Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS PADA MATERI INTERAKSI SOSIAL DI MASYARAKAT MELALUI MODEL ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III SD ISLAM AL CHUSNAINI SUKODONO Moh. Agus Syairofi Syafi'; Nia Andriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.58597

Abstract

Masih banyak siswa yang mendapatkan hasil belajar yang rendah sehingga perlu ditingkatkan. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu menganalisis keefektifan model pembelajaran role playing dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPAS Siswa Kelas III SD Islam Al Chusnaini Sukodono. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III yang berjumlah 23 orang. Model penelitian tindakan meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar soal tes. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu analisis data pra-siklus menunjukan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 49.56 sehingga berada pada kualifikasi kurang. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 74.56 sehingga berada pada kualifikasi cukup. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas III pada siklus II yaitu 84.7 sehingga berada pada kualifikasi sangat baik. Terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas III SD Islam Al Chusnaini Sukodono.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PENGUATAN EKONOMI, PENDIDIKAN, KEAGAMAAN, DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DUSUN WONOSARI, MOJOKERTO Khusnul Isma Nuriza; M. Ibadurrochman; Nia Andriani; Ilmi Amalia Maghfiroh; Adzkiyatur Rahmah; Fathul Ummul Ainiyah; Mirza Nuriyah Fahma; M. Rizki Ramadhan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62606

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pendekatan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya ekonomi, sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan secara terpadu. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pemberdayaan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 STAI Al Akbar Surabaya di Dusun Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dengan mengintegrasikan penguatan ekonomi lokal, pendidikan, keagamaan, digitalisasi, pemetaan potensi wilayah, dan kepedulian lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan program serta keterlibatan masyarakat. Program utama meliputi pembuatan website UMKM kacang mete dan pembuatan peta potensi Desa Wonosari, sedangkan program pendukung meliputi pendampingan pendidikan di lembaga TK, MI, MTs, dan TPQ, kegiatan keagamaan, edukasi anti perundungan dan kebersihan, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pengelolaan lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa integrasi berbagai bidang pemberdayaan dapat menjadi strategi untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan wilayah. Digitalisasi UMKM memberikan alternatif media promosi dan penelusuran jejak digital, sedangkan pemetaan potensi menjadi media informasi untuk mengenalkan sumber daya wilayah. Pada bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan, kegiatan KKN memberikan ruang interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan demikian, pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pembangunan masyarakat desa yang partisipatif dan berkelanjutan.