Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Data mining applied about polygamy using sentiment analysis on Twitters in Indonesian perception Hertina Hertina; Muhammad Nurwahid; Haswir Haswir; Hendri Sayuti; Amri Darwis; Miftahur Rahman; Rado Yendra; Muhammad Luthfi Hamzah
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 10, No 4: August 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v10i4.2325

Abstract

Polygamy remains one of the interesting key topics in various society, especially Indonesia. Polygamy is the act of marrying multiple spouses that means having more one wife at the same time, is common case in worldwide. In this problem, the most of Muslim in Indonesia adopt Islamic law that let men to do the polygamy with certain requirements. In worldwide communities, this has been a prominent feature and has become the subject of numerous books, heated debates, journal articles, discussion papers, and so on. Furthermore, in Indonesia the polygamous marriage has recently become a heated topic. Despite controversy, Indonesia’s law, of recent, allows people for doing polygamy in certain conditions. Because the polygamy is often debated, this study focuses on assessment of Indonesian’s perceptions through sentiment analysis and would determine people’s perception about polygamy issue from 500 tweets on Twitter. To conclude, it elucidates that the polygamy in Indonesia is a normal thing and few assume the case is as negative thing.
Hakikat Affirmative Action dalam Hukum Indonesia (Ikhtiar Pemberdayaan Yang Terpinggirkan) Hendri Sayuti
MENARA RIAU Vol 12, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.083 KB) | DOI: 10.24014/menara.v12i1.409

Abstract

Affirmative action merupakan cara yang banyak dipilih oleh negara sebagai jawaban terhadap kondisi sosial yang diskriminatif, adanya ketidaksetaraan dan marginalisasi di segala bidang kehidupan akibat struktrur patriarki di level publik dan privat. Tindakan ini merupakan diskriminasi positif (positive discrimination) yang dilakukan untuk mempercepat tercapainya keadilan dan kesetaraan.
Marriage Anxiety among Generation Z and Millennials: An Islamic Family Law Perspective Siti Sahnia Mammenasa Daeng Yusuf; Hendri Sayuti; Siti Yulia Makkininnawa
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v9i3.656

Abstract

This study investigates the phenomenon of marriage anxiety among Generation Z and Millennials in Indonesia. This concern has become increasingly relevant amid modern social, cultural, and religious shifts. The research aims to understand the factors influencing young people’s perceptions of marriage, including economic instability, digital media influence, and evolving gender roles, and to propose a reinterpretation of Islamic family law to address contemporary concerns. Findings reveal that financial pressures, lack of religious education, societal expectations, and the influence of social media contribute significantly to the fear of marriage. Additionally, the study highlights the need for a more flexible and equitable approach to marital readiness, with a focus on emotional, social, and financial preparedness. Employing a normative qualitative research method, the study combines sociological and Islamic legal perspectives to offer a comprehensive understanding of marriage anxiety. The research concludes that addressing these fears through a blend of cultural, religious, and socioeconomic support can foster healthier perceptions of marriage and promote its value in modern society. The study contributes to the renewal of marriage concepts, ensuring their relevance in contemporary Indonesia.
Rekonstruksi Hak Asuh Anak Pasca Perceraian dalam Hukum Islam: Analisis Maqashid Al-Syari’ah Terhadap Putusan Pengadilan Agama di Provinsi Riau Muhammad Amirul Hasbi; Akbarizan Akbarizan; Hendri Sayuti
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v10i1.12759

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran hukum Islam Hasbi Ash-Shiddieqy dalam konteks pembaruan dan kontekstualisasi hukum Islam di Indonesia. Fokus utama kajian diarahkan pada gagasan Hasbi mengenai perlunya pembentukan fikih yang berkepribadian Indonesia, yang tidak semata-mata bertumpu pada otoritas mazhab klasik, tetapi juga mempertimbangkan realitas sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap karya-karya Hasbi serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasbi Ash-Shiddieqy menawarkan paradigma ijtihad yang lebih terbuka dan dinamis, dengan menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama, disertai penggunaan rasionalitas dan pertimbangan kemaslahatan. Ia mengkritik sikap taklid yang berlebihan terhadap mazhab tertentu dan mendorong lahirnya fikih yang responsif terhadap perubahan zaman. Konsep fikih Indonesia yang digagasnya bertujuan untuk menghadirkan hukum Islam yang kontekstual, adaptif, dan relevan dengan sistem sosial serta kerangka kenegaraan Indonesia. Dengan demikian, pemikiran Hasbi memiliki kontribusi signifikan dalam wacana pembaruan hukum Islam di Indonesia, khususnya dalam upaya menjembatani teks normatif dan realitas empiris masyarakat.