Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Lanjut Usia Melalui Pelatihan Senam Kebugaran Lansia di Gampong Rambayan Lueng  Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Risna Risna; Dian Devita; Sri Amalia
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/djsear36

Abstract

Pembinaan kesehatan lanjut usia diharapkan akan menumbuhkan kemampuan lansia untuk mengatasi masalah kesehatan dengan upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan usia lanjut yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan agar lansia dapat tetap sehat. Perubahan fisik lansia kian hari kian menurun, maka perlu dilakukan suatu kegiatan yang akan menggerakkan lansia untuk memiliki hidup yang lebih sehat, melalui program senam untuk lansia. Peningkatan kesehatan lansia melalui pelatihan senam kebugaran dilihat menjadi hal penting untuk dilakukan agar kesehatan lansia menjadi paripurna. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober 2025 di Gampong Rambayan Lueng Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie melibatkan peserta lansia sejumlah 30 orang, para dosen, mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam, petugas kader kesehatan lansia dari desa. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung di lapangan dan kantor desa setempat yang meliputi pemeriksaan pernafasan dan nadi sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan mencatat identitasnya (nama, umur, jenis kelamin). Kegiatan ini terlaksana dengan lancar, tertib dan sukses, dibuktikan dengan keaktifan lansia dalam kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan pemeriksaan pernafasan dan nadi sebelum dan setelah senam menunjukkan 65 % dalam batas normal, walau ada  35 % lansia yang tidak menunnjukkan nilai normal karena berkurangnya kemampuan fisik lansia akibat kemunduran fungsi organ jantung dan paru-parunya, dan sebaiknya aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan fisik lanjut usia. 
Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Risna Risna; Dian Devita; Sri Amalia
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j5pq7k50

Abstract

Kualitas hidup pada lansia merupakan indikator penting yang mencerminkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual menjadi semakin penting bagi lansia, terutama yang menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan spiritualitas dengan kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus di Wilayah kerja Puskesmas Pidie Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 246 orang, sedangkan sampel sebanyak 71 lansia dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian yang dilakukan dari tanggal 16 Oktober  sampai dengan 12 November 2025, mayoritas lansia memiliki pemenuhan spiritual cukup (41 orang, 57,7%), sedangkan 17 orang (23,9%) kurang, dan 13 orang (18,3%) baik, sebanyak 52 lansia (73,2%) merasa Diabetes Melitus tidak berpengaruh pada kualitas hidup mereka, sementara 19 orang (26,8%) merasakan dampaknya dan terdapat hubungan signifikan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan kualitas hidup lansia Diabetes Melitus. (P Value = 0,001 < α = 0,05). Disarankan kepada lansia untuk lebih aktif dalam kegiatan spiritual dan sosial yang dapat memberikan ketenangan batin serta meningkatkan kesejahteraan emosional, seperti mengikuti kajian keagamaan, doa bersama, atau aktivitas relaksasi yang sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Penerapan Program Cekatan (Cek Tekanan Darah dan Gerak Senam) dalam Meningkatkan Kesadaran Cegah Hipertensi pada Masyarakat Gampong Pukat Dian Devita; Putri Zahara; Alpi Sri Rakhmayana
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n23s7x03

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu. Hipertensi didefiniskan sebagai penyakit kardiovaskuler dengan masalah utama yang terjadi akibat perubahan tekanan darah, dikatakan hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg, pada pemeriksaan yang berulang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 bulan Juni Tahun 2026 di Gampong Pukat Kecamatan Pidie. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung ke desa yang meliputi sosialisasi melalui pendidikan kesehatan mengenai pentingnya senam antihipertensi, pemeriksaan tekanan darah dan praktik senam langsung dilapangan. Peserta dari kegiatan pengabdian kepada . masyarakat ini adalah masyarakat yang tidak mengalami gangguan mobilitas fisik di Gampong Pukat yaitu sebanyak 30 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki tekanan darah dalam kategori normal sebanyak 11 orang (36,7%), kategori meningkat 6 orang (20,0%), kategori hipertensi grade I 8 orang (26,7%) dan kategori hipertensi grade II sebanyak 5 orang (16,6%). Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian melalui upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA FAMILY CENTER CARE TERHADAP DAMPAK HOSPITALISASI PADA ANAK DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MUFID Putri Zahara; Novita Sari; Dian Devita; Lisnawati Rahayu; Maya Ariska; Azhar Mualim
Aceh Health Sciences Journal Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/ajohi.v3i1.143

Abstract

Penerapan konsep family center care dalam praktik keperawatan yaitu memperlakukan keluarga dengan penuh perhatian, menyampaikan informasi kepada keluarga agar mereka memahami tentang kondisi dan perawatan anak mereka, melibatkan partisipasi orang tua dalam pembuatan keputusan dan perawatan anak, serta kerjasama antara orang tua dan perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan family center care terhadap dampak Hospitalisasi pada Anak di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mufid. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 69 sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dari tanggal 5 sampai dengan 23 Oktober 2025 diketahui bahwa family center care pada anak yang mengalami hospitalisasi berada pada katagori kurang baik sebanyak 37 Responden (59,4%). Dampak Hospitalisasi pada anak yang mengalami hospitalisasi mayoritas katagori ringan sebanyak 39 Responden (43,5%). Hubungan family center care terhadap Dampak hospitalisasi pada Anak dengan ρ-value (0,008). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan family center care terhadap dampak hospitalisasi pada Anak di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mufid tahun 2025 dengan ρ-value (0,008). Diharapkan menjadi informasi atau masukan untuk meningkatkan penerapan tentang family center care terhadap dampak Hospitalisasi pada anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFIKASI DIRI PERAWAT CODE BLUE DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT RSUD DAN RSU SWASTA DI KABUPATEN PIDIE Dian Devita; Lisnawati Rahayu; Putri Zahara; Novita Sari; Maya Ariska
Aceh Health Sciences Journal Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/ajohi.v3i1.147

Abstract

Code blue merupakan sistem menejemen darurat yang di bentuk untuk menangani kasus yang membutuhkan intervensi medis darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi efikasi diri perawat Code blue dalam penanganan pasien gawat darurat RSUD dan RSU Swasta di Kabupaten Pidie. Metode penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat Code blue RSUD dan RSU Swasta di Kabupaten Pidie yaitu sebanyak 49 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu berjumlah 49 perawat. Penelitian dilakukan dari tanggal 17 sampai 29 Juli tahun 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan faktor pelatihan (0,000 < 0,05) dan masa kerja (0,000 < 0,05) dengan efikasi diri perawat Code blue dalam penanganan pasien gawat darurat. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara faktor (pelatihan dan masa kerja) dengan efikasi diri perawat Code blue dalam penanganan pasien gawat darurat RSUD dan RSU Swasta di Kabupaten Pidie. Saran kepada rumah sakit agar dapat memfasilitasi perawat Code blue untuk mengikuti pelatihan serta sosialisasi yang berkaitan dengan Code blue dalam meningkatkan pengetahuan serta kompetensi untuk menjadi perawat Code blue.