Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MOTIF PERILAKU FEMINISME TOKOH WU CHAO DALAM NOVEL PUTRI LANGIT KARYA NIGEL CAWTHRONE Rendy Aditya; Susi Andriani; Rizky Wardhani; Azizah Utami Lestari; Dean Alfito Bhairav; Subandi Subandi; Cicik Arista; Muhammad Farhan Masrur
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.110315

Abstract

Penelitian difokuskan pada motif perilaku feminisme tokoh utama pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Penelitian ini akan menggunakan kajian motif perilaku feminisme. Data penelitian ini adalah motif perilaku feminisme tokoh yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dari dua puluh kriteria motif perilaku menurut teori motif perilaku dapat diketahui bahwa terdapat empat belas kriteria motif perilaku tokoh utama Wu Chao dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthore. Motif perilaku yang terdapat pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthore adalah, perilaku merendah, berprestasi, afiliasi, otonomi, counteraction, pertahanan, hormat, dominasi, eksibis, infavoidance, memberi bantuan, menolak, seks, mengerti. Dari empat belas motif perilaku yang telah dianalisis peneliti, terdapat lima motif perilaku yang mengandung motif perilaku feminisme.
PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS BAHASA MANDARIN TINGKAT LANJUT: ANALISIS PRODUK TULISAN MAHASISWA PADA PROYEK BUKU ANTOLOGI Rendy Aditya; Aprilia Ruby Wikarti; Rizky Wardhani; Hudiyekti Prasetyaningtyas; Sagitah Ningrum Legitah; Ratu Rina Syafira; Zhu Yili; Zhang Qiyu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v13i1.7902

Abstract

Program pembuatan buku antologi ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran produktif dan aplikatif, khususnya dalam mata kuliah keterampilan bahasa Mandarin Membaca dan Menulis Lanjut II. Kegiatan pembuatan buku antologi ini dilakukan selama satu semester pembelajaran. Jenis karangan yang ditulis oleh mahasiswa adalah jenis karangan deskriptif dan argumentatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pemberian penugasan kepada mahasiswa berupa proyek penulisan karangan bahasa Mandarin dan Teknik dokumentasi data hasil karangan mahasiswa Langkah pembuatan yang digunakan adalah membentuk tim pembuatan buku antologi, studi literatur, penyusunan materi, pemilihan model pembelajaran yang digunakan, penyusunan buku antologi. Karangan tersebut terdiri atas dua jenis utama, yaitu deskriptif dan argumentatif, yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengungkapkan ide secara terstruktur dan kreatif. Terdapat 11 tema yang telah disusun oleh tim dalam pembuatan karangan ini. Pada pelaksanaan mata kuliah Membaca dan Menulis Lanjut II, 10 mahasiswa yang terlibat berhasil menghasilkan sebanyak 110 teks karangan berbahasa Mandarin pada sebelas kali pertemuan pembelajaran. Dari hasil pengumpulan teks karangan berbahasa Mandarin yang ditulis oleh para mahasiswa, tim penelitian melakukan proses penyuntingan dan penyempurnaan terhadap setiap karangan. Proses ini mencakup perbaikan dalam hal pemilihan kata, ketepatan tata bahasa, serta urutan penulisan kalimat agar sesuai dengan kaidah bahasa Mandarin yang benar. This ontology book creation program is a form of productive and applicative learning implementation, especially in Advanced Reading and Writing II skills courses.This buku antologi making activity is carried out for one semester of learning. The type of essay written by students is a type of descriptive and argumentative essay. The data collection technique in this study is carried out through giving assignments to students in the form of Chinese essay writing projects and data documentation techniques resulting from student essays. The steps used are to form a team for making ontology book, literature studies, preparing materials, selecting the learning model used, and preparing ontology book. There are 11 themes that have been compiled by the team in making this essay. In the implementation of the Advanced Writing II course, the 10 students involved managed to produce as many as 110 Chinese essay texts at eleven learning meetings. These essays consist of two main types, namely descriptive and argumentative, which reflect students' ability to express ideas in a structured and creative way. From the results of collecting Chinese essay texts written by students, the research team carried out the process of editing and refining each essay. This process includes improvements in terms of word selection, grammatical accuracy, and sentence writing order to match the correct Chinese language rules.
The Role of Mobile Apps in Language Development: Mobile Learning Solutions for Accessible and Flexible Language Education Rizky Wardhani; Rendy Aditya; Icha Fais Nurul Karimah; Hasan Hasan; Meera Gupta
International Journal of Language and Ubiquitous Learning Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijlul.v4i3.3504

Abstract

Background. Mobile technology has rapidly transformed the way language education is delivered, providing learners with flexible, accessible, and personalized learning experiences. Mobile applications (mobile apps) have become essential tools in language development, enabling learners to engage with language content anytime and anywhere. Despite their growing popularity, there is limited research that comprehensively examines the specific role of mobile apps in language development, particularly in terms of accessibility, effectiveness, and learner engagement. Purpose. This study aims to explore the role of mobile apps in enhancing language development by investigating their effectiveness as mobile learning solutions. The research focuses on how mobile apps contribute to language learning accessibility, engagement, and proficiency, and examines their potential for providing flexible, learner-centered educational experiences. Method. The study adopts a mixed-methods approach, combining both quantitative and qualitative data. Surveys and interviews were conducted with language learners who regularly used mobile apps for language development. Language proficiency tests were administered before and after the intervention to measure the impact of mobile apps on language acquisition. The findings indicate that learners who used mobile apps demonstrated significant improvements in language proficiency, particularly in vocabulary acquisition and speaking skills. Results. The results also show increased learner engagement and motivation, with participants reporting that mobile apps made language learning more accessible and enjoyable. Conclusion. Mobile apps play a critical role in language development by offering flexible, accessible, and personalized learning experiences. These apps provide an effective alternative to traditional language learning methods, fostering higher engagement and improved language proficiency.