Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Guru PAI Melaksanakan Asesmen Autentik pada Tiga Domain Taksonomi Bloom di Era Digital Okta Rosfiyani; Alimah Zaini; Saumi Sumanior; Nurul Wafa; Maulana Malik Ibrahim; Desya Assyifa Yelviani; Najwa Putri Khaerani; M. Sofiyyurrahman; Rizky Fadhillah; Syahputra Panduwardan; M. Anjas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan implementasi asesmen autentik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di ruang kelas digital pada jenjang sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI yang mengajar di sekolah berbasis sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara konsep ideal asesmen autentik dan praktik di lapangan. Meskipun sekolah telah difasilitasi dengan perangkat dan platform digital serta guru memiliki pemahaman teoretis mengenai penilaian holistik yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, implementasi asesmen autentik belum sepenuhnya optimal. Teknologi digital cenderung dimanfaatkan sebatas untuk mendigitalisasi bentuk penilaian konvensional, seperti pelaksanaan ujian daring dan pengolahan nilai, tanpa disertai pengembangan evaluasi yang interaktif, reflektif, dan bermakna. Tantangan utama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanistik, antara lain menurunnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI serta beban administratif yang tinggi sehingga membatasi ruang guru untuk membangun relasi personal dengan peserta didik. Temuan penting penelitian ini menyoroti strategi adaptif guru yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti asesmen, dengan menekankan pendekatan personal dan menjadikan penilaian akhlak sejajar dengan capaian akademik, bahkan dalam sistem digital yang cenderung kaku. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi digital dan pemanfaatannya dalam asesmen PAI, serta merekomendasikan pengembangan model asesmen digital yang lebih fleksibel, berorientasi pada penguatan karakter, meringankan beban guru, dan mampu menghidupkan kembali motivasi belajar siswa, sehingga teknologi benar-benar berfungsi memperkaya esensi pendidikan Islam.
Entrepreneurial Motivation from an Islamic Educational Perspective: Value Internalization and Character Formation among University Students Diah Mutiara; Rony Edward Utama; Ichwan Rahmanu Widjaja; Saumi Sumanior
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.9.2.399-408

Abstract

The increasingly competitive labor market requires university students to develop entrepreneurial motivation that is grounded not only in economic objectives but also in moral and spiritual values. This study aims to analyze the entrepreneurial motivation of students at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ), from the perspective of Islamic education and to examine the role of Islamic values-based entrepreneurship education in shaping students' entrepreneurial character. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving FAI UMJ students and were analyzed descriptively. The findings indicate that students' entrepreneurial motivation is influenced by intrinsic and extrinsic factors, as well as the internalization of Islamic educational values. Principles such as honesty (ṣidq), trustworthiness (amanah), responsibility, hard work, discipline, and perseverance (ikhtiar) serve as the primary foundations for developing entrepreneurship oriented not only toward economic gain but also toward social benefit and divine blessing. Entrepreneurship education at FAI UMJ contributes positively to strengthening students' entrepreneurial knowledge, skills, and motivation through the integration of Islamic business ethics into the learning process. The novelty of this study lies in its integration of psychological, social, and religious dimensions within the framework of Islamic education, demonstrating that the internalization of Islamic values strengthens the character of ethical and socially responsible Muslim entrepreneurs. The study recommends strengthening Islamic values-based entrepreneurship curricula through practical training, business incubators, and sustainable entrepreneurial mentoring programs.