Arifin Riadi
Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sikap Mahasiswa terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling Arifin Riadi; Royani Royani; Benny Nawa Trisna; Rolina Amriyanti Ferita
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3240

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh bagaimana mahasiswa memandang, memahami, dan menyikapi penggunaan AI dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI, pemahaman konseptual tentang AI, serta persepsi dampak AI terhadap pembelajaran dan pengembangan profesi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI memiliki pengaruh paling kuat dan signifikan terhadap sikap mahasiswa terhadap integrasi AI. Persepsi terhadap dampak AI juga berpengaruh signifikan, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Sebaliknya, pemahaman konseptual mahasiswa mengenai AI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap mahasiswa terhadap integrasi AI cenderung dibentuk oleh pertimbangan pragmatis terkait manfaat dan relevansi praktis, bukan semata-mata oleh tingkat pemahaman teknis. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum, khususnya dalam menekankan pentingnya pelatihan AI yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.
Pengembangan Bahan Ajar Geometri Ruang Bercirikan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Konsep Etnometematika Masjid Bersejarah di Banjarmasin Rolina Amriyanti Ferita; Azis Muslim; Arifin Riadi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3245

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar etnomatematika pada materi geometri ruang yang bercirikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan memanfaatkan konteks masjid-masjid bersejarah di Banjarmasin. Pengembangan dilakukan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan bahan ajar, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap analisis menunjukkan perlunya bahan ajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan HOTS. Tahap perancangan dan pengembangan menghasilkan bahan ajar yang memadukan elemen arsitektur masjid, aktivitas etnomodeling, dan latihan soal HOTS. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli matematika, ahli budaya, guru, serta pengelola masjid. Implementasi dilakukan pada 22 siswa kelas IX MTs Babussalam Evaluasi dilakukan melalui tes HOTS dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan dinilai baik dengan skor rata-rata 4,3 (skala 1–5). Dari sisi efektivitas, 86,4% siswa mampu menjawab soal berbasis HOTS, menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, bahan ajar etnomatematika berbasis arsitektur masjid bersejarah ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis HOTS untuk memperkuat pemahaman geometri ruang sekaligus mengintegrasikan nilai budaya.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE Rolina Amriyanti Ferita; Williza Yanti; Azis Muslim; Arifin Riadi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3248

Abstract

Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.