Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Siaga Covid 19 dalam Gerakan Masyarakat Sadar Stunting (GEMASTING) di Masa Pandemi Amalia, Lia; Mokodompis, Yasir
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v9i2.7817

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia menempati peringkat kelima terbesar di dunia. Data Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting dalam lingkup nasional sebesar 37,2 persen, terdiri dari prevalensi pendek sebesar 18,0 persen dan sangat pendek sebesar 19,2 persen. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan Prevalensi stunting turun 6,4% dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% namun hal itu tetap menjadi masalah kesehatan karena Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37,0% balita Indonesia mengalami stunting (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 2018). Prevalensi balita stunting di provinsi Gorontalo tahun 2019 sebesar 32%. Di Kabupaten Pohuwato Tahun 2017 sebesar 33,2%, tahun 2018 sebesar 8% dan tahun 2019 sebesar 7,43%. Hasil riset kesehatan dasar terakhir prevalensi stunting di Kabupaten Pohuwato sudah masuk zona hijau tetapi masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 0% pada tahun 2025. Salah satu upaya penanggulangan stunting pada balita adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan penanggulangan stunting serta edukasi dalam pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan makanan bersumber daya lokal salah satunya jagung. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pengolahan bahan pangan bergizi berbasis sumber daya pangan lokal. 
EVALUATION OF COMPLIANCE WITH THE IMPLEMENTATION OF HEALTH PROTOCOLS IN PUBLIC PLACES DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN GORONTALO DISTRICT Yasir Mokodompis; Zul Fikar Ahmad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v3i2.10490

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact in all lives and is continuing. Some of the efforts to prevent transmission are to continue monitor health protocols. This study aims to obtain an overview of the application of health protocols in public places during the Covid 19 pandemic in Gorontalo District. This research was conducted in three sub-districts in Gorontalo district with different areas. This research uses a quantitative design, with a descriptive survey research type. The population in this study are public places that include government offices, private offices, places of worship, markets / centers, and terminals. The results of the analysis showed that the health protocol protocol in public places was 38.5%. There is no significant differences were found between inside and outside the building. Health protocol sign has no relationship with community compliance in public places. To prevent further transmission, we provide several policies: Maximizing the role of resilient villages COVID-19. Increasing supervision of public places, Evidence-Based Policy, re-involving health cadres and village officials in conducting tracing contacts.
STIGMA TERHADAP ORANG POSITIF COVID-19 Ramly Abudi; Yasir Mokodompis; Allika Nurfadias Magulili
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.288 KB) | DOI: 10.35971/jjhsr.v2i2.6012

Abstract

Coronavirus (CoV) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID-19. COVID-19 di Indonesia dilaporkan pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Munculnya pandemi global COVID-19 menimbulkan stigma negatif bagi penderita maupun keluarganya. Stigma merupakan suatu istilah yang menggambarkan suatu keadaan atau kondisi terkait sudut pandang atas sesuatu yang dianggap bernilai negatif. Biasanya stigma ada pada beban penyakit. Stigma dalam konteks kesehatan adalah hubungan negatif antara seseorang atau sekelompok orang yang berbagi karakteristik tertentu dan penyakit tertentu. Banyak pasien memang sulit untuk mengungkap riwayatnya karena stigma terhadap pasien COVID-19 dan kondisi sosial masyarakat. Tak hanya berbohong, keluarga pasien justru marah ketika ditanyai mengenai riwayat kontak. Salah satu penyebab mereka berbohong adalah arus informasi mengenai virus corona yang sangat masif. Hal ini berkaitan erat dengan minimnya literasi mengenai kesehatan, di mana masyarakat tidak dibiasakan berhadapan dengan data yang seimbang. Untuk membantu pemerintah dan pihak kesehatan menganalisis para pasiennya, maka setidaknya ada 4 sebutan orang terkait COVID-19, yaitu: Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau suspek, Orang Tanpa Gejala (OTG), dan positif COVID-19. Pemerintah telah melakukan upaya dalam menekan penyebaran COVID-19 melalui beberapa cara. Setelah resmi dideklarasikan sebagai pandemik global, WHO segera memberikan 30 pesan yang dikelompokkan menjadi 6 (enam) grup pesan terkait COVID-19. Kabar atau informasi yang baik, menjadi salah satu faktor pendukung kesembuhan. Kalau ada yang positif jangan di stigma, bila perlu membantu apabila ada ODP di wilayah kita, yang kiranya harus karantina mandiri, harus saling support demi kesembuhannya.
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU 5M (MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN, MENJAGA JARAK, MENJAUHI KERUMUNAN, MENGURANGI MOBILITAS) SELAMA PANDEMI COVID-19 Irwan Irwan; Anggriyani Mopangga; Yasir Mokodompis
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i2.11146

