Maylita Dwi Putri
STIES Babussalam

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis HOTS (High Order Thinking Skills) Penilaian Akhir Semester Ganjil Madrasah Kelas III MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto Maylita Dwi Putri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i3.1033

Abstract

Penilaian pada akhir semester merupakan salah satu hal pokok yang penting, karena hal tersebut merupakan alat ukur hasil pembelajaran selama proses pembelajaran satu semester. Bentuk penilaian yang baik sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan Pemerintah adalah bentuk penilaian HOTS. Dalam menyusun penilaian HOTS, kemampuan seorang guru perlu dikembangkan lebih jauh untuk menyusun soal HOTS. Alasan dilakukannya penelitian ini, karena dalam pembuatan instrument soal HOTS yang disusun dan dibuat oleh guru, terdapat beberapa butir soal yang kurang memenuhi kriterian soal HOTS. Penelitian ini ditujukan agar mampu menggambarkan soal tes subjektif pada Penilaian Akhir Semester Ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha mendeskripsikan pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal Penilaian Akhir Semester Ganjil berbentuk tes subjektif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan temuan, yaitu 20 butir soal ditemukan diantara 20 soal yang akan diujakan terdapat 8 soal yang memenuhi kriteria soal HOTS.
MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maylita Dwi Putri; Yeni Fiftriya; Moh. Fatkur Rohman
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep moderasi beragama dalam mendukung toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dalam perspektif keagamaan. Moderasi beragama berfungsi sebagai solusi untuk mencegah radikalisasi dan intoleransi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, masyarakat diharapkan dapat memperkuat predisposisi untuk hidup berdampingan secara damai meskipun terdapat perbedaan dalam agama, budaya, dan pemikiran. Penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat menjadi paradigma untuk menghargai perbedaan yang ada dan mengurangi potensi konflik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metodologinya. Metode penelitian kualitatif sangat sesuai karena memungkinkan peneliti untuk mendalami fenomena yang kompleks dan mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam membentuk Moderasi Beragama siswa melalui Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Observasi di kelas memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana metode subyek penelitian dalam membangun moderasi beragma siswa, dalam hal ini guru dan stakeholder sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi modernisasi dan arus globalisasi yang semakin pesat, Pendidikan Agama Islam harus mampu merespons dengan baik, dengan menyesuaikan model dan kurikulum Pendidikan Agama Islam sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Disisi lain, adanya dampak-dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi harus menjadi perhatian khusus bagi para stakeholder Pendidikan Agama Islam. Maka, penekanan terhadap pendidikan karakter, dan penerapan moderasi beragama menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh guru, maupun lembaga-lembaga sekolah untuk merespons dan meminimalisir peluang terjadinya dampak-dampak negatif yang bisa terjadi terhadap siswa.Keywords : Membangun, Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITAL Yeni Fitriya; Ivo Retna Wardani; Moh. Fatkur Rohman; Maylita Dwi Putri
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.127

Abstract

Pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda di Indonesia. Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah pengaruh kecanggihan teknologi digital yang tidak terelakkan, terutama di era globalisasi yang ditandai dengan banyaknya informasi yang mudah diakses. Namun, perlu diingat bahwa tantangan dalam pelaksanaan pendidikan ini sangat beragam, termasuk resistensi terhadap perubahan, kebutuhan pelatihan bagi guru, dan ketidakpahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis agama. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metodologinya. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui metode ataupun cara dalam membangun karakter siswa melalui pendidikan agama Islam, serta memetakan tantangan dan peluangnya di era digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pesatnya kemajuan keilmuan dan berbagai macam inovasi di dalam teknologi menciptakan inovasi-inovasi pendidikan agama Islam yang penuh dengan kreatifitas. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka Pendidikan Agama Islam juga harus menyesuaikan dengan memberikan respons yang baik terhadap kemajuan zaman. Keywords : Karakter, Pendidikan Agama Islam, Tantangan, Digital
DISKURSUS KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM MERESPONS ARUS MODERNISASI Moh. Fatkur Rohman; Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.128

