Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Retorika Kewarganegaraan Digital: Analisis Genre Mikro Persuasif Dalam Kampanye Anti-Hoaks di Media Sosial Bawaslu Silvana Oktanisa; Luciana Lidya Sari; Wasitoh Meirani; Eka Putri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1195

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika kewarganegaraan digital yang digunakan oleh Bawaslu RI dalam kampanye anti-hoaks di media sosial sebagai upaya edukasi publik. Di tengah masifnya disinformasi, penggunaan bahasa persuasif menjadi instrumen krusial dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat sasaran. Menggunakan pendekatan kualitatif, pengabdian ini membedah 30 unit teks genre mikro berdasarkan pilar retorika Aristoteles. Hasil menunjukkan dominasi pilar Pathos (40%), diikuti Logos (33,3%), dan Ethos (26,7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan emosional lebih efektif dalam membangkitkan tanggung jawab moral warga negara untuk menjaga harmoni nasional. Integrasi nilai Pancasila dalam kampanye ini membuktikan efektivitas retorika digital sebagai media revitalisasi etika kewarganegaraan di ruang siber. Simpulan merekomendasikan model komunikasi yang menyinergikan otoritas institusional dengan sentuhan kemanusiaan.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI PONDASI ETIKA AKADEMIK DAN PROFESIONALISME MAHASISWA MELALUI MODEL INTERNALISASI NILAI RELIGIUS DI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Erlina Zanita; Indat Nashihin; Eka Putri; Lola Fadilah; Asep Suhendar; Ade Rifani Ardian
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan agama dalam membentuk etika akademik dan profesionalisme mahasiswa di Politeknik Negeri Sriwijaya melalui model internalisasi nilai religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dan dosen pendidikan agama, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama berperan strategis dalam membentuk etika akademik melalui internalisasi nilai kejujuran (ṣidq), amanah, dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan agama juga berkontribusi dalam membentuk profesionalisme mahasiswa melalui nilai ihsan dan itqan yang tercermin dalam sikap disiplin, komitmen kerja, dan orientasi kualitas. Proses internalisasi nilai religius berlangsung melalui pembelajaran formal, keteladanan dosen, serta budaya akademik kampus. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan model internalisasi nilai religius berbasis pendidikan agama yang mengintegrasikan pembentukan etika akademik dan profesionalisme mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi vokasi di Politeknik Negeri Sriwijaya melalui pendekatan kualitatif yang menekankan proses pembentukan karakter secara holistik. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas dan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern
STIMULASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI DONGENG DAN PERMAINAN TRADISIONAL Luciana Lidya Sari; Wasitoh Meirani; Eka Putri; Sri Wahyuni; Resti Ries Tuti; Revie Juniarti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61164

Abstract

Dominasi gawai pada anak usia dini memicu keterbatasan kosakata bahasa Indonesia dan rendahnya apresiasi kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dan pengenalan budaya lokal menggunakan media interaktif. Metode penerapan dilakukan melalui tiga fase utama, yaitu persiapan media, implementasi "Petualangan Bahasa Nusantara" (dongeng kisah Pulau Kemaro dan permainan congklak modifikasi), serta evaluasi dampak. Khalayak sasaran berjumlah 11 siswa Taman Kanak-Kanak di Palembang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif siswa sebesar 100%. Melalui evaluasi tanya jawab lisan, siswa terbukti mampu menguasai kosakata baru serta memahami alur cerita rakyat dan cara bermain congklak dengan benar. Pendekatan belajar sambil bermain ini efektif memberikan perubahan sikap positif dan menstimulasi keterampilan kognitif serta motorik anak secara kolektif. Simpulan pengabdian menegaskan relevansi metode tradisional sebagai media pembelajaran budaya yang inovatif dan kontekstual pada era digital
Pengaruh Media Sosial Terhadap Penggunaan Bahasa Baku Pada Siswa Salsaliwa Deavsi; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang; Sri Wahyuni; Luciana Lidya Sari; Eka Putri; Wahdania Nur Rahmayani; Huriyah Padhilah Anasti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1288

Abstract

Keterampilan berbicara dan penggunaan bahasa baku merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai siswa dalam pendidikan formal. Perkembangan teknologi digital serta penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube telah memengaruhi perilaku kebahasaan siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia baku. Paparan bahasa informal, slang, singkatan, dan campur kode di media sosial sering terbawa ke dalam komunikasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap penggunaan bahasa baku siswa melalui pendekatan studi pustaka. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mensintesis berbagai penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh dominan negatif terhadap penggunaan bahasa baku siswa, ditandai dengan menurunnya ketepatan tata bahasa, meningkatnya kosakata tidak baku, serta campur kode. Namun, melalui literasi digital dan bimbingan guru, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kemampuan berbahasa yang lebih efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Indonesia di era digital saat.