Niswatul Khasanah
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Kifayah Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Sebagai Landasan Etika Medis Islam: Studi Kasus Transplantasi Organ Niswatul Khasanah; Rahman Alwi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1001

Abstract

Kemajuan ilmu kedokteran modern, khususnya dalam bidang transplantasi organ, telah membawa manfaat besar bagi kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan dilema etis dan teologis dalam konteks Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai landasan etika medis Islam yang dapat memberikan panduan moral terhadap praktik transplantasi organ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat normatif-filosofis. Data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer, termasuk karya Al-Ghazali, Al-Shatibi, Kamali, serta sumber-sumber modern terkait bioetika Islam dan fatwa kontemporer tentang transplantasi organ. Analisis dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan menelaah prinsip-prinsip maqāṣid seperti ḥifẓ al-nafs (pelestarian kehidupan), maṣlaḥah (kemaslahatan), dan lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak menimbulkan bahaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqāṣid al-Syarī‘ah dapat berfungsi sebagai paradigma etika medis Islam yang rasional, humanistik, dan kontekstual. Transplantasi organ dinilai etis selama bertujuan menyelamatkan nyawa, tidak bersifat komersial, dan dilakukan sesuai prinsip keadilan serta tanggung jawab moral. Integrasi antara maqāṣid dan prinsip bioetika modern menghasilkan model maqāṣidic ethics yang dapat menjembatani norma Islam dan praktik kedokteran kontemporer. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat posisi maqāṣid sebagai kerangka etik universal; secara praktis, ia memberikan panduan bagi dokter, lembaga fatwa, dan rumah sakit Islam. Dengan demikian, Maqāṣid al-Syarī‘ah relevan sebagai fondasi moral dalam menghadapi tantangan bioetika global.
Perubahan Sosial dan Transformasi Praktek Perkawinan Islam: Tinjauan Sosiologis dan Hukum di Kalangan Generasi Z Muslim Indonesia Niswatul Khasanah; Hendri Sayuti
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1002

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi praktik perkawinan Islam di kalangan Generasi Z Muslim Indonesia di tengah arus modernitas dan digitalisasi. Tujuannya adalah memahami reinterpretasi nilai hukum Islam oleh generasi muda dalam menyesuaikan diri dengan dinamika sosial kontemporer. Menggunakan pendekatan sosio-legal integratif, penelitian kualitatif-deskriptif ini menghimpun data melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis dokumen hukum nasional dan fatwa MUI. Data dianalisis secara tematik menggunakan teori perubahan sosial Anthony Giddens dan konsep maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma perkawinan dari tradisional menuju pendekatan reflektif, rasional, dan kontekstual. Generasi Z cenderung menunda pernikahan, menolak praktik patriarkal, serta memprioritaskan kesiapan emosional dan ekonomi. Fenomena ta’aruf digital dan akad nikah online menjadi representasi praktik keagamaan berbasis teknologi yang tetap mengedepankan prinsip keadilan serta kemaslahatan. Penelitian menyimpulkan bahwa Generasi Z berperan sebagai agen transformasi hukum keluarga Islam melalui reinterpretasi nilai syariat yang adaptif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan pra-nikah, literasi hukum keluarga, serta kebijakan yang responsif terhadap perubahan sosial generasi muda di era digital.