Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Halal Supply Chain Risk Analysis Using an Integrated FMEA–SCOR and Monte Carlo Simulation Approach to Assess Blockchain Technology Adoption Feasibility in Indonesian Halal Food MSMEs Muhammad Budi Adiputra Reski; Nurul Chairany; Rabiatul Adawiyah
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi June)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v5i1.73

Abstract

Indonesia's halal industry is one of the fastest-growing components of the national economy, with the food and beverage sub-sector posting 5.87% year-on-year growth in 2024 and total halal consumption reaching IDR 545.6 trillion in 2022, yet only 4.4% of the country's roughly 28 million Micro and Small Enterprises (MSEs) had been halal-certified by May 2024, making supply chain readiness a critical concern ahead of the mandatory halal certification deadline of October 2026. This study integrates Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) with the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model to identify and prioritize risk points along the MSME halal food supply chain, and then applies a 10,000-iteration Monte Carlo simulation to quantify the ex-ante reduction in aggregate Risk Priority Number (RPN) achievable through blockchain technology adoption. Twenty-eight risk points were mapped across the Plan, Source, Make, Deliver, and Return processes, with an aggregate Total RPN of 4,180 before mitigation; the five highest-RPN risks all relate to traceability gaps and halal-document integrity, with the Make stage contributing 39.2% of total risk. Simulation results show that blockchain adoption produces a non-linear, diminishing-returns reduction profile: 21.2% risk reduction at 25% penetration, 41.4% at 50%, 62.0% at 70%, and 79.3% at 90%. The optimal investment point is estimated at p ≈ 0.70, beyond which marginal benefits decline sharply. The findings provide a practical, quantitative framework for MSME operators, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), and Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) to design phased blockchain adoption supported by ecosystem readiness in regulation, organization, and technology.
Pemodelan Sistem Dinamik Implementasi Customized Bus untuk Efisiensi Transportasi Perkotaan Amaliah Faradibah; A Ulfah Tenripada; Syariful Mujaddid; Fahmi Fahmi; Rabiatul Adawiyah; Vicha Azthanty Supoyo; Aulia Putri Utami
LINIER: Literatur Informatika dan Komputer Vol 3, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/linier.v3i2.3824

Abstract

Kemacetan perkotaan menurunkan efisiensi sistem transportasi melalui peningkatan volume lalu lintas, penurunan kecepatan, dan bertambahnya waktu tempuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi implementasi Customized Bus (CB) sebagai alternatif angkutan publik pada koridor Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, menggunakan pendekatan sistem dinamik. Model dikembangkan dari data Dinas Perhubungan dan SAMSAT tahun 2015-2020 serta variabel pendukung berupa volume dan jenis kendaraan, kapasitas jalan, kecepatan rata-rata, cuaca, kecelakaan, perbaikan jalan, gerak U-turn, waktu tunda sinyal, dan waktu tempuh. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah dan variabel, penyusunan causal loop diagram dan stock and flow diagram, formulasi model, validasi, serta simulasi skenario periode 2018-2030. Skenario CB menggunakan asumsi kapasitas 40 penumpang per unit dan rata-rata okupansi kendaraan ringan dua orang per unit. Hasil simulasi menunjukkan penurunan volume kendaraan ringan sebesar 5,34-5,86%, peningkatan kecepatan rata-rata sebesar 0,08-0,10 km/jam, dan pengurangan waktu tempuh maksimum 0,001 jam atau sekitar 3,6 detik. Temuan ini menunjukkan bahwa CB berpotensi mengurangi volume kendaraan ringan, namun dampaknya terhadap kecepatan dan waktu tempuh masih relatif kecil pada asumsi skenario yang digunakan. Model dapat digunakan sebagai alat evaluasi awal sebelum pengujian kebijakan dengan tingkat adopsi yang lebih beragam