Eva Nurinda
(Scopus ID: 57252847600)Department of Pharmacy, Faculty of Health Science, Universitas Alma Ata, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kualitas Hidup Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19 Dewi Astri Rahmawati; Eva Nurinda; Nurul Kusumawardani; Wahyuningsih Wahyuningsih
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5862

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi perhatian khusus. Pengetahuan pasien yang meningkat akan meningkatkan kesadaran diri dari segi kesehatan, mengubah gaya hidup lebih sehat, patuh dengan terapi yang dijalankan yang akan meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS PRB (Program Rujuk Balik) diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional non eksperimental dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada sebanyak 79 responden menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dan kuesioner WHOQoL-BREF, kemudian data dianalisis dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup responden baik sebesar 41 orang (51,9%) dan kualitas hidup buruk sebesar 38 orang (48,1%). Tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat tinggi sebesar 44 responden (55,7 %), dan rendah sebesar 35 responden (44,3%). Hasil uji Chi-square antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pada domain tingkat pengetahuan penyakit p-value=0,232(p>0,05), domain tingkat pengetahuan penggunaan obat p-value=0,620 (p>0,05), tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat p-value=0,598 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir.
Analisis Adverse Drug Reaction (ADR) Pengobatan Diabetes Melitus Nefropati Terhadap Clinical Outcome di RSUD Panembahan Senopati Bantul Nurhasanah Nurhasanah; Eva Nurinda; Sofyan Indrayana; Diki Aprianto A; Adhi Gunawan; Ari Susiana Wulandari; Muhimmatul Khoiriyah; Wahyu Yuliana Solikhah; Sundari Desi; Ade Puspitasari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6630

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis atau gangguan metabolisme kronis multifaktorial, ditandai dengan tingginya kadar gula darah terkait gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, protein akibat malfungsi insulin. Komplikasi yang ditimbulkan dari Diabetes Melitus akan menyebabkan pasien sebanyak 20% hingga 40% mengalami nefropati diabetik atau gagal ginjal stadium akhir. Dalam mengatasi konsekuensi akibat nefropati, maka obat merupakan pilihan yang diambil. Dari obat yang diberikan mempunyai efek obat berbeda setiap pasien, karena setiap obat memiliki mekanisme kerja dan tempat kerja yang berbeda yang akhirnya menyebabkan perubahan respon obat dan munculnya ADR. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Adverse Drug Reaction (ADR) pada diabetes melitus nefropati terhadap outcome klinik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian berupa penelitian non eksperimental dengan menggunakan teknik retrospektif yaitu pengamatan kasus dari rekam medis pasien. Metode pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ADR dengan clinical outcome berdasarkan nilai GDS pada pasien DM nefropati di RSUD Panembahan Senopati Bantul di hari pertama dan ketiga yang di tunjukan oleh nilai p value 0,621 dan 0,728 (p>0,05). Mayoritas responden mengalami ADR dari pengobatan yaitu sebanyak 37 responden (58,7%), sedangkan 26 responden (41,3%) lainnya tidak mengalami ADR dari pengobatan