Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Citra Tubuh dengan Kepercayaan Diri pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Nusa Cendana: Penelitian Mensiani Regeniati Nalenan; Mernon Yerlinda Carlista Mage; Mardiana Artati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Nusa Cendana angkatan 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 119 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data citra tubuh dikumpulkan menggunakan Skala Citra Tubuh (35 aitem; α = 0,938), sedangkan kepercayaan diri diukur menggunakan Skala Kepercayaan Diri (21 aitem; α = 0,854). Uji normalitas menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal, namun uji linearitas mengindikasikan adanya pelanggaran asumsi linearitas sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara citra tubuh dan kepercayaan diri (rₛ = 0,48; p < 0,01), yang berarti semakin positif citra tubuh mahasiswa maka semakin tinggi tingkat kepercayaan dirinya. Deskripsi data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki citra tubuh pada kategori sedang hingga tinggi, serta kepercayaan diri pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan citra tubuh positif dalam mendukung perkembangan kepercayaan diri mahasiswa kedokteran, terutama dalam menghadapi tuntutan akademik dan sosial selama masa studi.
Pembiasaan Berkata Tolong, Maaf dan Terima Kasih di PPA Marantha Oebufu Clarissa Bisinglasi; Elviana Maharani; Merlinda Banik; Reifani Rezkita; Mardiana Artati; Zyvrha Dopen; Edho Donusina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i1.1725

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan kata-kata ajaib (tolong, maaf, terima kasih) pada anak usia 9-11 tahun di PPA Maranatha Oebufu melalui metode pembiasaan dengan teknik modeling. Melalui serangkaian kegiatan seperti menonton video, role-play, dan diskusi, anak-anak diajak untuk memahami pentingnya kata-kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan kata-kata ajaib setelah mengikuti program ini. Anak-anak mampu mempraktikkan kata-kata tersebut dalam berbagai situasi dan menceritakan pengalaman mereka. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa metode pembiasaan dengan teknik modelling efektif dalam membentuk karakter anak usia dini.
GAMBARAN RESILIENSI KARYAWAN PERBANKAN DI KOTA KUPANG (STUDI DESKRIPTIF KARYAWAN BANK BNI, BRI DAN MANDIRI) Lestari Wirawati W. Malana; M. K. P Abdi Keraf; Mardiana Artati; Mernon Yerlinda C. Mage
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14443

Abstract

The banking work environment, characterized by performance targets, customer service pressures, high workloads, and dynamic workplace relationships, requires employees to possess resilience in order to effectively adapt to and cope with various occupational challenges. This study aimed to explore the resilience of banking employees based on the perspective of Reivich and Shatte's resilience theory. The study employed a descriptive qualitative approach to understand employees' subjective experiences in dealing with work-related pressures and challenges. The participants consisted of six banking employees from BNI, BRI, and Mandiri, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s data analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that banking employee resilience is formed through three major themes: self-competence and self-regulation, work adaptation and performance effectiveness, and interpersonal dynamics. The first theme consists of self-confidence, emotional regulation, positive work attitudes, careful decision-making, and stress management. The second theme includes work commitment and success in overcoming challenges, while the third theme encompasses social support and work collaboration. The results indicate that employee resilience is influenced not only by individual capabilities in self-management and adaptation to job demands but also by social support and positive workplace relationships. Therefore, resilience serves as an essential factor that enables employees to maintain performance and effectively cope with work pressures in the banking sector.   ABSTRAK Lingkungan kerja perbankan yang ditandai dengan tuntutan target, tekanan pelayanan kepada nasabah, beban kerja yang tinggi, serta dinamika hubungan kerja menuntut karyawan untuk memiliki kemampuan resiliensi agar mampu bertahan dan beradaptasi secara efektif dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi karyawan perbankan berdasarkan perspektif teori Reivich dan Shatte. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pengalaman subjektif karyawan dalam menghadapi tekanan dan tantangan kerja. Partisipan penelitian berjumlah enam orang karyawan perbankan yang bekerja pada Bank BNI, BRI, dan Mandiri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan perbankan terbentuk melalui tiga tema besar, yaitu kompetensi dan regulasi diri, adaptasi kerja dan efektivitas kinerja, serta dinamika interpersonal. Tema pertama terdiri atas subtema kepercayaan terhadap kemampuan diri, kemampuan regulasi emosi, sikap positif dalam bekerja, pengambilan keputusan yang hati-hati, dan manajemen stres. Tema kedua meliputi komitmen kerja dan keberhasilan menghadapi tantangan, sedangkan tema ketiga mencakup dukungan sosial dan kolaborasi kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola diri dan beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan, tetapi juga oleh dukungan sosial dan hubungan kerja yang positif. Dengan demikian, resiliensi menjadi faktor penting yang membantu karyawan mempertahankan kinerja dan menghadapi tekanan kerja di lingkungan perbankan.  
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI STIGMATISASI DENGAN SIKAP MENCARI BANTUAN PROFESIONAL PSIKOLOGI PADA MAHASISWA ARSITEKTUR Anna Larasanya Sogen; Feronika Ratu; Yeni Damayanti; Mardiana Artati
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14746

Abstract

Mental health issues among university students have received increasing attention due to the growing need for psychological services, yet the utilization of such services remains relatively low. One factor believed to influence this condition is perceived stigmatization toward individuals seeking professional psychological help, while studies examining this relationship among architecture students remain limited. This study aimed to examine the relationship between perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help among students of the Architecture Study Program at Widya Mandira University, Kupang. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 281 active students from the Architecture Study Program at Widya Mandira University, Kupang. A total of 163 students were selected using the Krejcie and Morgan table with proportional random sampling. The instruments used were the Perceptions of Stigmatization by Others for Seeking Help (PSOSH) to measure perceived stigmatization and the Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Scale–Short Form (ATSPPH-SF) to measure attitudes toward seeking professional psychological help. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing through scatterplots, and Spearman's rho correlation analysis. The descriptive analysis indicated that both perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help were at a moderate level. The hypothesis testing revealed a strong, significant negative relationship between perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help (ρ = −0.611, p < .001). These findings indicate that the higher the perceived stigmatization among students, the lower their attitudes toward seeking professional psychological help. Conversely, lower perceived stigmatization was associated with more positive attitudes toward seeking professional psychological help. ABSTRAK Masalah kesehatan mental pada mahasiswa semakin mendapat perhatian karena tingginya kebutuhan akan layanan psikologi, namun pemanfaatan layanan tersebut masih relatif rendah. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah persepsi stigmatisasi terhadap individu yang mencari bantuan profesional psikologi, sementara kajian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa Program Studi Arsitektur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi stigmatisasi dengan sikap mencari bantuan profesional psikologi pada mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mandira Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 281 mahasiswa aktif Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mandira Kupang. Sampel penelitian berjumlah 163 mahasiswa yang ditentukan menggunakan tabel Krejcie dan Morgan dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceptions of Stigmatization by Others for Seeking Help (PSOSH) untuk mengukur persepsi stigmatisasi dan Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Scale–Short Form (ATSPPH-SF) untuk mengukur sikap mencari bantuan profesional psikologi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas melalui scatterplot, dan uji hipotesis menggunakan korelasi Spearman's rho. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi stigmatisasi maupun sikap mencari bantuan profesional psikologi berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat antara persepsi stigmatisasi dan sikap mencari bantuan profesional psikologi (ρ = -0,611; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi stigmatisasi yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah sikap mereka terhadap pencarian bantuan profesional psikologi. Sebaliknya, semakin rendah persepsi stigmatisasi, semakin positif sikap mahasiswa terhadap pencarian bantuan profesional psikologi.