Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tembang Lir Ilir Sumber Belajar Pendidikan Agama Dan Budi Pekerti Khusnul khotimah
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i1.3699

Abstract

Penelitian ini membahas tentang lagu Lir Ilir, yang merupakan lagu ciptaan Sunan Kalijaga, lagu ini bukan hanya sekedar lagu daerah, tetapi memiliki makna filosofis dan religius yang dalam. Lagu ini memiliki nilai pendidikan yang tinggi, terutama dalam konteks pendidikan karakter, moral, dan spiritual. Sunan Kalijaga menggunakan simbol sederhana namun kaya makna untuk mengajarkan ajaran Islam dan etika moral kepada masyarakat melalui lagu Lir Ilir. Nilai atau pesan yang dapat diambil dari lagu Lir Ilir antara lain; kesadaran spiritual, rasa syukur, semangat untuk belajar, disiplin dalam ibadah dan pembelajaran, ketekunan dan kesabaran, kesadaran akan kefanaan dunia. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif, lagu ini akan dikaji, dengan tujuan untuk menggali sumber pendidikan agama dan moral dalam bait-bait lagu. Hasil penelitian ini adalah; Bahwa lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan dalam membangun karakter, moral, dan kesadaran spiritual generasi muda melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai lokal. Menyampaikan bahwa generasi muda saat ini juga harus mempelajari nilai-nilai tersebut, dan menjaga budaya yang terkandung dalam makna lagu Lir Ilir. Karena ini akan menghasilkan anak-anak muda yang berakhlak mulia, memiliki pendidikan agama yang baik, dan menjaga budaya kebangsaan dengan terus memanfaatkannya sebagai sumber pembelajaran, sehingga tidak hilang berabad-abad.
Penguatan Perilaku Positif Remaja Melalui Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Siswa SMPN Satap 4 Sematu jaya Yoga Tri Cahyono; Adel Aulia; Ismi Izzati Linnida; Siti Arpiah; Khusnul Khotimah; Muhammad Ulil Abror; Dina Awalia; Selfiyah Anjaswari; Ahmad Azanudin; Muhammad Zakky Addarajat; Muslimah Muslimah
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.2020

Abstract

Unrestricted social interaction among adolescents - often referred to as “pergaulan bebas” - is an issue requiring attention during their developmental years, particularly at the junior high school level. Adolescence is a stage characterized by increased social interaction and the search for identity; consequently, young people require knowledge and guidance to select appropriate social environments and behaviors. This community service initiative aimed to educate students at SMPN Satap 4 Sematu Jaya on preventing such unrestricted social behavior while fostering positive conduct. The program utilized an interactive guidance approach, incorporating material presentations, real-life examples relevant to the students' daily experiences, interactive sessions, and discussions. The results demonstrated that the students were enthusiastic about the material presented. Through this guidance and education, students gained an understanding of the concept of unrestricted social interaction, the influencing factors, the potential negative consequences, and the importance of cultivating healthy social relationships. This activity serves as a preventive measure to help students develop positive behaviors, improve their ability to choose appropriate social circles, and avoid actions that could harm themselves or others.