Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Sewa Menyewa Tambak Desa Borongkalukua Kabupaten Maros Rismaya Rismaya; Hasanna Lawang; Syarifah Raehana; Andi Herawati
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik sewa menyewa tambak di Desa Borongkalukua, Kabupaten Maros, serta menilai kesesuaiannya dengan Hukum Ekonomi Syariah dan mengungkap faktor pendorong masyarakat menyewakan tambaknya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pemilik dan penyewa tambak di Borongkalukua. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa praktik kerjasama yang dilakukan masyarakat Desa Borongkalukua sudah sesuai dengan syariat Islam , meskipun ada yang hanya perjanjian lisan tapi karena tradisi masyarakat yang terjadi di Desa Borongkalukua perjanjian lisan itu cukup di patuhi dan tidak pernah terjadi masalah, tidak pernah ada yang menyangkali dari perjanjian lisan ini maka menurut penulis ini sesuai dengan hukum islam sejalan dengan kaidah "Al-‘adatu muhakkamah".
Judi Online: Problematika dan Implikasinya Dalam Hukum Ekonomi Syariah Asmi Asmi; Andi Mauludin; Nurul Aini Putri; Syarifah Raehana; M. Hasibuddin; M. Akil
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.298

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang judi online: problematika dan implikasinya dalam hukum ekonomi syariah. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library research) dengan pendekatan yang digunakan adalah teologi normatif dan sosiologi ekonomi. Teknik pengumpulan data yakni data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dalam hukum ekonomi syariah, larangan terhadap perjudian sebagai bagian dari jarimah ta'zir. Jarimah ta'zir merupakan pidana yang sanksinya tidak secara tegas ditentukan dalam al-Quran maupun Hadis, melainkan kepada pemerintah/hakim untuk menetapkannya. Problematika dan implikasi Perjuring online dapat mengakibatkan kemerosotan moral/nilai dalam masyarakat, seperti nilai material, nilai vital serta terhadap nilai agama. Judi Online memiliki dampak yang buruk terhadapat masyarakat muslim termasuk merusak prinsip-prinsip Maqashid Syariah, seperti dampak terhadap hifzh al-din, hifzh al-nafs, hifzh al-‘aql, hifzh al-mal, hifzh al-nasl.
Pandangan Syari’at Islam Tentang Hari Sial Untuk Melansungkan Pernikahan: Views of Islamic Sharia regarding unlucky days for holding a wedding Said Syaripuddin Abu Baedah; Syarifah Raehana; Nur Farida Hamid; Syaharani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9328

Abstract

Sosialisasi pandangan syari’at Islam mengenai angggapan masyarakat tentang keberadaan hari sial untuk melansungkan pernikahan dilakukan melalui workshop dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat/PkM oleh Dosen FAI UMI Makassar. Materi workshop bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya perbuatan tatayyur perlu dilakukan, demi menjauhkann masyarakat dari perilaku syirik. Kegiatan workshop berlansung selama tiga kali pertemuan bekerja sama dengan majlis taklim Baiturrahman Bontomatene selaku mitra. Penyajian materi seputar ketentuan syari’at Islam terhadap hari sial untuk menikah berlansung melalui ceramah dan diskusi intraktif, guna memberikan edukasi dan pencerahan kepada mitra. Setelah mengikuti kegiatan workshop, mitra pengabdian telah memahami ketentuan syari’at Islam tentang larangan menggantungkan nasib pernikahan dengan hari atau bulan yang dipilih untuk melansungkan pernikahan, karena perilaku semacam itu termasuk perbuatan tatayyur yang berujung pada syirik. Agama Islam mencela perilaku tatayyur, karena orang yang melakukan perbuatan tatayyur meyakini ada kekuatan yang dapat mendatangkan kebaikan atau keburukan selain dari pada Allah. Perbuatan tatayyur juga bertentangan dengan prinsip tawakkal kepada Allah. Karena itu, memilih hari atau bulan untuk melansungkan pernikahan hendaknya berpijak pada petunjuk agama dan melalui pertimbangan yang rasional, bukan berdasarkan khurafat yang bersumber dari dongen-dongeng kebohongan. Majlis taklim Baiturrahman Bontomatene sebagai mitra pengabdian merupakan tumpuan harapan dalam mensosialisasikan materi workshop pengabdian kepada masyarakat secara luas tentang bahaya perilaku tatayyur yang dapat meruntuhkan sendi-sendi aqidah seseorang.