Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran matematika SMA di kota Banjarmasin Rezkyanor Pauji; Benny Nawa Trisna; Muh. Fajaruddin Atsnan
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v2i3.45

Abstract

Guru memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan bagi keberhasilan pendidikan. Sangatlah penting kompetensi dan kinerja guru itu ditingkatkan sehingga peranannya yang strategis dan determinan itu benar-benar menyukseskan pendidikan. Kompetensi yang menjadi bagian dari kompetensi pedagogik dan menjadi unsur penilaian kinerja guru salah satunya adalah evaluasi. Dengan kompetensi ini diharapkan guru menyelenggarakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil evaluasi pembelajaran matematika oleh guru-guru matematika SMA di kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan subjek dua orang guru matematika SMA (masing-masing sekolah terakreditasi A dan B) di kota Banjarmasin. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran matematika untuk promosi peserta didik, mendiagnosis kelemahan dan kekurangan peserta didik, menentukan pengelompokkan dan penempatan peserta didik, sebagai umpan balik untuk perbaikan terhadap sistem pembelajaran, menyusun laporan kepada orang tua guna menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, sebagai dasar pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran, dan untuk menentukan perlu tidaknya pembelajaran remedial. Dalam menyusun laporan kepada orang tua, guru matematika SMA terakreditasi A dan B di kota Banjarmasin hanya membuat laporan secara tertulis, untuk laporan secara lisan kepada orang tua hanya dilakukan pada saat pembagian raport.
Pengaruh kemandirian belajar (self regulated learning) terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah struktur aljabar Mayang Gadih Ranti; Indah Budiarti; Benny Nawa Trisna
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v3i1.57

Abstract

Berbagai faktor mempengaruhi hasil pencapaian suatu proses pembelajaran, baik secara internal maupun secara eksternal. Pentingnya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran menjadi modal penting dalam menentukan langkah-langkah dan strategi yang diambil untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kemandirian dalam belajar berarti siswa memiliki kesadaran sendiri untuk belajar, mampu menentukan sendiri langkah-langkah yang harus diambil dalam belajar, mampu memperoleh sumber belajar sendiri, dan melakukan kegiatan evaluasi diri serta refleksi atas kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kemandirian belajar (self regulated learning) terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah struktur aljabar semester genap tahun akademik 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu angket dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana setelah sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji linearitas. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar mahasiswa.
Mengembangkan self-efficacy matematika melalui pembelajaran pendekatan matematika realistik pada siswa kelas VII D SMP Negeri 27 Banjarmasin tahun pelajaran 2016-2017 Pahrul Arifin; Benny Nawa Trisna; Muh. Fajaruddin Atsnan
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v3i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan sesudah pembelajaran melalui Pendekatan Matematika Realistik. (2) Mengetahui perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum dan sesudah pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik. Jenis penelitian ekperimen dengan desain penelitian one group pretest and posttes design, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 27 Banjarmasin tahun peajaran 2016/2017. sampel penelitian dipilih dengan teknik purpossive sampling, sebanyak 30 orang siswa di kelas VII D. Teknis analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif dan data analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy siswa terhadap matematika sebelum perlakuan dengan persentase kategori rendah 40%, kategori sedang 47%, dan 13% termasuk kategori tinggi. Sedangkan self-efficacy siswa terhadap matematika setelah pembelajaran melalui PMR, diperoleh persentase self-efficacy siswa terhadap matematika 3% yang termasuk kategori rendah, 73% untuk kategori sedang, dan 23% untuk kategori tinggi. Melalui uji Wilcoxon pada taraf signifikan 5% memperlihatkan nilai Sig. Sebesar 0,000 lebih kecil dari = 0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan self-efficacy siswa terhadap matematika melalui Pendekatan Matematika Realistik lebih baik dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini sebagai alternatif untuk mengembangkan self-efficacy siswa terhadap matematika hendaknya guru menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik.
Pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real Darmadi Darmadi; Benny Nawa Trisna
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 3 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v3i3.76

