Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diagnosis anemia berbasis web perlu memiliki kualitas fungsional yang baik karena digunakan sebagai alat bantu skrining awal sebelum pengguna melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Ketidaksesuaian fungsi sistem, kesalahan proses input, maupun keluaran diagnosis yang tidak sesuai dapat memengaruhi kepercayaan pengguna terhadap aplikasi. Oleh karena itu, pengujian fungsional menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa setiap fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah dirancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsionalitas Sistem Pendukung Keputusan Diagnosis Anemia berbasis web menggunakan metode black-box testing. Pengujian dilakukan dengan menyusun skenario uji terhadap fitur utama sistem, meliputi registrasi pengguna, login, konsultasi gejala, proses diagnosis anemia, pengelolaan basis pengetahuan oleh admin, keamanan akses, dan responsivitas tampilan. Setiap skenario diuji berdasarkan kesesuaian antara input yang diberikan, proses sistem, dan output yang diharapkan tanpa menganalisis struktur kode program. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar fitur utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional. Fitur registrasi, autentikasi, konsultasi gejala, diagnosis anemia, dan pengelolaan aturan berhasil menghasilkan keluaran yang sesuai dengan skenario pengujian. Namun, masih ditemukan beberapa catatan perbaikan pada aspek keamanan akses halaman tertentu dan responsivitas tampilan pada perangkat dengan ukuran layar kecil. Secara keseluruhan, sistem menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional yang baik dan layak digunakan sebagai aplikasi pendukung skrining awal anemia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada evaluasi kualitas perangkat lunak kesehatan, khususnya dalam memastikan bahwa sistem pendukung keputusan berbasis web dapat berjalan secara konsisten, sesuai kebutuhan pengguna, dan mendukung proses deteksi dini anemia secara lebih terstruktur.