Abstract

Abstrak Covid-19 merupakan penyakit menular disebabkan oleh SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Salah satu permasalahan yang terjadi pada masyarakat yaitu kepercayaan masyarakat dan sikap terhadap perilaku 5M.Rumusan masalah apakah ada pengaruh kepercayaan masyarakat terhadap perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) selama pandemi covid-19 di Desa Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, apakah ada pengaruh sikap masyarakat terhadap perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) selama pandemi covid-19 di Desa Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan sikap masyarakat terhadap perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) selama pandemi covid-19 di Desa Dungaliyo Kabupaten GorontaloJenis penelitian Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional Populasi penelitian berjumlah 712 dan sampel 261 responden dengan menggunakan Uji Chi Square.         Simpulan ada pengaruh kepercayaan masyarakat terhadap perilaku 5M  diperoleh nilai p value 0,000 dimana nilai p value lebih kecil dari α = 0,05. Maka H0 atau hipotesis penelitian diterima. Ada pengaruh sikap masyarakat terhadap perilaku 5M diperoleh nilai p value 0,000 dimana nilai p value lebih kecil dari α = 0,05. Disimpulkan maka H0 atau hipotesis penelitian diterima Kata Kunci: Perilaku 5M, Kepercayaan, Sikap Abstract Covid-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2 which is a new type of coronavirus that has never been previously identified in humans. One of the problems that occur in the community is public trust and attitudes towards 5M behavior. The formulation of the problem is whether there is an influence of public trust on 5M behavior (wearing masks, washing hands, keeping distance, staying away from crowds, reducing mobility) during the covid-19 pandemic in Dungaliyo Village Gorontalo Regency, is there any influence on community attitudes towards 5M behavior (wearing masks, washing hands, keeping distance, staying away from crowds, reducing mobility) during the COVID-19 pandemic in Dungaliyo Village, Gorontalo Regency. The purpose of the study was to determine the effect of public beliefs and attitudes on 5M behavior (wearing masks, washing hands, keeping distance, staying away from crowds, reducing mobility) during the COVID-19 pandemic in Dungaliyo Village, Gorontalo Regency. This type of research is Analytical Survey with Cross Sectional design. The research population is 712 and a sample of 261 respondents using the Chi Square Test. The conclusion is that there is an influence of public trust on the behavior of 5M, obtained a p value of 0.000 where the p value is smaller than = 0.05. Then H0 or the research hypothesis is accepted. There is an influence of people's attitudes towards 5M behavior, the p value is 0.000 where the p value is smaller than = 0.05. It is concluded that H0 or the research hypothesis is accepted Keywords: 5M Behavior, Belief, Attitude 
DETECTION OF ANTI-SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS 2 (SARS-COV-2) ANTIBODY IGM AND IGG IN ADOLESCENTS IN GORONTALO Yasir Mokodompis; irwan Irwan
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 1, No 1 (2022): February 2022
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.613 KB) | DOI: 10.37905/ijhsmr.v1i1.13567

Abstract

Background : COVID-19 is the disease that caused by SARS-CoV-2 infection. Due to the increasing spread of COVID-19 infection in various countries, WHO declared the infection of COVID-19 as a pandemic situation. Detection of IgM and IgG antibodies using the principle of immunochromatography is considered easier to perform than other test. This method can be used as an initial prediction of SARS-CoV-2 infection.Aim : The aims to detect IgM and IgG antibodies anti SARS-CoV-2 in North Sulawesi office workers.Method : This is an descriptive study with cross sectional design. Antibody detection was carried out by dropping the serum of Balai Wilayah Sungai Sulawesi I workers on the examination tool and interpreted according to the result shown.Result : The test carried out 112 workers showed two workers gave reacrive IgM and IgG reactive results, and four workers gave IgG reactive results.Conclusion : IgM and IgG were detected in Balai Wilayah Sungai Sulawesi I workers and this results could be use as a markers for further examination.
Karakteristik Demogradi Dan Perilaku Penderita Hipertensi Peserta Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Fidyawansyah Pakaya; Lia Amalia; Yasir Mokodompis
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.10.2.34-45.2021

