Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

GAMBARAN HARGA DIRI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Self-Esteem on Chronic Kidney Disease RISNA, NEILA FAUZIA
Jurnal Real Riset Vol 2, No 2 (2020): Edisi Khusus 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jrr.v2i2.176

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu perubahan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel. Pada GGK, ginjal tidak mampu untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta akumulasi sisa metabolisme sehingga menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir. Harga diri merupakan salah satu komponen dari konsep diri dan penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal diri. Tujuan penelitian ini adalah ingin meneliti tentang Gambaran Harga Diri Pada Pasien GGK Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chiek Ditiro Sigli Kabupaten Pidie. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Case Study Research, teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui indepth interview secara face to face dan observasi. Informan berjumlah 6 orang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Hasil analisis data berupa transkrip penelitian dianalisis dengan analysis tematik untuk mengidentifikasi tema dan kategori. Pengumpulan data penelitian dilakukan mulai 14 s/d 16 mei 2019. Hasil penelitian diketahui bahwa harga diri Pada pasien GGK mengalami penurunan kualitas hidup dimana seseorang merasa sedih dengan keadaanya yang dapat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Keluhan fisik informan mengatakan merasa pusing dan lemas setelah menjalanii hemodialisa. Keluhan psikologis yang dialami berupa kondisi yang sudah pasrah, merasa berat dengan kondisi yang sedang dijalani, perasaan sedih dan ikhlas dengan keadaan, kelemahan pada pasien yang menjalani hemodialisa diakibatkan karena anemia yang disebabkan oleh menurunya produktivitas akibat kerusakan fungsi ginjal, mayoritas informan GGK memiliki harapan yang tinggi yaitu ingin cepat sembuh dengan kualitas hidup menurun. Hasil penelitian ini diharapkan kepada informan agar dapat menimalisir terjadinya gambaran harga diri.
PENYULUHAN HIPERTENSI DAN MODIFIKASI GAYA HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI GAMPONG SAGOE KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Risna Risna; Neila Fauzia
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v3i1.178

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hipertensi dan modifikasi gaya hidup lansia dengan hipertensi di Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie, secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan hipertensi dan modifikasi diet yang tepat bagi penderita hipertensi dan secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan tentang hipertensi dan modifikasi diet yang tepat untuk penderita hipertensi pada lansia di Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga kab. Pidie. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan hipertensi dan modifikasi gaya hidup lansia dengan hipertensi di Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2020. Adapun lokasi kegiatan pengabdian ini adalah di Meunasah Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie. Pelaksanaan kegiatan PKM berupa penyuluhan hipertensi dan modifikasi gaya hidup lansia dengan hipertensi di Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie, melalui tahapan survei kelompok sasaran, persiapan saran dan prasarana, pelaksanaan kegiatan aksi, dan evaluasi. Adapun metode pelaksanaan kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan hipertensi dan modifikasi gaya hidup lansia dengan hipertensi di Gampong Sagoe Kec. Simpang Tiga Kab. Pidie disimpulkan bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung. Adapun dengan menurunkan tekanan darah tinggi, angka morbiditas dan mortalitas dapat diturunkan. Modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, penerapan diet kombinasi DASH, aktivitas fisik yang teratur, dan tidak merokok adalah langkah pertama penanganan hipertensi, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan
Stigma Keluarga pada Penderita Gangguan Jiwa Risna Risna; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume VI No.2 Juli-Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.893 KB)

