Ivo Retna Wardani
STIES Babussalam Jombang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Problem Based Learning Berbasis Nilai Islam untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Belajar Siswa MI Islamiyah Jamberejo Rohmad; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala madrasah, dan siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis nilai Islam mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna. Guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti tanggung jawab (amanah), kerja sama (ta’awun), kejujuran (ṣidq), dan disiplin (istiqamah) ke dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya karakter positif siswa seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, model ini juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa; mereka menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, menyelesaikan tugas kelompok, serta mengatur waktu dan strategi belajar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Islam efektif diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah sebagai pendekatan pembelajaran holistik yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan model PBL dengan integrasi nilai keislaman secara sistematis, sementara pihak madrasah memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan yang mendorong praktik pembelajaran inovatif berbasis karakter islami. Kata kunci: Problem Based Learning, nilai-nilai Islam, karakter, kemandirian belajar.
Tantangan Pendidikan Karakter di MTs: Analisis Berdasarkan Faktor Pendukung, Faktor Penghambat dan Solusinya dalam Pembelajaran Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama pada masa remaja yang merupakan periode krusial pengembangan nilai moral dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan karakter di MTs berdasarkan literatur terkini, dengan fokus pada faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi solusi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan internal sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur. Faktor penghambat meliputi kurangnya kompetensi guru, pengaruh lingkungan luar sekolah, rendahnya minat dan partisipasi siswa, serta dampak pembelajaran jarak jauh pascapandemi. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kompetensi guru, kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat, penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di MTs.
STRATEGI GURU DALAM MENGADAKAN VARIASI PENANAMAN BUDAYA RELIGIUS PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Ivo Retna Wardani; Rizki Budi Setiawan; Moh. Fatkhur Rohman; Muhammad Nasiruddin
AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 02 (2025): AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/afham.v1i02.145

Abstract

Penanaman nilai religious harus ditanamkan sejak dini baik di sekolah maupun di rumah. Akhir ini sering terjadi fenomena kemrosotan nilai-nilai religious pada peserta didik. Banyaknya hambatan dalam menanamkan nilai religious pada peserta didik maka perlu adanya strategi yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai religious. Dengan tujuan agar peserta didik memiliki pondasi agama yang kuat dengan adanya nilai-nilai religious yang tertanam dalam diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan niali religious yang ditanamkan diantaranya keimanan, akhlak karimah, strategi yang gunakan dalam menanamkan nilai religious diantaranya pembiasaan, modeling dan pembelajara interaktif, sedangkan hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan tingkat pemahaman, kesulitan mengintregrasikan nilai religious ke dalam kurikulum. penelitian ini menitikberatkan pada strategi guru dalam mengadakan variasi penanaman budaya religious pada peserta didik.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SEKOLAH DASAR Yeni Fitriya; Nur Alfiyani; Ivo Retna Wardani; Asep Yudianto
AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 02 (2025): AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/afham.v1i02.167

Abstract

Perkembangan Artificial intelligence (AI) telah mendorong inovasi penggunaan media pembelajaran di sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan media pembelajaran berbasis AI di sekolah dasar, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dan siswa dalam pemanfaatannya serta menganalisis tren penelitian yang dilakukan selama tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel jurnal nasional terakreditasi yang dipublikasikan di tahun 2025 dan relevan dengan topik AI dalam pendidikan dasar serta melakukan pengodean untuk kategori tren penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AI berpotensi meningkatkan motivasi belajar, interaktivitas, dan pemahaman konsep siswa melalui pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan literasi digital dan kesiapan pedagogik guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan siswa dalam penggunaan AI, serta belum optimalnya kebijakan dan pedoman etis penggunaan AI di sekolah dasar. Berdasarkan hasil analisis tren, jenis penelitian RnD banyak diminati dengan subjek siswa kelas tinggi sekola dasar (4, 5 dan 6) serta banyak menggunakan analisis korelasi sebagai teknik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran di sekolah dasar memerlukan dukungan komprehensif berupa peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi digital siswa, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta kebijakan pendidikan yang berkelanjutan agar implementasi AI dapat memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran.