Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN SISWA (i) DALAM PENGENALAN KONSEP LAMBANG BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MONTESSORI TEMA GO GREEN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI ALAM ISLAMIC RAINBOW SCHOOL LUWU TIMUR Juwita Crestiani; Opik Dwi Indah; Hermini Hermini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i1.43

Abstract

Kegiatan pengabdian ini di adakan pada bulan awal bulan November 2020. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak usia dini karena mereka dapat mengasah kemampuan memahami makna konsep bilangan dengan indikator mencocokkan angka dengan media real object yaitu buah melalui kegiatan mencocokkan jumlah buah dengan lambang bilangan. Sehingga dapat melatih anak berhitung dengan menyebutkan angka satu, dua tiga dan seterusnya sekaligus mengenal lambang bilangan atau angkanya. Selain itu, semakin mengasah potensi dari aspek kognitif, bahasa dan social. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini khususnya pada pendidikan anak usia dini di Alam Islamic Rainbow School di Wonorejo Timur Kab. Luwu Timur berupa pengenalan dan pengajaran lambang bilangan dengan mencocokkan dengan jumlah buahnya. konsep lambang bilanganKegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 Minggu, dimana dalam pelaksanaannya terbagi dalam beberapa tahap yaitu: (1) tahap perencanaan (plan), (2) tahap pelaksanaan (do) dan (3) tahap evaluasi (see). Hasil dari kegiatan ini, siswa yang ikut dalam kegiatan ini merasa sangat senang dan antusias. Ini terlihat dari sikap yang mereka nampakkan dengan mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir yaitu pada saat guru bertanya, siswa yang tahu jawabannya sangat antusias menjawab dan berulang kali mengangkat tangannya saat sesi pertanyaan secara massal atau menyeluruh. Salah satu media yang digunakan adalah real object yang ramah lingkungan dengan tema go green berupa buah-buahan. Hasil akhirnya adalah, seluruh anak usia dini dapat menepis rasa malu, ragu-ragu mereka dengan berani menjawab pertanyaan dalam bentuk ujaran maupun ungkapan-ungkapan. Setelah kegiatan ini berakhir, diharapkan agar mereka dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Enhancing Students’ English Vocabulary Through The Use Of Storyjumper In Efl Classroom Rahmawati Upa; Sri Rahayu; Hermini Hermini
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2436

Abstract

Vocabulary mastery is one of crucial component of language proficiency which directly influence students’ ability in speaking, reading, listening, and writing. However, many EFL students struggle with vocabulary acquisition due to limited exposure, lack of contextual learning, and low engagement. This research aimed to examine the effectiveness of StoryJumper, a digital storyteling platform, in enhancing English vocabulary among eighth grade students in one of Junior high school in Palopo. This research involved 31 students and adopted a pre-experimental one group pre-test and post-test design. During the intervention, students created and narrated their own digital stories using StoryJumper, which encouraged them to use target vocabulary in meaningful context, collaborate with peers, and repeatedly encounter the words in both receptive and productive modes. Data were collected through vocabulary tests administered before and after the treatment. Descriptive statistics showed an increase in the mean score from 58.71 in the pre-test to 76.13 in the post-test, and a paired sample t-test confirmed that the improvement was statistically significant. The findings indicate that StoryJumper not only improved students vocabulary retention but also increased their motivation and engagement in learning. The positive impact is attributed to contextualized learning, repeated exposure, peer collaboration, and the multimodal nature of digital storytelling. This research recommends the future researchers to explore the long term impact of StoryJumper on other language skills such as writing or speaking. In addition, a comparison with other storytelling tools or control groups may yield deeper insights into its effectiveness