Abstract

Memasuki abad ke-20 saat ini, terjadi lonjakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di seluruh dunia. Kemajuan teknologi informasi, perkembangan global, hingga adanya perubahan paradigma-paradigma baru pada sektor-sektor vital, menciptakan pola tatanan kehidupan baru yang perlu adanya penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk penanaman sikap-sikap dan karakter secara komprehensif, sebagai respon terhadap arus modernisasi yang pesat, sehingga tercipta suasana yang penuh dengan kedamaian, kerukuran, persatuan dan kesatuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan model penelitian studi literatur. Telaah dokumen-dokumen dilakukan untuk mengetahui dan memetakan terkait sumber primer dan sekunder dalam penelitian ini. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh ialah para stakeholder PAI tidak hanya sekedar merespons secara teoritik atas modernisasi, melainkan juga memhamai secara bijaksana dan menciptakan kebijakan-kebijakan sistematis untuk menyesuaikan dengan arus modernisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, dicetuskannya konsep integratif-interkonektif oleh M. Amin Abdullah menandai adanya transformasi paradigma secara menyeluruh dari berbagai bidang disiplin keilmuan Selain itu, penekanan terhadap pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam telah menjadi bagian dari fokus respons terhadap arus modernisasi.Keywords : Diskursus, Konsep Pendidikan Agama Islam, Modernisasi
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Nilai Islam untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Belajar Siswa MI Islamiyah Jamberejo Rohmad; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala madrasah, dan siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis nilai Islam mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna. Guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti tanggung jawab (amanah), kerja sama (ta’awun), kejujuran (ṣidq), dan disiplin (istiqamah) ke dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya karakter positif siswa seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, model ini juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa; mereka menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, menyelesaikan tugas kelompok, serta mengatur waktu dan strategi belajar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Islam efektif diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah sebagai pendekatan pembelajaran holistik yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan model PBL dengan integrasi nilai keislaman secara sistematis, sementara pihak madrasah memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan yang mendorong praktik pembelajaran inovatif berbasis karakter islami. Kata kunci: Problem Based Learning, nilai-nilai Islam, karakter, kemandirian belajar.
Tantangan Pendidikan Karakter di MTs: Analisis Berdasarkan Faktor Pendukung, Faktor Penghambat dan Solusinya dalam Pembelajaran Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama pada masa remaja yang merupakan periode krusial pengembangan nilai moral dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan karakter di MTs berdasarkan literatur terkini, dengan fokus pada faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi solusi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan internal sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur. Faktor penghambat meliputi kurangnya kompetensi guru, pengaruh lingkungan luar sekolah, rendahnya minat dan partisipasi siswa, serta dampak pembelajaran jarak jauh pascapandemi. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kompetensi guru, kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat, penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di MTs.
Montessori dan Pendidikan Islam: Sinergi Metode Pembelajaran Modern dalam Kurikulum PIAUD Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Moh. Fatkur Rohman
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara metode Montessori dan Pendidikan Islam dalam pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menelaah berbagai sumber literatur dari jurnal nasional dan internasional terindeks Sinta, DOAJ, ResearchGate, serta Google Scholar selama periode 2015–2024. Hasil penelusuran awal memperoleh 68 artikel, kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi, sehingga diperoleh 25 artikel utama yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi kesamaan dan integrasi nilai-nilai antara Montessori dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Montessori memiliki prinsip utama seperti independence, freedom within limits, learning by doing, prepared environment, dan teacher as guide, yang secara filosofis sejalan dengan konsep pendidikan Islam yang berlandaskan fitrah, adab, dan tauhid. Sinergi keduanya menghasilkan pendekatan pembelajaran yang holistik, menekankan pengembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual anak secara seimbang. Penerapan model Montessori-Islami dalam kurikulum PIAUD terbukti efektif dalam menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kesadaran spiritual anak sejak usia dini.
Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD: Belajar dari Alam dan Kehidupan Sehari-hari muhammad nasiruddin; Maylita Dwi Putri; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan pembelajaran berbasis alam dan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai hasil penelitian dan sumber ilmiah relevan yang terbit antara tahun 2020–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di PAUD membawa perubahan paradigma pembelajaran dari yang bersifat akademik menuju pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berpusat pada anak. Pendekatan belajar dari alam memberikan pengalaman nyata yang menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak—kognitif, sosial-emosional, moral, spiritual, dan motorik—melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, pembelajaran dari kehidupan sehari-hari memperkuat keterampilan sosial, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan reflektif anak melalui aktivitas yang dekat dengan realitas mereka. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, minimnya ruang terbuka, dan rendahnya partisipasi orang tua. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan guru, inovasi lingkungan belajar, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pembelajaran Literasi Numerasi Berbasis Masalah Kontekstual Pada Anak Usia Dini Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; M. Miftaqul Miftah Lutfi
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.171

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran numerasi pada pendidikan anak usia dini masih sering bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual pada anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, dengan kriteria fokus pada literasi numerasi, pendekatan kontekstual, dan pembelajaran berbasis masalah pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep numerasi secara bermakna, mendorong keterlibatan aktif anak, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah sederhana. Pembelajaran yang mengaitkan numerasi dengan konteks kehidupan sehari-hari dan aktivitas bermain dinilai sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual merupakan pendekatan yang relevan dan potensial untuk diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, meskipun masih diperlukan penelitian empiris lanjutan dengan desain eksperimental untuk memperkuat temuan yang ada.
Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan di Lingkungan Sekolah PAUD Insan Cita Maylita Dwi Putri; Moh. Fatkur Rohman; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.174

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, mengelola diri, dan berinteraksi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan di lingkungan sekolah terhadap peningkatan kemandirian anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi langsung di PAUD Insan Cita, dengan fokus pada aktivitas harian anak, interaksi sosial, dan peran guru sebagai fasilitator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menjalani rutinitas mandiri, seperti merapikan mainan, menata peralatan belajar, dan menyelesaikan tugas sederhana, mampu melaksanakan aktivitas tersebut tanpa bantuan guru setelah beberapa minggu. Pembiasaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan inisiatif, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Peran guru sebagai model dan fasilitator, konsistensi rutinitas, serta penguatan positif terbukti menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembiasaan. Temuan ini selaras dengan teori perkembangan anak Erikson (initiative vs. guilt), Piaget (praoperasional), Vygotsky (zona perkembangan proksimal), Bandura (pembelajaran sosial), dan Skinner (penguatan perilaku). Kesimpulannya, pembiasaan di sekolah merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk membentuk kemandirian anak usia dini secara holistik, meliputi aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kebijakan sekolah, struktur rutinitas yang jelas, dan kompetensi guru agar dapat berkontribusi pada pembentukan karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi pendidikan berikutnya.