Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky An-Naayif
Universitas Telkom

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Produksi Minuman Buah Asli bagi UKM Yanesa Food untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Evia Zunita Dwi Pratiwi; Nurul Latifasari; Ajeng Dyah Kurniawati; Afin Muhammad Nurtsani; Aswin Injar Kharistama; Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky An-Naayif
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/x6cf2m70

Abstract

UKM pangan memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pada aspek teknologi produksi, efisiensi kerja, dan konsistensi mutu. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk UKM Yanesa Food melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen produksi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri dari tahap pra-kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan, serta penerapan teknologi berupa Ekstraktor jus dan sistem cold chain. Pendampingan juga diberikan pada aspek sanitasi, pengemasan, dan penyusunan SOP produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas produksi dari 80 liter menjadi 200 liter per hari, efisiensi waktu produksi menurun dari 4,5 jam menjadi 2 jam, peningkatan umur simpan dari 3-5 hari menjadi 14-28 hari, serta penurunan pemborosan bahan baku hingga 60%. Pemahaman mitra meningkat dari rata-rata 37,1% menjadi 80%, sedangkan kemampuan praktik operasional mencapai rata-rata 75,9%. Kesimpulannya, penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan berbasis pelatihan efektif dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk UKM Yanesa Food serta memperkuat kemandirian usaha berbasis pangan lokal.