Abstract

Stigma pada gangguan jiwa digambarkan sebagai sikap negatif berdasarkan prasangkan dan informasi yang dipicu oleh tanda dan gejala penyakit sering digambarkan menjadi penghalang utama dalam interaksi pasien dengan lingkungan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi stigma keluarga pada penderita gangguan jiwa dengan halusinasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui indepth interview secara face to face. Penelitian ini menggunakan fenomenologi deskriptif. Sampel berjumlah 6 orang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Hasil analisis data berupa transkrip penelitian dianalisis dengan analysis tematik untuk mengidentifikasi tema dan kategori. Hasil penelitian ini menemukan adanya proses stigma terhadap penderita ganaguan jiwa. Proses stigma terjadi namun tidak sampai pada diskriminasi terhadap penderita. Tanda dan gejala yang muncul pada penderita gangguan jiwa tidak mempengaruhi keluarga dalam kehidupannya, pemahaman akan cara merawat penderita membantu keluarga dalam perawatan.Kata Kunci: Stigma, Gangguan Jiwa AbstractStigma in mental disorders is described as a negative attitude based on prejudice and information triggered by signs and symptoms of disease is often described as a major barrier in the interaction of patients with the social environment of the community. The purpose of this study is to explore the family stigma in people with mental disorders with hallucinations. This research is a qualitative research with data collection techniques carried out through an in-depth interview face to face. This study uses descriptive phenomenology. The sample was 6 people selected by purposive sampling technique. The results of data analysis in the form of research transcripts were analyzed by thematic analysis to identify themes and categories. The results of this study found that there was a stigmatizing process for mental ganaguan sufferers. The stigma process occurs but does not lead to discrimination against sufferers. Signs and symptoms that appear in people with mental disorders do not affect the family in their lives, understanding how to care for sufferers helps families in their care.Keywords: Family’s Stigma, Mental Disorders
PERAN DAN KEPEMIMPINAN PERAWAT DALAM MANAJEMEN BENCANA PADA FASE TANGGAP DARURAT Ardia, Putra; Ratna Juwita; Risna, Risna; Rudi Alfiandi; Yuni Arnita; M Iqbal; Ervina, Ervina
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.558 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6635

Abstract

ABSTRAKBencana diartikan sebagai peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Perawat sebagai profesi yang bersifat luwes dan mencakup segala kondisi, diharapkan tidak hanya terbatas pada pemberian asuhan dirumah sakit saja melainkan juga dituntut mampu bekerja dalam kondisi siaga tanggap bencana. Tujuan dari penelusuran kepustakaan ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan kepemimpinan perawat dalam manajemen bencana pada fase tanggap darurat. Penelitian ini menggunakanm pendekatan literature review. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literature yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari perpustakaan on-line baik lokal, nasional, maupun internasional. Peran dan kepemimpinan perawat pada fase tanggap darurat secara umum akan diidentifikasikan pada 6 aspek, termasuk pencarian dan penyelamatan, triase, pertolongan pertama, proses pemindahan korban, perawatan di rumah sakit, dan rapid health assessment. Oleh karena itu, situasi penanganan antara keadaan siaga dan keadaan normal memang sangat berbeda, sehingga perawat harus mampu secara skill dan teknik dalam menghadapi kondisi seperti ini.Kata kunci: peran, kepemimpinan, manajemen bencana, tanggap darurat.ABSTRACTDisaster is defined as an event or series of events that threaten and disrupt the lives and livelihoods caused by both natural factors and/or non-natural factors and human factors that result in human fatalities, environmental damage, loss of property, and psychological impact. Nurses as a profession that is flexible and includes all conditions, is expected to not only limited to the provision of hospital care alone but also demanded to be able to work in the standby state disaster response. This study uses literature review approach. Sources of data in this study came from the literature that obtained via the Internet in the form of the results of an on-line library of local, national, and international levels. The role and leadership of nurses in the emergency response phase will generally be identified in 6 aspects , including search and rescue, triage, first aid, the  process of moving the victim, hospitalization , and rapid health assessment. Handling the situation between the idle state and the normal state is very different, so the nurse should be able to skills and techniques in dealing with this condition.Keywords: roles, leadership, disaster management, impact phase
The Relationship of Spirituality Level with Motivation to Heal Critical Patients at Tgk Chik Hospital in Tiro Sigli Risna Risna; Muhammad Iqbal
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1959