Abstract

AbstrakHipertensi menyebabkan timbulnya suatu penyakit yang dibawa akibat tekanan darah yang tinggi. Hipertensi  di Provinsi Gorontalo menempati urutan ke-6 dengan prevalensi 8,4%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Karakteristik Demografi dan Perilaku Penderita Hipertensi Peserta Prolanis di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila. Jenis penelitian survei deskriptif dengan populasi sebanyak 609 responden dan sampel sebanyak 203 responden menggunakan analisis data univariat. Hasil menunjukan dari 203 responden, terdapat 59 responden (29,9%) yang ber-umur 51-60 tahun merupakan responden terbanyak penderita hipertensi peserta prolanis, 126 responden (62,1%) yang berjenis kelamin perempuan, 113 responden (55,7%) yang memiliki riwayat keluarga yang diturunkan oleh ibu, 141 responden (69,5%) yang obesitas, 51 responden (25,1%) yang pernah merokok, 46 responden (22,7%) yang mengonsumsi alkohol dan 137 responden (67,5%) yang mengonsumsi garam. Pola hidup sehat juga perlu diterapkan seperti mengurangi makanan tinggi garam, berhenti merokok dan berhenti mengonsumsi alkohol. AbstractHypertension causes a disease caused by high blood pressure. Hypertension in Gorontalo Province ranks 6th with a prevalence of 8.4%. The purpose of this study was to determine the Demographic and Behavioral Characteristics of Hypertension Patients in the Work Area of the Kabila Health Center. This type of research is a descriptive survey with a population of 609 respondents and a sample of 203 respondents using univariate data analysis. The results show that from 203 respondents, there are 59 respondents (29.9%) aged 51-60 years who are respondents with hypertension who are prolanis participants, 126 respondents (62.1%) are female, 113 respondents (55.7%) ) who had a family history passed down by their mother, 141 respondents (69.5%) were obese, 51 respondents (25.1%) had ever smoked, 46 respondents (22.7%) consumed alcohol and 137 respondents (67 , 5%) who consume salt. A healthy lifestyle also needs to be applied, such as reducing high-salt foods, quitting smoking and quitting alcohol.
Praktek Personal Hygiene Menstruasi (Studi Kasus Santri Pesantren Al-Islam Gorontalo) Lintje Boekoeose; Lia Amalia; Rifka Reflinawati Hamzah Paris; Yasir Mokodompis
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.11.1.19-33.2022

Abstract

One of the risk factors for the reproductive tract is poor menstrual hygiene. Where hygiene during menstruation such as changing sanitary napkins and cleaning the feminine area after urinating is often neglected by teenagers. Personal hygiene during menstruation is personal hygiene in an effort to maintain, maintain and improve hygiene and health for physical and psychological well-being through the implementation of hygiene measures performed during menstruation. The purpose of the study was to determine the factors that influence the practice of personal hygiene in female students. The study used an analytical survey method with a cross sectional study design. The population is all students of class VII and VIII as many as 160 people with the determination of the sample using purposive sampling technique obtained 115 respondents. Data analysis using Chi-Square test. The results of the Chi-Square test are the level of knowledge, p-value = 0.005 <0.05, attitude of young women p-value = 0.017 <0.05, source of information p-value = 0.024 <0.05, family support p-value = 0.029 < 0.05. So that these four factors indicate that there is an influence on the practice of menstrual personal hygiene at the Al-Islam Islamic Boarding School, Gorontalo Regency. Suggestions or recommendations for schools to add lessons and curriculum as well as counseling for students about personal hygiene during menstruation.Salah satu faktor risiko saluran reproduksi ialah hygiene menstruasi yang buruk. Dimana kebersihan saat menstruasi seperti mengganti pembalut dan membersihkan daerah kewanitaan setelah buang air kecil sering sekali diabaikan oleh remaja. Personal hygiene selama menstruasi adalah kebersihan perorangan dalam usaha memelihara, mempertahankan serta memperbaiki kebersihan dan kesehatan untuk kesejahteraan fisik maupun psikologis melalui implementasi tindakan hygiene yang dilakukan saat menstruasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi praktek personal hygiene pada santriwati. Penelitian menggunakan metode survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh santriwati kelas VII dan VIII sebanyak 160 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 115 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Uji Chi-Square yaitu tingkat pengetahuan p-value = 0,005 < 0,05, sikap remaja putri p-value = 0,017 < 0,05, sumber informasi p-value = 0,024 < 0,05, dukungan keluarga p-value = 0,029 < 0,05. Sehingga empat faktor tersebut menunjukkan terdapat pengaruh terhadap praktek personal hygiene menstruasi di Pesantren Al-Islam Kabupaten Gorontalo. Saran atau rekomendasi bagi sekolah agar menambahkan pelajaran dan kurikulum serta penyuluhan bagi siswi tentang personal hygiene saat menstruasi.
EPIDEMIOLOGICAL ANALYSIS OF COVID-19 CASES IN GORONTALO CITY (CASE STUDY OF KOTA TENGAH SUBDISTRICT) Lia Amalia; Yasir Mokodompis
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 2, No 1 (2023): February 2023
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v2i1.16226

