Raden Sugeng Riyadi
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

START Triage Video Education Improves Earthquake Disaster Response Knowledge among Anesthesiology Nursing Students: A One-Group Pretest–Posttest Study Muhammad Zaidan Yudzkar; Anita Setyowati; Raden Sugeng Riyadi
Genius Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nursing Education, Emergency Preparedness, and Community Health Practice
Publisher : Genius Publishing (CV. Gerbang Ilmu Nusantara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66763/gjn.v2i1.33

Abstract

Background:  Earthquake disasters may cause mass casualties and require rapid victim prioritization through appropriate triage. START triage is a simple method for disaster response, but students’ knowledge of its application may still be limited. Video education may help improve students’ understanding of triage procedures. Objectives:  This study aimed to examine the effect of START triage video education on earthquake disaster response knowledge among anesthesiology nursing students. Methods: Quantitative pre-experimental study used a one-group pretest–posttest design. A total of 70 first-semester anesthesiology nursing students were selected using simple random sampling. Participants received a five-minute START triage educational video. Knowledge was measured before and after the intervention using a 20-item questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before the intervention, 34.4% of students had good knowledge. After the intervention, the proportion increased to 67.2%. The Wilcoxon test showed a significant improvement in knowledge after video education (p < 0.001). Conclusions: START triage video education significantly improved earthquake disaster response knowledge among anesthesiology nursing students and may be used as a practical learning medium in disaster preparedness education.
Optimalisasi Penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi pada Pasien Obesitas dengan Kesulitan Intubasi di RSUD Kota Yogyakarta Abdur Rahman Rafi; Muhaji; Raden Sugeng Riyadi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 6 (2026): JKRI - Mei 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas meningkatkan risiko komplikasi anestesi, terutama kesulitan intubasi, sehingga memerlukan penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi (ASKAN) yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ASKAN pada pasien obesitas dengan kesulitan intubasi di RSUD Kota Yogyakarta menggunakan desain kualitatif melalui wawancara, observasi, dan multiple studi kasus. Hasil menunjukkan penerapan ASKAN secara klinis telah baik, namun dokumentasi belum optimal sesuai standar terbaru. Teknik ramped position terbukti efektif meningkatkan keberhasilan intubasi. Optimalisasi ASKAN perlu ditingkatkan melalui penguatan dokumentasi, SOP, pelatihan, serta dukungan sarana untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
PERBEDAAN KEJADIAN POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN METODE ERACS DAN NON-ERACS DI RS PKU MUHAMMADIYAH LAMONGAN Sri Yuniarti Rohmaniyah; Raden Sugeng Riyadi; Anita Setyowati; Munadi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.693

Abstract

Sectio Caesarea merupakan prosedur persalinan yang semakin diminati seiring dengan perkembangan teknologi medis, dengan metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) yang terbukti mempercepat pemulihan dibandingkan metode Non-ERACS. Namun, salah satu efek samping yang sering terjadi pasca operasi adalah Post-Operative Nausea and Vomiting (PONV), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian PONV pada pasien SC dengan metode ERACS dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Untuk mengetahui Perbedaan mengetahui Perbedaan Kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pasien post operasi Sectio Caesarea dengan metode ERACS dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif komparatif, desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Jumlah responden sebanyak 40 dengan kelompok ERACS sebanyak 20 responden dan kelompok Non-ERACS sebanyak 20 responden. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value 0,005<0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pasien post operasi Sectio Caesarea dengan metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Metode ERACS terbukti lebih efektif dalam menurunkan frekuensi kejadian PONV.
PENGARUH DILAKUKAN VISITE ANESTESI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI BEDAH ORTOPEDI SPINAL ANESTESI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Rahma Annisa; Istiqomah Rosidah; Raden Sugeng Riyadi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.800

Abstract

Operasi merupakan tindakan lanjutan penanganan kegawatdaruratan berdasarkan kondisi pasien. Tindakan pembedahan dipandang sebagai peristiwa besar yang dapat menimbulkan respon fisiologis dan psikologis khususnya kecemasan pada pasien dan keluarga pasien. Kecemasan pre operasi secara signifikan memengaruhi hasil pembedahan. Penatalaksanaan kecemasan pasien dapat dilakukan saat visite pre-operasi oleh tim anestesi. Kunjungan atau visite ini tidak hanya memungkinkan perkenalan, konfirmasi kondisi medis, dan penjelasan peran anestesi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendiskusikan kekhawatiran spesifik pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dilakukan visite anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi bedah ortopedi spinal anestesi di bangsal RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dengan metode penelitian kuantitatif desain one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan accidental sampling didapatkan 42 responden dengan rumus slovin. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner APAIS versi Indonesia. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum dilakukan visite anestesi responden berada pada tingkat kecemasan ringan (16.7%), sedang (47.6%) dan berat (35.7%), kemudian setelah dilakukan visite anestesi tingkat kecemasan pasien menurun dengan rata rata pada tingkat cemas ringan (59.5%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0.000 (<0.05), sehingga Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh dilakukan visite anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi bedah ortopedi spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Peningkatan visite anestesi sebagai intervensi krusial dalam persiapan pasien pre operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Peningkatan komunikasi efektif, empati, pemberian informasi yang jelas dan edukasi pasien yang komprehensif selama visite.