Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JE’ NERUWE AJEM : KAJIAN SEMIOTIK TOKOH BIANG DALAM LAKON SUMBADRA TUNDHUNG WAYANG TOPENG SRI KRESNA SITUBONDO Wahdania Nur Rahmayani; Diah Octavia Kusuma Wardani; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang; Sophia Rahmawati
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.82153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna tanda dan fungsi humor dalam tokoh Biang pada lakon Sumbadra Tundhung dalam pertunjukan Wayang Topeng Sri Kresna Situbondo. Tokoh Biang merupakan figur lawakan yang tidak hanya sekadar menghadirkan kelucuan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai moral dan religius yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure untuk menganalisis hubungan antara penanda dan petanda pada unsur visual, verbal, dan gerak tubuh dalam pementasan. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan dalang dan penonton, serta dokumentasi dan studi pustaka yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tanda, menginterpretasikan maknanya dalam sosial budaya Situbondo, dan menafsirkan nilai-nilai yang disampaikan melalui humor Biang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Biang menampilkan karakter yang jenaka dan spontan melalui gerak tubuh, dialog, serta ekspresi topeng yang khas. Di balik kelucuannya, Biang menyampaikan pesan kehidupan tentang keikhlasan, kesederhanaan, serta ajakan menjauhi sifat sombong, riya, dan iri hati. Humor yang dibawakan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral dan refleksi sosial. Dengan demikian, kehadiran Biang dalam Wayang Topeng Sri Kresna menjadi wujud ekspresi budaya yang menggabungkan estetika tawa dengan kebijaksanaan hidup masyarakat Situbondo.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Baku Pada Siswa Salsaliwa Deavsi; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang; Sri Wahyuni; Luciana Lidya Sari; Eka Putri; Wahdania Nur Rahmayani; Huriyah Padhilah Anasti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1288

Abstract

Keterampilan berbicara dan penggunaan bahasa baku merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai siswa dalam pendidikan formal. Perkembangan teknologi digital serta penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube telah memengaruhi perilaku kebahasaan siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia baku. Paparan bahasa informal, slang, singkatan, dan campur kode di media sosial sering terbawa ke dalam komunikasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap penggunaan bahasa baku siswa melalui pendekatan studi pustaka. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mensintesis berbagai penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh dominan negatif terhadap penggunaan bahasa baku siswa, ditandai dengan menurunnya ketepatan tata bahasa, meningkatnya kosakata tidak baku, serta campur kode. Namun, melalui literasi digital dan bimbingan guru, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kemampuan berbahasa yang lebih efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Indonesia di era digital saat.