Abstract

Several studies have shown that low spirituality in critical patients results in reduced expectations, strength and motivation to face the critical conditions they face. The purpose of this study was to determine the relationship between spirituality level and motivation to recover in critical patients at Tgk Chik Hospital in Tiro Sigli. This type of research is descriptive research. The subjects of this study were 30 critical patients who were selected by accidental sampling. The variables in this study were spirituality as the independent variable and the dependent variable was the patient's motivation to recover. Data collection instruments in the study consisted of a demographic and characteristic data questionnaire, a Spirituality questionnaire and a patient recovery motivation questionnaire using the Acceptance Illness Scale (AIS). The relationship between spirituality and patient motivation to recover was analyzed using the Spearman Rank (Rho) test. The results showed that almost half (47.1%) of critical patients had moderate spirituality and low spirituality (29%); almost half (47.1%) experienced moderate and high motivation to recover (32.1%). There is a relationship between spirituality and motivation to heal patients (p = 0.002), where patients who have high spirituality have high motivation to recover.
The Effect of Application of Nurse Therapeutic Communication on Cooperative Behavior of Patients with Mental Disorders Risna Risna; Neila Fauzia
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2898

Abstract

Therapeutic communication is one of the tools in carrying out the nursing process, where through communication carried out by nurses consciously, directed, and has a goal, namely to heal patients. Mental disorders are clinically significant syndromes or behavioral patterns associated with distress or suffering and may interfere with one or more functions of human life. The purpose of this study was to determine the effect of the application of nurse therapeutic communication on cooperative behavior of mental patients in the mental room of RSUD Tgk. Chik at Tiro Sigli. The research design was a pre-experimental design, with a one group pre and post test design, to obtain cooperative behavior before and after the application of therapeutic communication. This type of research is a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test design with a sample of 52 respondents. Statistical test using Wilcoxon Signed Range Test. The results showed that there was an effect of therapeutic communication on patient cooperative behavior such as self-care abilities (eating, bathing and elimination) with a p value of 0.000. It is expected that nurses can pay more attention to the therapeutic communication process in patients, especially those who experience self-care deficits according to the nursing action plan and on an ongoing basis.
The Effect of Physical Welfare on Physical Activity of the Elderly Risna Syarifuddin; Kartika
Science Midwifery Vol 10 No 2 (2022): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthy individuals are able to perform daily activities independently. Whereas in the elderly, diseases that attack can make the elderly experience dependence either at mild, moderate or severe levels. This study aims to determine the effect of physical well-being on the physical activity of the elderly in Lampeudeu Tunong Village, Pidie District, Pidie Regency. This research is analytic with cross-sectional approach. The population in this study were all elderly people who live in Lampeudeu Tunong Village, Pidie District, Pidie Regency, namely 35 people. This research was conducted from 21 to 23 September 2021. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the majority of respondents have moderate physical activity, namely 22 respondents (62.9%), the majority of respondents have poor physical well-being, as many as 23 respondents (65.7%) and there is an effect of physical well-being on the physical activity of the elderly in Lampeudeu Tunong Village, Pidie District, Pidie Regency (p value = 0.028 0.05). It is suggested to respondents to be able to maintain their health and also keep active, even if it is a light activity considering that physical activity can maintain body fitness.
UPAYA PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI MENYIKAT GIGI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 GIGIENG Risna Risna; Neila Fauzia
Al Ghafur: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Al Ghafur: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.358 KB)

Abstract

Gangguan pada kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari di antaranya menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan tingkat kepercayaan diri, dan mengganggu performa dan kehadiran di sekolah, tempat kerja, atau aktifitas lainnya. Masalah kesehatan gigi yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Bahayanya, jika dibiarkan hingga parah, akan terjadi infeksi yang berujung pada kematian. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi diharapkan semua Murid SD Negeri 2 Gigieng dapat memahami dan menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga dapat menjaga Kesehatan gigi dan mulut. Luaran yang di harapkan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kebersihan gigi dan mulut anak sekolah. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 55 % anak keadaan gigi dan mulutnya buruk. Kesimpulan: Kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah SD termasuk dalam kategori sedang.Kata Kunci: Penyuluhan, Demonstrasi, Kebersihan Gigi dan Mulut
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DALAM DIET RENDAH PURIN PADA LANSIA DENGAN ARTRITIS GOUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE Srimawati Srimawati; Neila Fauzia; Risna Risna
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i2.719

