Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Factors Affecting the Timeliness of Data Reporting in the Information System and Monitoring on the ASPAK Application at the South Suwawa Health Center Jainun Paulu; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10413

Abstract

ASPAK (Medical Facilities, Infrastructure, and Devices Application) is a web-based application to manage and monitor health facility data. This study aims to analyze the factors that affect the timeliness of data reporting at the South Suwawa Health Center through the ASPAK application in the Health Center Management Information System (SIMPUS). The factors studied include information system quality, user competence, management support, technological infrastructure, and human resources. Data were collected through a survey of 44 Puskesmas employees and analyzed using simple linear regression and cross-tabulation. The results showed that most employees gave positive assessments of the quality of information systems (75%), user competence (79.5%), management support (68.2%), technological infrastructure (70.5%), and human resources (52.3%). The timeliness of data reporting is also relatively high with 61.4% reporting on time. The regression analysis confirmed that these five factors had a significant effect on the timeliness of reporting with a significance value of < 0.05 and a determination coefficient (R²) of 40.3%. Research suggests improved training, management support, and infrastructure development to improve the timeliness of data reporting.
Analisis Hambatan Dalam Proes Klaim Dana BPJS Kesehatan Di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: Analysis of Obstacles in the BPJS Health Claims Process at Community Health Centers in Central City, Gorontalo City Novelia Beleneti; Herlina Jusuf; Ulfa Aulia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10620

Abstract

Proses klaim dana BPJS Kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung kelangsungan pelayanan kesehatan di puskesmas. Namun, dalam pelaksanaanya sering ditemukan berbagai hambatan yang dapat berdampak pada keterlambatan pencairan dana klaim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hambatan yang di hadapi pada proses klaim BPJS di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Jenis penelitian kualitatif. Informan kunci kepala puskesmas, informan biasa dua orang yaitu kepala tata usaha dan bendahara, dan informan penunjang lima orang yaitu pengelola dana kapitasi, perawat dan tiga orang tenaga administrasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hambatan dalam proses klaim dana BPJS kesehatan meliputi berbagai faktor. Yaitu faktor man, faktor material, faktor method, faktor machine, faktor money. Hal ini dapat dilihat dari hambatan yang berasal dari belum adanya pelatihan khusus yang terstruktur bagi petugas klaim, keterbatasan pemahaman terhadap alur dan ketentuan klaim, serta kendala teknis pada sistem yang digunakan. Selain itu, kelengkapan dan ketepatan waktu pengajuan klaim juga menjadi faktor yang mempengaruhi proses klaim. Perlu adanya perhatian khusus, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar dapat mendukung kelancaran proses pengajuan klaim dana BPJS Kesehatan.
Analisis Spasial Faktor Risiko TB Paru Di Wilyah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo : Spatial Analysis of Pulmonary TB Risk Factors in the Working Area of the Central City Community Health Center, Gorontalo City Sri Panessa Mantu; Herlina Jusuf; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10694

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk besar. Peningkatan kasus TB paru menunjukkan perlunya pendekatan analisis yang tidak hanya melihat faktor risiko, tetapi juga pola sebaran kasus secara geografis. Analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi penting untuk mengidentifikasi klaster kasus dan mendukung perencanaan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kejadian TB paru serta hubungan faktor risiko lingkungan fisik (kelembaban udara, pencahayaan, ventilasi, suhu udara, dan kepadatan hunian) dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif analitik dengan desain Cross sectional Study. Populasi adalah seluruh penderita TB Paru sebanyak 75 responden yang diperoleh melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur dan Global Position System (GPS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelembaban udara (p-value = 0,024), pencahayaan (p-value = 0,004), ventilasi udara (p-value = 0,005), suhu udara (p-value = 0,016), dan kepadatan hunian (p-value = 0,024) dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Disarankan pemanfaatan hasil analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas intervensi, peningkatan PHBS, dan penguatan skrinning aktif TB paru.