Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMECAHAN CIRCLE TEMAN SEBAYA DENGAN METODE ROLLING TEMPAT DUDUK PESERTA DIDIK (STUDI KASUS MI HASYIM ASYARI) Esa Nur Faizah; Dona Aulia Veronika; Mirza Nuriyah Fahma; Muhammad Rosul
AL KAYYIS Vol 8 No 1 (2025): April - September
Publisher : Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/he0hfn56

Abstract

Sekolah merupakan lingkungan sosial kedua setelah keluarga yang memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Salah satu permasalahan sosial yang kerap muncul di lingkungan sekolah dasar adalah terbentuknya circle pertemanan eksklusif yang berpotensi menimbulkan perilaku negatif, seperti perundungan dan pengucilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode rolling tempat duduk sebagai upaya pemecahan circle pertemanan serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rolling tempat duduk yang diterapkan secara terstruktur mampu mengurangi eksklusivitas pertemanan, meningkatkan interaksi sosial yang inklusif, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan afektif dan kognitif peserta didik. Temuan ini sejalan dengan teori sosiokultural Vygotsky yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses perkembangan individu. Dengan demikian, metode ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pengelolaan kelas dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan berkeadilan sosial.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PENGUATAN EKONOMI, PENDIDIKAN, KEAGAMAAN, DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DUSUN WONOSARI, MOJOKERTO Khusnul Isma Nuriza; M. Ibadurrochman; Nia Andriani; Ilmi Amalia Maghfiroh; Adzkiyatur Rahmah; Fathul Ummul Ainiyah; Mirza Nuriyah Fahma; M. Rizki Ramadhan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62606

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pendekatan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya ekonomi, sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan secara terpadu. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pemberdayaan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 STAI Al Akbar Surabaya di Dusun Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan mengintegrasikan penguatan ekonomi lokal, pendidikan, keagamaan, digitalisasi, pemetaan potensi wilayah, dan kepedulian lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan program serta keterlibatan masyarakat. Program utama meliputi pembuatan website UMKM kacang mete dan pembuatan peta potensi Desa Wonosari, sedangkan program pendukung meliputi pendampingan pendidikan di lembaga TK, MI, MTs, dan TPQ, kegiatan keagamaan, edukasi anti perundungan dan kebersihan, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pengelolaan lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa integrasi berbagai bidang pemberdayaan dapat menjadi strategi untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan wilayah. Digitalisasi UMKM memberikan alternatif media promosi dan penelusuran jejak digital, sedangkan pemetaan potensi menjadi media informasi untuk mengenalkan sumber daya wilayah. Pada bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan, kegiatan KKN memberikan ruang interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan demikian, pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pembangunan masyarakat desa yang partisipatif dan berkelanjutan.