Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Efisiensi Operasional Terhadap Kinerja Industri Galangan Kapal Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1253

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh efisiensi operasional terhadap kinerja industri galangan kapal di Indonesia. Efisiensi operasional diukur melalui empat dimensi, yaitu efisiensi proses produksi, utilisasi sumber daya, manajemen pemeliharaan, dan kualitas tenaga kerja. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 60 responden dari lima galangan kapal di Batam, Surabaya, Jakarta, Makassar, dan Balikpapan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi efisiensi operasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja galangan kapal secara parsial maupun simultan. Secara simultan, keempat variabel mampu menjelaskan 79,9% variasi kinerja galangan kapal (R² = 0,799; F = 56,847; p < 0,001). Efisiensi proses produksi memberikan pengaruh terbesar (β = 0,312), diikuti utilisasi sumber daya (β = 0,248), kualitas tenaga kerja (β = 0,224), dan manajemen pemeliharaan (β = 0,187). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi operasional secara terpadu merupakan strategi kunci dalam meningkatkan daya saing dan kinerja industri galangan kapal nasional.
Optimasi Konsumsi Bahan Bakar Mesin Induk Kapal Dengan Metode Monitoring Digital Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1254

Abstract

Konsumsi bahan bakar mesin induk kapal menyumbang 40–60% total biaya operasional pelayaran, sehingga optimasinya merupakan prioritas strategis industri maritim. Penelitian ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem monitoring digital berbasis Internet of Things (IoT) dan machine learning untuk mengoptimasi konsumsi bahan bakar mesin induk kapal pada lima kapal niaga yang beroperasi di perairan Indonesia. Sistem mengintegrasikan sensor coriolis flow meter, sensor RPM, sensor suhu gas buang, dan sensor tekanan turbocharger dengan unit akuisisi data (DAQ), edge computing, dan dashboard cloud real-time. Model prediksi konsumsi bahan bakar dikembangkan menggunakan algoritma Random Forest Regression dengan fitur utama berupa beban mesin (%MCR), RPM, suhu gas buang, kecepatan kapal, dan kondisi cuaca. Hasil implementasi selama 12 bulan menunjukkan reduksi rata-rata Specific Fuel Oil Consumption (SFOC) sebesar 8,75% (dari rata-rata 200,1 menjadi 182,6 g/kWh), penghematan biaya bahan bakar total sebesar Rp 2.204 juta per tahun, dan reduksi emisi CO₂ sebesar 145,3 ton per tahun pada lima kapal sampel. Uji statistik paired t-test mengkonfirmasi penurunan SFOC yang sangat signifikan (t = 8,347; p < 0,001; d = 3,72). Sistem yang dikembangkan menunjukkan payback period 6,8 bulan dengan ROI tahun pertama 147,3%, membuktikan kelayakan teknis dan ekonomis yang sangat tinggi.
Analisis Efisiensi Sistem Propulsi Kapal Pada Berbagai Kondisi Beban Operasional: Pendekatan Diagram Open Water, Koefisien Admiralty, Dan Evaluasi Kepatuhan EEDI/CII Regulasi IMO MARPOL Annex VI Muhammad Rivai Rosidhin Nasrulloh; Charles Kelvin Siahaan; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1276

Abstract

Efisiensi sistem propulsi kapal menentukan konsumsi bahan bakar, emisi gas rumah kaca, dan daya saing operasional secara fundamental. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif efisiensi sistem propulsi kapal feri penumpang Ro-Pax 4.200 GT pada lima kondisi beban operasional (kondisi penuh hingga ballast) menggunakan pendekatan diagram open water propeller B-series, koefisien Admiralty, dan model Holtrop-Mennen untuk prediksi hambatan. Kebaruan penelitian mencakup: (1) dekomposisi dan kuantifikasi sistematis lima komponen efisiensi propulsif (eta_H, eta_O, eta_R, eta_S, eta_G) pada tiap kondisi beban; (2) analisis kavitasi propeller berbasis diagram Burrill untuk validasi operasi bebas kavitasi pada seluruh rentang kecepatan; (3) penentuan kecepatan operasi optimal berbasis minimasi konsumsi bahan bakar per mil laut menggunakan koefisien Admiralty; dan (4) evaluasi kepatuhan EEDI (Energy Efficiency Design Index) per kondisi muatan terhadap persyaratan IMO MARPOL Annex VI Fase 3. Hasil menunjukkan efisiensi propulsif total eta_D = 0,619–0,682 (tertinggi pada kondisi penuh), dengan kecepatan operasi optimal untuk efisiensi bahan bakar per mil pada 10,8 knot. Kondisi ballast menghasilkan EEDI tertinggi (28,4 g CO2/ton-nm) dibandingkan kondisi penuh (14,6 g CO2/ton-nm). Validasi model terhadap data towing tank dari literatur menghasilkan deviasi rata-rata 1,9% (kriteria ITTC < 5%).
Evaluasi Kinerja Material Pelapis Lambung Kapal dalam Mengurangi Korosi di Lingkungan Laut: Studi Komparatif Epoxy, Zinc-Rich, Polysiloxane, dan Nano-TiO2/Epoxy Berbasis Karakterisasi Elektrokimia dan Analisis Life Cycle Cost Nur Amalia Kayra Zakila; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1280