Abstract

Gouty arthritis is the third most common type of arthritis after osteoarthritis and rheumatism outside the joints, this disease interferes with the quality of life of the sufferer. Health education is needed to increase the knowledge of the elderly with gout in dieting and living principles that are accustomed to consuming low-purine foods. The purpose of the study was to determine the effect of health education on knowledge of a low-purine diet in the elderly with gouty arthritis in the working area of the Kembang Tanjong Public Health Center, Pidie Regency in 2022. This study was a quasi-experimental study (one group pretest posttest design). The population is the elderly who suffer from gouty arthritis as many as 120 people. Sampling using total sampling technique. The results of the study of knowledge in a low-purine diet in the elderly with gouty arthritis before being given health education were still lacking, namely 54.2% and after being given health education the majority had good knowledge, namely 45%. The results of the Paired Sample t-test obtained a significance of 0.000 = 0.05, so there is an effect of health education on knowledge in low-purine diets in the elderly with gouty arthritis. Suggestions for the elderly should be more obedient in a low-purine diet to prevent a decrease in uric acid levels in the body.Keyword : Health Education, Knowledge, low-purine diets, Gouty arthritis
Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Remaja untuk Mencegah Perilaku Kecanduan Game Online Risna, Risna; Fauzia, Neila; Zaiturrahmi, Zaiturrahmi; Makfirah, Aula; Aiman, Ummul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21778

Abstract

ABSTRAK Kecanduan game sering ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan keinginan bermain, sehingga susah atau tidak mampu menghentikan perilaku tersebut terlepas dari segala cara yang dilakukan untuk berhenti. Remaja dianggap lebih rentan kecanduan gamedari pada orang dewasa. Periode ketidakstabilan menjadikan remaja cenderung mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal yang dianggap baru. Fenomena kecanduan game online ini semakin meluas dan memprihatinkan, karena banyaknya remaja yang menjadi pecandu game online. Kenyataannya di Desa Linggong Sagoe saat ini tidak pernah para remaja mendapatkan edukasi mengenai dampak buruk dari kecanduan game online.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi remaja tentang pencegahan perilaku kecanduan game online guna meningkatkan kesehatan mental. Pengabdian ini merupakan hibah Direktorat  Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat KEMDIKTISAINTEK skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pengabdian masyarakat pemula pendanaan tahun 2025. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dengan cara ceramah, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu 12 Juli 2025 di meunasah desa Linggong Sagoe kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Peserta yang hadir dalam pengabdian ini sebanyak 35 orang peserta dari kelompok mitra, kader, dan perangkat desa. Pada tahap pertama kegiatan dilakukan dengan penyampaian materioleh ketua tim tentang dampak perilaku kecanduan game online, faktor pemicu dan pencegahannya. Materi disampaikan denganmedia power point. Di akhir penyampaianmateri dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Tahap kedua adalah edukasi solusi untuk meningkatkan kesadaran mental kesehatan remaja dalam mencegah kecanduan game online dan simulasi penggunaan modul interaktif serta media WhatsApp Group untuk literasi digital.  Kata Kunci: Kesehatan Mental, Remaja, Kecanduan Game Online     ABSTRACT Game addiction is often characterized by an inability to control the urge to play, making it difficult or impossible to stop the behavior despite all efforts to stop. Adolescents are considered more vulnerable to game addiction than adults. This period of instability makes adolescents more likely to fall into experimenting with things they consider new. The phenomenon of online game addiction is increasingly widespread and concerning, because many adolescents are addicted to online games. In fact, in Linggong Sagoe Village, adolescents have never received education about the negative impacts of online game addiction. The purpose of this community service is to educate adolescents about preventing online game addiction behavior in order to improve mental health. Research and Community Service, Ministry of Education, Science, and Technology, community-based empowerment scheme with the scope of community service for beginners, funding in 2025. The methods used in this activity are providing material through lectures, discussions, simulations, and questions and answers. The community service program was held on Saturday, July 12, 2025, at the meunasah of Linggong Sagoe Village, Simpang Tiga District, Pidie Regency. 35 participants attended this service, consisting of partner groups, cadres, and village officials. In the first stage of the activity, the team leader delivered material about the impact of online game addiction behavior, triggers, and prevention. The material was delivered using PowerPoint. At the end of the presentation, a discussion and Q&A session with participants was held. The second phase included educational solutions to raise awareness of adolescent mental health and prevent online gaming addiction, as well as a simulation of using interactive modules and WhatsApp groups for digital literacy.Keywords: Mental Health, Teenagers, Online Game Addiction