Frida Dwi Rahayu
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya guru dalam membangun fondasi pendidikan karakter Munawir Munawir; Frida Dwi Rahayu; Davina Nafisah Salmah
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpd.v13i2.101820

Abstract

Character education is a fundamental aspect in shaping students' personalities and morals, encompassing not only cognitive domains but also affective and psychomotor aspects. Amid the challenges of globalization and rapid technological advancement, character education has become increasingly important in fostering a generation with integrity, responsibility, and strong human values. In this context, teachers play a highly strategic role as role models, facilitators, and motivators in instilling moral and ethical values in students. This research is conducted using a literature review approach to explore in depth how teachers contribute to building a foundation for character education through teaching methods, interpersonal approaches, and daily exemplary behavior. The findings indicate that teachers' contributions to the character education process are highly significant and should become a primary focus in the field of education, particularly in creating a learning environment that holistically supports students’ character development.Kata kunci: Character Education, Teacher's Role, Educational Foundation
Edukasi Preventif Anak Tidak Sekolah Melalui Program "Aku, Mimpiku, dan Perjalananku" di MI Al-Hidayah Jati Gunting Frida Dwi Rahayu; Mochammad Reno Alvianto; Wilda Rusydiana Izza; Fatiha Nuria Ammarin; Raisya Antony Pasha; Dian Yuliati
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i3.131

Abstract

Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan permasalahan krusial dalam lanskap pendidikan dasar di Indonesia yang dipicu oleh keterbatasan ekonomi dan rendahnya orientasi masa depan anak. Di Desa Jatigunting, risiko putus sekolah mencapai puncaknya pada fase transisi menuju SMP dengan tingkat kerentanan mencapai 41%. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi preventif melalui program "Aku, Mimpiku, dan Perjalananku" bagi 44 siswa kelas V dan VI di MI Al-Hidayah. Metode pelaksanaan menggunakan experiential learning yang mencakup ice breaking, pemutaran film inspiratif, dan pembuatan media "Pohon Cita-cita". Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan refleksi pra-pasca kegiatan, untuk kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada orientasi masa depan siswa. Secara terukur, sebanyak 38 dari 44 siswa berani dan mampu memvisualisasikan cita-citanya secara spesifik. Selain itu, terdapat pergeseran kategori cita-cita dari yang awalnya abstrak dan belum terarah menjadi lebih beragam dan konkret pasca-intervensi. Program ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif model preventif berbasis komunitas untuk membantu meminimalkan risiko anak putus sekolah sejak pendidikan dasar.