Abstract

Coronavirus Disease or COVID-19, is still a concern around the world. COVID-19 is a new disease that was previously unknown before it finally appeared in Wuhan, China, in December 2019. A new strain of coronavirus causes COVID-19, The Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV), and is officially named Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus 2 (SARS-CoV- 2). The novelty of this study is to analyze the epidemiology of Covid-19 cases in Gorontalo City. The purpose of this study is to analyze the epidemiology of Covid 19 disease in Gorontalo City. The type of research used is an observational survey with a descriptive approach. The population and samples are all covid 19 patients in 2020 – 2022 who live in the Puskesmas Kota Tengah area, Kota Tengah Subdistrict, Gorontalo City. The sampling technique is Purposive Sampling. The results showed the highest prevalence of covid 19 in 2021 was 2.3%, the frequency distribution of covid 19 sufferers by the highest sex in 2021 was 344 people (55.6%), the frequency distribution based on the age group of covid 19 sufferers was highest in 2022 age group 25-29 years as many as 25 people (23.6%), frequency distribution based on the month of the highest incidence in 2022 February as many as 67 people (63.2%),  frequency distribution based on the highest residence in 2020 residences in Pulubala Village were 76 people (25.0%) and the highest CFR in 2021 was 3.6%. The Conclusion is the prevalence of covid-19 in 2020 was 1.1%, there was an increase in covid-19 cases in 2021 to 2.3%, and there was a decrease in mid-2022 with a prevalence of 0.4%.Keywords: Covid-19; Epidemiology; People; Place; Time. 
PENDAMPINGAN KELUARGA RISIKO STUNTING BERBASIS POSYANDU REMAJA DAN CALON PENGANTIN DI DESA MOLINTOGUPO KECAMATAN SUWAWA SELATAN Muhammad Isman Jusuf; Rachmawaty D. Hunawa; Yasir Mokodompis
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.18815

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama di negara berkembang seperti Indonesia khususnya di Provinsi Gorontalo karena tingginya prevalensi yang terjadi. Kebaruan kegiatan pengabdian ini karena melakukan pendampingan kepada keluarga risiko stunting berbasis posyandu remaja dan calon pengantin. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Remaja di Desa Molintogupo dalam pencegahan stunting. Metode Kegiatan yaitu melalui penyuluhan, dilakukan dengan metode ceramah. Hasil  kegiatan Sebelum dilakukan penyuluhan responden dari 26 responden yang memiliki kategori pengetahuan cukup sebanyak 9 responden (34,7%) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak orang 17 (65,3%). Kemudian, setelah dilakukan penyuluhan maka terjadi peningkatan pengetahuan, responden yang memiliki kategori pengetahuan baik sebanyak 15 responden (57,7%) dan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 11 orang (42.3%). Kesimpulan kegiatan pengabdian ini Terdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan mengenai pencegahan stunting kepada Remaja di Desa MolintogupoKata Kunci: Posyandu; Remaja; Stunting.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SD DAN SMP NEGERI SATU ATAP DESA REKSONEGORO KECAMATAN TIBAWA KABUPATEN GORONTALO Nikmatisni Arsad; Putri Ayuningtias Mahdang; Yasir Mokodompis
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 6: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBS di institusi pendidikan adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Untuk terwujudnya PHBS ditatanan sekolah perlu untuk diupayakan terutama untuk meningkatkan kesadaran diri yaitu peserta didik, dengan di dukung adanya sarana dan prasarana. Peserta didik dapat dikatakan sasaran yang paling tepat dalam konteks perubahan perilaku, pengetahuan dan kebiasaan berprilaku hidup sehat. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan metode pengabdian menggunakan ceramah dengan bantuan Power Point dan diskusi dengan peserta. Peserta kegiatan merupakan siswa-siswi SD dan SMP Negeri Satu Atap Desa Reksonegoro Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.Pelaksanaan kegiatan dibiayai sendiri oleh pelaksana. Output yang diperoleh dari kegiatan ini adalah seluruh siswa-siswi SD dan SMP Negeri 1 Atap yang menjadi peserta kegiatan pengabdian ini menjadi lebih paham pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di masa dilingkungan sekolah. Penilaian tersebut didasarkan atas respon dan antusiasme peserta dalam menerima materi yang diberikan. Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda sebagai periode penting untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku siswa-siswi dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dilingkungan sekolah.