Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Tentang Metode Perbaikan Kerusakan Rumah Akibat Gempa Paksi Dwiyanto Wibowo; Zel Citra; Yosie Malinda; Anom Wibisono
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i02.3225

Abstract

Memasuki tahun 2023, Indonesia menghadapi serangkaian gempa bumi yang terjadi secara simultan. Berdasarkan data resmi BMKG, sejak 3 hingga 21 Januari 2023 tercatat 19 kejadian gempa dengan magnitudo lebih dari 5. Tingginya potensi gempa di Indonesia menjadi perhatian penting bagi para engineer dalam merencanakan dan mengevaluasi ketahanan bangunan, khususnya rumah tinggal. Kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan bangunan saat gempa menegaskan pentingnya penerapan konsep bangunan tahan gempa. Perlu dipahami bahwa korban jiwa umumnya bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri, melainkan oleh kegagalan struktur bangunan. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan, khususnya bagi siswa SMK jurusan Teknik Bangunan, menjadi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai tingkat kerusakan, mutu material, dimensi elemen struktur, serta metode perbaikan rumah pasca gempa. Dalam konteks ini, diperlukan pelatihan terarah guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMK Negeri 4 Tangerang mengenai perbaikan rumah tahan gempa secara ilmiah dan teknis.
Penyuluhan dan Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Membuat Campuran Beton Untuk Struktur Rumah Aman Gempa Paksi Dwiyanto Wibowo; Yosie Malinda; Zel Citra; Anom Wibisono
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3758

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pada periode 3–21 Januari 2023 terjadi 19 gempa bumi dengan magnitudo di atas 5. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam perencanaan dan evaluasi struktur bangunan, khususnya rumah tinggal, agar mampu memberikan perlindungan saat terjadi gempa. Sebagian besar korban jiwa pada bencana gempa disebabkan oleh keruntuhan bangunan akibat kegagalan struktur, bukan oleh guncangan gempa itu sendiri. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di bidang konstruksi perlu dilakukan sejak jenjang pendidikan vokasi. Melalui edukasi dan pelatihan, siswa SMK Jurusan Teknik Bangunan diharapkan memahami mutu material, prinsip penyusunan campuran beton, serta penerapannya pada elemen struktur rumah tahan gempa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Negeri 4 Tangerang dalam menyusun campuran beton yang memenuhi kaidah teknis untuk mendukung pembangunan rumah yang lebih aman terhadap gempa.
Analysis of Factors Causing Occupational Accident Risks Using the HIRARC and Bow Tie Analysis Method in the Mall Building Construction Project in Bekasi Zel Citra; Eugenia Denta Sirait; Yosie Malinda; Paksi Dwiyanto Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 24 No 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction activities carry high risks, one of which is in the aspect of Occupational Safety and Health (OSH) this research discusses the analysis of risk factors for occupational health and safety (OHS) in the Mall Building Construction Project in Bekasi using the HIRARC and Bowtie Analysis methods. The purpose of this analysis is to identify and analyze OHS risks related to the Mall Building Construction Project in Bekasi, as well as to determine effective controls to reduce risks and improve the eddectiveness of the safety system. Risk identification is carried out based on observation, interviews, and questionnaires. The risk is assessed based on observation, interviews, and questionnaires. The risk is assessed based on its likelihood and severity, which is then used to determine the risk level. The HIRARC and Bowtie method are effective in identifying and assessing complex OHS risks, as well as determining effective controls to reduce those risks. From the research result, it was fpund that several factors causing occupational accidents in the Mall Building Construction Project in Bekasi include 22% human error, 26% unsafe environmental conditions, 19% not using complete PPE, and 33% due to lack of supervision.