Rani Suraya
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUILDING SELF-EFFICACY FOR REPRODUCTIVE HEALTH AMONG INDONESIAN MIGRANT WORKERS' CHILDREN IN MALAYSIA: AN ASSET-BASED, GAME-SUPPORTED COMMUNITY PROGRAMME Ponidi Ponidi; Tika Dewi; Apriliani Apriliani; Rani Suraya; Prima Yanti Siregar; Muhammad Rezebri; Putra Apriadi Siregar
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 7, No 1 (2026): Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies (JGSIMS)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v7i1.26519

Abstract

Background: Indonesian migrant workers' children in Malaysia face restricted access to formal schooling and reproductive-health (SRH) information. Objective: To design and implement a community-based SRH programme that builds children's self-efficacy using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach supported by educational gaming. Methods: A community programme at El Shaddai Learning Centre (Kuala Lumpur) engaged 30 children (7-14 years). The ABCD cycle (discover-dream-design-deliver) informed asset mapping, shared visioning, co-designed content, and delivery/evaluation. The intervention comprised age-appropriate interactive talks and a cause-and-effect “snakes-and-ladders” board game. Formative and summative assessments (structured observation, brief oral quizzes) captured SRH understanding and early self-efficacy indicators. Results: Relative to baseline, participants demonstrated improved ability to define SRH, identify age-appropriate protective behaviours, and articulate consequences of risky choices. Early self-efficacy signals (e.g., refusal of unsafe invitations; concrete steps to maintain personal boundaries) were evident during group work and gameplay. Conclusions: An ABCD-anchored, game-supported format is feasible and acceptable in migrant settings. Sustainability should leverage peer-education, youth-friendly referrals, and light process indicators for ongoing monitoring.
Sosialisasi ATIRA (Aplikasi Teman Interaktif Rancangan Asupan) Sebagai Media Layanan Konseling Gizi Athira Demitri; Rani Suraya; Yulita
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 5 No. 1 (2026): Januari, 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v5i1.547

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar dalam peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya pada bidang konseling gizi. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif sering menghadapi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan gizi akibat pola makan yang tidak teratur dan kurang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan ATIRA (Aplikasi Teman Interaktif Rancangan Asupan), yaitu media layanan konseling gizi berbasis digital yang dapat diakses secara mudah dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan ATIRA kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, sehingga mereka mampu memperoleh informasi gizi yang akurat serta melakukan perencanaan asupan secara mandiri. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi penggunaan aplikasi, diskusi interaktif, serta evaluasi terhadap tingkat pemahaman pengguna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peningkatan signifikan terhadap pemahaman fungsi aplikasi, dengan hasil evaluasi menunjukkan kenaikan sebesar 78,4%. Temuan ini menegaskan bahwa ATIRA efektif digunakan sebagai sarana edukasi gizi digital bagi mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model layanan konseling gizi berbasis teknologi yang berkelanjutan. Selain memberikan kemudahan akses terhadap informasi gizi, implementasi ATIRA juga memiliki implikasi sosial dalam mendorong perubahan perilaku makan sehat di kalangan mahasiswa serta berkontribusi secara akademik dalam pengembangan inovasi teknologi edukasi gizi di lingkungan perguruan tinggi. Kata Kunci : Aplikasi gizi; Konseling digital, ATIRA, Mahasiswa