Abstract

Pembayangan mental grafik fungsi merupakan modalitas utama mahasiswa calon guru matematika dalam memahami konsep-konsep terkait fungsi real. Beberapa konsep matematika sangat memerlukan pembayangan mental tentang penjumlahan dan pengurangan fungsi. Paper ini membahas pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real. Data diperoleh melalui wawancara berbasis tugas. Sebanyak 20 subjek penelitian dipilih dari mahasiswa semester 7 program studi pendidikan matematika FKIP Universitas PGRI Madiun yang belum pernah mendapatkan materi atau penjelasan tentang visualisasi penjumlahan dan pengurangan grafik fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) bentuk pembayangan mental awal mahasiswa calon guru matematika terhadap penjumlahan dan pengurangan fungsi real.
Problem-solving ability in solving linear program story problems based on Polya procedures Muhammad Royani; Abdul Jabar; Benny Nawa Trisna; Winda Agustina; Noviana Nina Lupiana
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah cerita program linier berdasarkan prosedur Polya pada taruna tingkat II SMKN 1 Kapuas Kuala jurusan multimedia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah taruna berkemampuan tinggi dapat melaksanakan empat langkah pemecahan masalah Polya dengan sangat baik, yaitu memahami masalah, merencanakan solusi, mengimplementasikan rencana solusi, dan memeriksa solusi. (2) Kemampuan pemecahan masalah taruna dengan kemampuan sedang sudah mulai menyelesaikan masalah berdasarkan prosedur Polya dengan mengambil langkah-langkah untuk memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi. (3) Kemampuan pemecahan masalah taruna yang memiliki kemampuan rendah sudah mampu melakukan tahap memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah, namun subjek masih kurang dalam mengimplementasikan rencana solusi dan belum mampu kembali. memeriksa solusinya.
Problem-solving ability in solving linear program story problems based on Polya procedures Royani, Muhammad; Jabar, Abdul; Trisna, Benny Nawa; Agustina, Winda; Lupiana, Noviana Nina
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah cerita program linier berdasarkan prosedur Polya pada taruna tingkat II SMKN 1 Kapuas Kuala jurusan multimedia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah taruna berkemampuan tinggi dapat melaksanakan empat langkah pemecahan masalah Polya dengan sangat baik, yaitu memahami masalah, merencanakan solusi, mengimplementasikan rencana solusi, dan memeriksa solusi. (2) Kemampuan pemecahan masalah taruna dengan kemampuan sedang sudah mulai menyelesaikan masalah berdasarkan prosedur Polya dengan mengambil langkah-langkah untuk memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi. (3) Kemampuan pemecahan masalah taruna yang memiliki kemampuan rendah sudah mampu melakukan tahap memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah, namun subjek masih kurang dalam mengimplementasikan rencana solusi dan belum mampu kembali. memeriksa solusinya.
Sikap Mahasiswa terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling Arifin Riadi; Royani Royani; Benny Nawa Trisna; Rolina Amriyanti Ferita
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3240

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh bagaimana mahasiswa memandang, memahami, dan menyikapi penggunaan AI dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI, pemahaman konseptual tentang AI, serta persepsi dampak AI terhadap pembelajaran dan pengembangan profesi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI memiliki pengaruh paling kuat dan signifikan terhadap sikap mahasiswa terhadap integrasi AI. Persepsi terhadap dampak AI juga berpengaruh signifikan, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Sebaliknya, pemahaman konseptual mahasiswa mengenai AI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap mahasiswa terhadap integrasi AI cenderung dibentuk oleh pertimbangan pragmatis terkait manfaat dan relevansi praktis, bukan semata-mata oleh tingkat pemahaman teknis. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum, khususnya dalam menekankan pentingnya pelatihan AI yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.
Workshop Perangkat Pembelajaran PjBL Berbasis Deep Learning Winda Agustina; Rahmita Yuliana Gazali; Abdul Jabar; Aminah Ekawati; Dina Huriaty; Muhammad Royani; Benny Nawa Trisna; Arifin Riadi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39266

Abstract

Abstract:  21st-century mathematics education demands the application of approaches that can develop conceptual understanding, critical thinking skills, creativity, and student collaboration. One of the relevant approaches is deep learning, but its implementation in schools still faces various challenges, especially the limited understanding of teachers in selecting learning models and developing appropriate teaching materials. This community service activity aims to facilitate MTs Tabalong teachers and teachers involved in the Mathematics MGMP throughout the city of Banjarmasin in designing and implementing Project-Based Learning (PjBL) based learning tools with a deep learning approach. The activity was conducted using a participatory training approach thru four stages: problem identification, preparation, implementation, and evaluation, with a hybrid implementation model. The participants of the activity numbered 80 teachers, consisting of 30 teachers from MTs Tabalong and 50 teachers from SMA/MA or equivalent. Data were obtained thru teacher response questionnaires and the review of teaching materials. The results show a very positive response, the material is considered relevant and beneficial, and it enhances teachers' understanding and readiness. Although the number of devices produced is not yet optimal, their quality has reflected the main characteristics of PjBL and deep learning. These findings indicate that the workshop is effective as an initial step in enhancing pedagogical competence and needs to be followed up with continuous mentoring.Abstrak: Implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika di sekolah masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memfasilitasi guru MTs Tabalong dan guru yang tergabung dalam MGMP Matematika se-Kota Banjarmasin dalam merancang dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan deep learning. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan model pelaksanaan hybrid. Peserta kegiatan berjumlah 80 guru, terdiri atas 30 guru MTs Tabalong dan 50 guru SMA/MA sederajat. Data diperoleh melalui angket respon guru dan telaah perangkat pembelajaran. Hasil menunjukkan respon sangat positif, materi dinilai relevan dan bermanfaat, serta meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru. Meskipun jumlah perangkat yang dihasilkan belum optimal, kualitasnya telah mencerminkan karakteristik utama PjBL dan deep learning. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif sebagai langkah awal peningkatan kompetensi pedagogik dan perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan berkelanjutan.