Abstract

Korosi lambung kapal di lingkungan laut menyebabkan kerugian ekonomi global diestimasi USD 2,5 triliun per tahun, dengan biaya perawatan dan penggantian material kapal mencapai 15–25% total biaya operasional. Penelitian ini menyajikan evaluasi kinerja komparatif empat sistem material pelapis lambung kapal — (C1) epoxy konvensional, (C2) epoxy zinc-rich, (C3) polysiloxane, dan (C4) nano-TiO2/epoxy — terhadap kondisi lingkungan laut tropis Indonesia (Cl⁻ = 19.500 mg/L, T = 28°C, pH = 8,1) selama 36 bulan paparan. Kebaruan penelitian mencakup: (1) karakterisasi elektrokimia lengkap melalui Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS — Nyquist plot), kurva polarisasi Tafel, dan evolusi Open Circuit Potential (OCP) secara simultan untuk empat coating; (2) analisis pengaruh tiga parameter lingkungan (Cl⁻, suhu, pH) terhadap laju korosi menggunakan model kinetika Arrhenius; (3) karakterisasi produk korosi menggunakan analisis XRD (simulasi) dan profilometri kekasaran permukaan; dan (4) analisis life cycle cost (LCC) 15 tahun mengintegrasikan biaya awal, pemeliharaan, dan perbaikan. Hasil menunjukkan C4 (nano-TiO2/epoxy) memberikan efisiensi proteksi terbaik: PE = 91,2% pada 36 bulan, Rct EIS = 65.000 Ω·cm², laju korosi = 0,028 mm/tahun, dan kekuatan adhesi residual 7,9 MPa. Analisis ANOVA satu arah (F = 147,3, p < 0,001) mengkonfirmasi perbedaan signifikan antar coating. LCC 15 tahun C4 = USD 198/m² — lebih hemat 22% dibandingkan C1 (USD 254/m²) meskipun biaya awal lebih tinggi.
Studi Perbandingan Performa Kapal Konvensional dan Kapal dengan Modifikasi Desain Lambung: Analisis Hambatan, Seakeeping, Distribusi Tekanan CFD, dan Evaluasi Multi-Kriteria Anugrah Kinan Hermawan; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1282

Abstract

Modifikasi desain lambung kapal merupakan strategi utama untuk meningkatkan efisiensi hidrodinamika, performa seakeeping, dan kepatuhan regulasi emisi IMO MARPOL Annex VI tanpa penggantian sistem propulsi. Penelitian ini menyajikan studi perbandingan komprehensif performa empat varian desain lambung — (HV-1) konvensional U-frame, (HV-2) bulbous bow, (HV-3) katamaran, dan (HV-4) raked stem — untuk kapal feri penumpang 4.200 GT menggunakan pendekatan analitik (Holtrop-Mennen), simulasi CFD berbasis RANS, dan analisis seakeeping berbasis fungsi respons amplitudo (RAO). Kebaruan penelitian mencakup: (1) perbandingan hambatan total pada rentang Fr = 0,18–0,45 mengidentifikasi zona keunggulan setiap varian secara kuantitatif; (2) analisis respons seakeeping heave dan roll pada spektrum gelombang JONSWAP (Hs = 2 m, Tp = 8 s) untuk empat heading; (3) distribusi koefisien tekanan Cp berbasis CFD RANS k-ε untuk pemetaan zona kavitasi potensial; dan (4) evaluasi matriks keputusan multi-kriteria (MCDM) mengintegrasikan delapan kriteria teknis, ekonomi, dan lingkungan. Hasil menunjukkan: HV-2 (bulbous bow) mengurangi hambatan total 8,4% pada kecepatan desain (14 knot) dibandingkan HV-1; HV-3 (katamaran) memberikan heave RAO 25% lebih rendah dan roll RAO 40% lebih rendah; HV-4 (raked stem) memberikan keseimbangan terbaik antara pengurangan hambatan (+6,2%) dan biaya konstruksi. Skor MCDM tertinggi diraih HV-2 untuk kriteria teknis-ekonomi dan HV-3 untuk kriteria seakeeping-lingkungan. Validasi model terhadap data towing tank menunjukkan deviasi rata-rata 2,1% (ITTC < 5%).
Studi Numerik Distribusi Tegangan Struktur Kapal Menggunakan Metode Elemen Hingga: Analisis Lima Kondisi Beban Operasional dengan Validasi Teori Balok Pricillia Magdalena Tampubolon; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Agustin Dwi Sumiwi
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 03 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i03.1283

