Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

YOUTUBE SEBAGAI MEDIA BELAJAR BERBASIS PLATFORM DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PAI Okta Rosfiani; Saumi Sumanior; Alimah Zaini Saidah; Diah Gita Cahyani; M Ridwan Al Islami
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i1.27798

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran YouTube sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis konten video pembelajaran PAI di YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dapat merangsang diskusi, analisis, dan evaluasi kritis siswa berkat konten yang variatif dan relevan. Namun, pemanfaatan optimalnya memerlukan pemilihan materi yang cermat, pendampingan guru, serta kemampuan siswa dalam menilai kualitas informasi. Studi ini menyimpulkan bahwa YouTube berpotensi menjadi alat pembelajaran PAI yang efektif jika digunakan secara tepat untuk melatih daya kritis siswa. Implikasinya meliputi pelatihan guru dalam memilih konten digital dan penyusunan panduan penggunaan YouTube dalam pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti kesenjangan literasi digital dalam konteks pendidikan Islam serta kurangnya pemanfaatan sistematis media daring dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara pendekatan critical thinking framework dan prinsip ARCS motivation model dalam konteks pembelajaran PAI di Indonesia. Secara empiris, penelitian ini menemukan bahwa strategi kurasi konten yang disertai pendampingan guru berpengaruh langsung terhadap kemampuan analitis siswa, terutama dalam menilai keautentikan informasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan literasi digital Islam dan kontribusi praktis pada desain pembelajaran PAI berbasis platform video.
Tantangan Guru PAI Melaksanakan Asesmen Autentik pada Tiga Domain Taksonomi Bloom di Era Digital Okta Rosfiyani; Alimah Zaini; Saumi Sumanior; Nurul Wafa; Maulana Malik Ibrahim; Desya Assyifa Yelviani; Najwa Putri Khaerani; M. Sofiyyurrahman; Rizky Fadhillah; Syahputra Panduwardan; M. Anjas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan implementasi asesmen autentik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di ruang kelas digital pada jenjang sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI yang mengajar di sekolah berbasis sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara konsep ideal asesmen autentik dan praktik di lapangan. Meskipun sekolah telah difasilitasi dengan perangkat dan platform digital serta guru memiliki pemahaman teoretis mengenai penilaian holistik yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, implementasi asesmen autentik belum sepenuhnya optimal. Teknologi digital cenderung dimanfaatkan sebatas untuk mendigitalisasi bentuk penilaian konvensional, seperti pelaksanaan ujian daring dan pengolahan nilai, tanpa disertai pengembangan evaluasi yang interaktif, reflektif, dan bermakna. Tantangan utama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanistik, antara lain menurunnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI serta beban administratif yang tinggi sehingga membatasi ruang guru untuk membangun relasi personal dengan peserta didik. Temuan penting penelitian ini menyoroti strategi adaptif guru yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti asesmen, dengan menekankan pendekatan personal dan menjadikan penilaian akhlak sejajar dengan capaian akademik, bahkan dalam sistem digital yang cenderung kaku. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi digital dan pemanfaatannya dalam asesmen PAI, serta merekomendasikan pengembangan model asesmen digital yang lebih fleksibel, berorientasi pada penguatan karakter, meringankan beban guru, dan mampu menghidupkan kembali motivasi belajar siswa, sehingga teknologi benar-benar berfungsi memperkaya esensi pendidikan Islam.