Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Sentimen Komentar YouTube pada Program Clash of Champions Ruangguru Menggunakan Deep Learning Berbasis LSTM Iska Rahmawati; Nur Aini
Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation Vol. 4 No. 1 (2025): Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/intellect.v4i1.1376

Abstract

The growth of digital platforms such as YouTube has opened massive interactive spaces among users, particularly through comment sections on educational content. This study aims to analyze public sentiment toward Ruangguru's "Clash of Champions" program by utilizing user comments on YouTube and applying the Long Short-Term Memory (LSTM) algorithm. A total of 43,664 comments were collected over 46 days using the YouTube API, then processed through several stages: data preprocessing (text cleaning, tokenizing, stemming), manual sentiment labeling, feature transformation using TF-IDF, and LSTM model training that was fine-tuned with informal Indonesian language data. The classification results show that 72.6% of the comments carry positive sentiment, while 27.4% are negative. Model evaluation using accuracy, precision, recall, and F1-score yielded values of 90%, indicating a stable and reliable classification performance. These findings demonstrate the effectiveness of LSTM in capturing sentiment patterns within informal and local language texts and contribute by presenting a deep learning-based approach to analyze public opinion toward educational digital content in Indonesia. Abstrak Pertumbuhan platform digital seperti YouTube telah membuka ruang interaksi yang masif antar pengguna, khususnya melalui kolom komentar pada konten edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap program "Clash of Champions" dari Ruangguru dengan memanfaatkan komentar pengguna di YouTube dan menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM). Sebanyak 43.664 komentar dikumpulkan selama 46 hari menggunakan YouTube API, kemudian diproses melalui tahap data preprocessing (text cleaning, tokenizing, stemming), pelabelan sentimen secara manual, transformasi fitur menggunakan TF-IDF, dan pelatihan model LSTM yang telah difine-tuning dengan data relevan berbahasa Indonesia informal. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 72,6% komentar bersentimen positif dan 27,4% bersentimen negatif. Evaluasi model menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score dengan nilai mencapai 90%, menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan klasifikasi yang stabil dan andal. Temuan ini menunjukkan efektivitas LSTM dalam menangkap pola sentimen pada data teks yang bersifat informal dan lokal, serta memberikan kontribusi dengan menyajikan pendekatan berbasis deep learning untuk analisis opini publik terhadap konten edukatif digital di Indonesia.
An Advanced Deep Learning Approach for Automatic Disease Recognition and Classification in paddy leaf disease detection Robert Marco; Alva Hendi Muhammad; Nur Aini; Yana Hendriana
Intechno Journal : Information Technology Journal Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/intechnojournal.2025v7i2.2482

Abstract

Purpose: Accurate detection of paddy leaf diseases is essential to ensure optimal crop yield and effective disease management. Methods/Study design/approach: In this study, we propose a hybrid deep learning model combining Convolutional Neural Networks (CNN), Long Short-Term Memory (LSTM), and an Attention mechanism for paddy leaf disease classification using the Paddy Doctor dataset. The CNN layers extract spatial features from leaf images, the LSTM captures contextual relationships between these features, and the Attention mechanism emphasizes the most relevant patterns for accurate classification. Result/Findings: Experimental results show that the proposed CNN+LSTM+Attention model achieves 95.5% accuracy, 98.12% precision, 98.3% recall, and 0.994 macro AUC, outperforming a simple CNN-3 layer while offering competitive performance compared to state-of-the-art architectures such as ResNet34 and Xception. Novelty/Originality/Value: These results demonstrate that the proposed model is highly effective in detecting paddy leaf diseases with minimal false negatives, providing a reliable and practical solution for automated paddy disease monitoring systems
Prediksi Perbandingan Kinerja MobileNetV2 dan EfficientNetB0 dalam Prediksi Kematangan Buah Jaboticaba Mahardika Wildan Fitrian; Wiwi Widayani; Heri Sismoro; Nur Aini; Dwi Nurani
Journal Automation Computer Information System Vol. 6 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jacis.v6i1.177

Abstract

Penentuan kematangan buah yang akurat penting untuk meningkatkan kualitas panen dan efisiensi distribusi, namun praktik manual masih rentan terhadap subjektivitas. Penelitian ini membandingkan kinerja Convolutional Neural Network (CNN), MobileNetV2, dan EfficientNetB0 dalam memprediksi jumlah hari menuju kematangan buah Jaboticaba (Plinia cauliflora) berbasis citra RGB. Dataset diperoleh dari pengamatan lapangan dan diuji dalam dua skenario: 656 citra dan dataset hasil augmentasi sebanyak ±2.500 citra. Seluruh model dilatih dengan optimizer Adam dan dievaluasi menggunakan Mean Absolute Error (MAE). Pada dataset kecil, MobileNetV2 menunjukkan performa terbaik dengan MAE uji 1,54 hari, lebih baik dibanding CNN (3,41 hari) dan EfficientNetB0 (6,05 hari). Setelah jumlah data diperbesar, kinerja seluruh model meningkat, dengan MobileNetV2 tetap unggul (MAE 0,95 hari), diikuti EfficientNetB0 (1,30 hari) dan CNN (1,86 hari). Peningkatan terbesar terjadi pada EfficientNetB0, yang mengindikasikan bahwa model berkapasitas tinggi membutuhkan data lebih besar untuk belajar secara optimal. Hasil ini menegaskan bahwa ukuran dataset berpengaruh signifikan terhadap akurasi, serta bahwa MobileNetV2 memberikan keseimbangan terbaik antara ketepatan dan stabilitas