Abstract

Integritas struktural lambung kapal merupakan aspek kritis dalam keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi klasifikasi. Penelitian ini menyajikan studi numerik distribusi tegangan struktur kapal feri penumpang 4.200 GT menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH/FEA) dengan perangkat lunak berbasis Finite Volume Method. Kebaruan penelitian mencakup: (1) analisis sistematik lima kondisi beban kritis — sagging, hogging, beban kombinasi, impak gelombang, dan beban termal — menggunakan satu model elemen hingga yang terunifikasi; (2) validasi ganda terhadap solusi analitik teori balok Euler-Bernoulli dan data eksperimental dari literatur terbuka; dan (3) pemetaan zona kritis berdasarkan rasio tegangan Von Mises terhadap tegangan luluh dengan safety factor sesuai persyaratan BKI. Model terdiri dari 62.400 elemen shell (S4R) dengan refinement di zona kritis (ukuran elemen 200 mm, y+ analog δ = 50 mm). Hasil menunjukkan tegangan Von Mises maksimum 264,2 MPa pada midship zona C untuk kondisi beban kombinasi (LC-3), melebihi 235 MPa (σy Baja A36) dan membutuhkan perhatian desain khusus. Safety factor minimum 0,89 di zona midship mengindikasikan perlunya reinforcement lokal. Deviasi rata-rata terhadap solusi analitik 4,3%, memenuhi kriteria validasi ISSC (< 5%).
Analisis Pengaruh Fouling Lambung terhadap Hambatan Kapal pada Kondisi Operasional Tertentu: Pendekatan Model Kekasaran Permukaan Berbasis Metode Granville–Demirel dengan Validasi Data Operasional Syarifah Ghaifira Nur Aisyah; Agustin Dwi Sumiwi; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 03 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i03.1285

Abstract

Fouling biologi pada lambung kapal merupakan salah satu faktor terbesar peningkatan hambatan gesek dan konsumsi bahan bakar, dengan estimasi kerugian industri global mencapai USD 150 miliar per tahun. Penelitian ini menyajikan analisis sistematis pengaruh fouling lambung terhadap hambatan kapal pada kondisi operasional nyata menggunakan model kekasaran permukaan berbasis pendekatan Granville–Demirel yang menggabungkan fungsi kekasaran permukaan ΔU⁺ dengan persamaan ITTC-1957. Kebaruan penelitian mencakup: (1) kuantifikasi peningkatan koefisien gesek ΔCF untuk lima tingkat fouling (bersih, slime, makroalga, barnacle, heavy fouling) dengan kekasaran ekuivalen ks = 0–3.000 µm pada rentang kecepatan 8–18 knot; (2) model pertumbuhan fouling temporal (Bogard-type exponential) yang menghubungkan waktu sejak docking dengan kekasaran permukaan; (3) analisis penalti ekonomi–emisi terintegrasi mencakup biaya bahan bakar ekstra dan peningkatan emisi CO₂ per tahun; dan (4) analisis sensitivitas tornado chart untuk mengidentifikasi parameter dominan. Hasil menunjukkan bahwa barnacle fouling (ks = 1.200 µm) pada kecepatan desain 14 knot meningkatkan hambatan total 45,3%, konsumsi BB 42,8%, dan emisi CO₂ 38.200 ton/tahun. Kehilangan kecepatan pada daya konstan 5.600 kW mencapai 2,4 knot (17,1%). Model pertumbuhan fouling memprediksi interval docking optimal 28–32 bulan untuk meminimalkan total biaya siklus hidup.
Pelatihan Welding Procedure Specification (WPS) untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Menghadapi Kebutuhan Dunia Kerja Albertus Laurensius Setyabudhi; Yuni Hardi; Amelia Rachmi Nasution; Lucky Agustin; Agustin Dwi Sumiwi; Ramdhani Yusli Arbain Sugoro; Okta Veza; Nofri Yudi Arifin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2404

Abstract

The competency gap between university graduates and industrial requirements remains a significant challenge in preparing job-ready human resources, particularly in the welding sector. One of the essential competencies required by industry is the ability to understand and interpret the Welding Procedure Specification (WPS) as the primary document governing welding operations in accordance with international standards. This community service program aimed to enhance students' competencies in understanding the concepts, structure, and implementation of WPS to improve their readiness for the industrial workforce. The program was organized by the Department of Logistics Engineering and the Department of Naval Architecture Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Ibnu Sina, in collaboration with the Alumni Association of Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS), using a Participatory Training and Practice-Based Learning approach. The activities included competency needs assessment, lectures on WPS, Procedure Qualification Record (PQR), Welder Performance Qualification (WPQ), ASME Section IX and AWS D1.1 standards, industrial case studies, practical interpretation of WPS documents, interactive discussions, and program evaluation. The results demonstrated that participants significantly improved their understanding of WPS functions, the relationship between WPS and PQR, welding parameters, and the application of international standards in fabrication processes. The program also enhanced participants' awareness of industrial competency requirements while strengthening collaboration between higher education institutions and industry practitioners. The WPS training proved to be an effective approach for improving students' technical competencies, reducing the gap between academic learning and industrial practice, and supporting graduate readiness for careers in manufacturing, construction, oil and gas, and shipbuilding industries.