghaifira Nur Aisyah; Agustin Dwi Sumiwi; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1285

Abstract

Fouling biologi pada lambung kapal merupakan salah satu faktor terbesar peningkatan hambatan gesek dan konsumsi bahan bakar, dengan estimasi kerugian industri global mencapai USD 150 miliar per tahun. Penelitian ini menyajikan analisis sistematis pengaruh fouling lambung terhadap hambatan kapal pada kondisi operasional nyata menggunakan model kekasaran permukaan berbasis pendekatan Granville–Demirel yang menggabungkan fungsi kekasaran permukaan ΔU⁺ dengan persamaan ITTC-1957. Kebaruan penelitian mencakup: (1) kuantifikasi peningkatan koefisien gesek ΔCF untuk lima tingkat fouling (bersih, slime, makroalga, barnacle, heavy fouling) dengan kekasaran ekuivalen ks = 0–3.000 µm pada rentang kecepatan 8–18 knot; (2) model pertumbuhan fouling temporal (Bogard-type exponential) yang menghubungkan waktu sejak docking dengan kekasaran permukaan; (3) analisis penalti ekonomi–emisi terintegrasi mencakup biaya bahan bakar ekstra dan peningkatan emisi CO₂ per tahun; dan (4) analisis sensitivitas tornado chart untuk mengidentifikasi parameter dominan. Hasil menunjukkan bahwa barnacle fouling (ks = 1.200 µm) pada kecepatan desain 14 knot meningkatkan hambatan total 45,3%, konsumsi BB 42,8%, dan emisi CO₂ 38.200 ton/tahun. Kehilangan kecepatan pada daya konstan 5.600 kW mencapai 2,4 knot (17,1%). Model pertumbuhan fouling memprediksi interval docking optimal 28–32 bulan untuk meminimalkan total biaya siklus hidup.
Pelatihan Welding Procedure Specification (WPS) untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Menghadapi Kebutuhan Dunia Kerja Albertus Laurensius Setyabudhi; Yuni Hardi; Amelia Rachmi Nasution; Lucky Agustin; Agustin Dwi Sumiwi; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Okta Veza; Nofri Yudi Arifin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2404

Abstract

The competency gap between university graduates and industrial requirements remains a significant challenge in preparing job-ready human resources, particularly in the welding sector. One of the essential competencies required by industry is the ability to understand and interpret the Welding Procedure Specification (WPS) as the primary document governing welding operations in accordance with international standards. This community service program aimed to enhance students' competencies in understanding the concepts, structure, and implementation of WPS to improve their readiness for the industrial workforce. The program was organized by the Department of Logistics Engineering and the Department of Naval Architecture Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Ibnu Sina, in collaboration with the Alumni Association of Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS), using a Participatory Training and Practice-Based Learning approach. The activities included competency needs assessment, lectures on WPS, Procedure Qualification Record (PQR), Welder Performance Qualification (WPQ), ASME Section IX and AWS D1.1 standards, industrial case studies, practical interpretation of WPS documents, interactive discussions, and program evaluation. The results demonstrated that participants significantly improved their understanding of WPS functions, the relationship between WPS and PQR, welding parameters, and the application of international standards in fabrication processes. The program also enhanced participants' awareness of industrial competency requirements while strengthening collaboration between higher education institutions and industry practitioners. The WPS training proved to be an effective approach for improving students' technical competencies, reducing the gap between academic learning and industrial practice, and supporting graduate readiness for careers in manufacturing, construction, oil and gas, and shipbuilding industries.